Sabtu, 30 Juni 2018


A.    Konsep Dasar Ilmu Pendidikan
Tidak ada satupun kegiatan manusia di dunia ini yang lepas dari aktivitas pendidikan, apakah itu pendidikan informal, formal dan nonformal. Dengan kata lain pendidikan itu mencakup seluruh asfek kehidupan sejak manusia pertama (Adam-Hawa) hingga manusia modern sekarang ini. Sejakan anak manusia dilahirkan hingga ke liang lahat (meninggal) semuanya membutuhkasn pendidikan, sekalipun mungkin bukan pendidikan formal tetapi tetap saja dibutuhkan pendidikan informal dan nonformal itu.  Manifestasi kegiatan pendidikan itu dapat dilihat melalui kegiatan antara lain seperti kegiatan ekonomi, social, politik, hukum, pertanian, dan lain sebagainya yang menyangkut segenap asfek kehidjupan manusia. Jabatan apakah yang dapat disandang, atau dilakoni oleh seseorang  manusia tanpa melalui pendidikan? Hal ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mempelajari ilmu pendidikan agar pendidikan itu tidak salah arah.
Berbicara tentang pengertian ilmu pendidikan tidak terlepas dari dua kata yang dipadukan yaitu ilmu dan pendidikanilmu adalah Pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tertentu. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka). Sedangkan  pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak (peserta didik) dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak mulia sehingga secara bertahap dapat mengantarkan anak (peserta didik) kepada tujuannya yang ingin dicapai. Agar anak (peserta didik) hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukannya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. (Mahmud Yunus). Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa Ilmu Pendidikan adalah suatu kumpulan ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis yang memiliki metode-metode tertentu yang ilmiah untuk menyelidiki, investigasi, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan bantuan atau didikan yang diberikan oleh orang “dewasa” kepada orang yang “belum dewasa” untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna bagi dirinya, masyarakat bangsa, negara dan sang Pencipta.
Education is most powerfull weapon, we can use to change the world  (Pendidikan adalah senjata paling ampuh, yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia) demikian kata yang terkenal dari Nelson Mandela. Kutipan ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya  pengetahuan dan pendidikan bagi umat manusia. Sumber pokok kekuatan manusia adalah pengetahuan. Disebut demikian karena manusia dengan pengetahuannya mampu melakukan olah-cipta, raga, rasa, dan karsa sehingga manusia mampu  bertahan dalam derasnya arus masa yang terus maju dan berkembang. Proses olah-cipta tersebut terlaksana berkat adanya aktivitas yang dinamakan Pendidikan. Pendidikan merupakan sarana utama untuk menyukseskan pembangunannasional, karena dengan pendidikan diharapkan dapat mencetak sumber dayamanusia (SDM) berkualitas yang dibutuhkan dalam pembangunan. Titik berat pembangunan pendidikan dewasa ini terletak pada peningkatan mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan serta perluasan  kesempatan belajar. Pendidikan juga          merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi dalam upaya meningkatkan taraf hidup suatu bangsa agar tidak sampai menjadi bangsa yang terbelakang dan tertinggal dengan bangsa lain. Pendidikan merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas bangsa. Jean Jacques Rousseau (1712-1778) mentatakan, menyarankan konsep pendidikan “kembali ke alam” dan pendekatan yang bersifat alamiah dalam pendidikan anak. Bagi Rousseau pendekatan alamiah berarti anak akan berkembang secara optimal, tanpa hambatan. Menurut Rousseau bahwa pendidikan yang bersifat alamiah menghasilkan dan memacu berkembangnya kualitas semacam kebahagiaan, spontanitas dan rasa ingin tahu. Rousseau percaya bahwa walaupun kita telah melakukan kontrol terhadap pendidikan yang diperoleh dari pengalaman sosial dan melalui indera, tetapi kita tetap tidak dapat mengontrol pertumbuhan yang sifatnya alami.
Untuk mengetahui kebutuhan anak, guru harus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan anak-anak. Tujuannnya adalah agar guru dapat memberikan pelajaran yang sesuai dengan minat anak. Jadi, yang menjadi titik pangkal adalah anak. Tujuan pendidikan menurut gagasan Rousseau adalah membentuk anak menjadi manusia yang bebas. Rousseau yakin bahwa seorang ibu dapat menjamin pendidikan anaknya secara alamiah. Ia berprinsip bahwa dalam mendidik anak, orang tua perlu memberi kebebasan pada anak agar mereka dapat berkembang secara alamiah.
Jika JJ. Rousseau menekankan pendidikan konsep pendidikan “kembali ke alam” dan pendekatan yang bersifat alamiah, maka Dewey menekankan pentingnya kebebasan akademik dalam lingkungan pendidikan. Ia dengan secara tidak langsung menyatakan bahwa kebebasan akademik diperlukan guna mengembangkan prinsip demokrasi di sekolah yang bertumpu pada interaksi dan kerja sama, berdasarkan pada sikap saling menghormati dan memperhatikan satu sama lain; berpikir kreatif menemukan solusi atas problem yang dihadapi bersama, dan bekerja sama untuk merencanakan dan melaksanakan solusi. Secara implisit hal ini berarti sekolah demokratis harus mendorong dan memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, merancang kegiatan dan melaksanakan rencana tersebut.
Dewey sangat menganggap penting pendidikan dalam rangka mengubah dan membaharui suatu masyarakat. Dewey percaya bahwa pendidikan dapat berfungsi sebagai sarana untuk peningkatan keberanian dan pembentukan kemampuan inteligensi. Dengan itu, dapat pula diusahakan kesadaran akan pentingnya penghormatan pada hak dan kewajiban yang paling fundamental dari setiap orang. Baginya ilmu Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat. Maksud dan tujuan sekolah adalah untuk membangkitkan sikap hidup yang demokratis dan untuk mengembangkannya. Pendidikan merupakan kekuatan yang dapat diandalkan untuk menghancurkan kebiasaan yang lama dan membangun kembali yang baru. Bagi Dewey, lebih penting melatih pikiran manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dari pada mengisinya secara sarat dengan formulai-formulasi secara sarat teoritis yang tertib. Pendidikan  harus pula mengenal hubungan yang erat antara tindakan dan pemikiran, antara eksperimen dan refleksi. Pendidikan yang merupakan kontiunitas dari refleksi atas pengalaman juga akan mengembangkan moralitas dari anak-anak didik. Dengan demikian belajar dalam arti mencari pengetahuan, merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Dalam proses ini, ada perjuangan yang terus menerus untuk membentuk teori dalam konteks eksperimen dan pemikiran.
Dewey mengadakan penelitiannya mengenai pendidikan di sekolah-sekolah dan mencoba menerapkan teori pendidikannya dalam praktek di sekolah-sekolah. Hasilnya, ia meninggalkan pola dan proses pendidikan tradisional yang mengandalkan kemampuan mendengar dan menghafal. Sebagai gantinya, ia menekankan pentingnya kreativitas dan keterlibatan siswa dalam diskusi dan pemecahan masalah. Dewey, yang penting bagi seorang guru adalah melatih pikiran siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dari pada mengisinya secara sarat dengan formulai-formulasi, teori-teori. Guru tidak boleh membuat penyiksaan fisik yang sewenang-wenang terhadap siswa dan mengindoktrinir mereka dengan doktrin-doktrin. Sebab dengan demikian hanya akan menghilangkan kebebasan dalam pelaksanaan pendidikan. Dewey memprotes cara belajar dengan mengandalkan kemampuan mendengar dan menghafal. Yang penting yakni guru mendampingi siswa dalam berkreativitas dan berdiskusi dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian seorang guru harus berperan sebagai mediator atau fasilitator yang membantu proses belajar seorang siswa.  Oleh kerena itu, seorang guru memiliki tiga tugas utama:
  1. Guru menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa menyusun rancangan belajar. Seorang guru memungkinkan siswanya untuk menjalankan proses belajar atau membentuk pengertiannya sendiri. Yang perlu diperhatikan di sini adalah guru menyediakan pengalaman belajar bagi siswa itu sendiri. Mengajar dalam bentuk ceramah bukanlah menjadi tugas utama seorang guru.
  2. Guru memberikan kegiatan-kegiatan yang membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan membantu siswa untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya atau mengkomunikasikan ide ilamiah mereka. Dengan kata lain, guru memberi semangat kepada siswa untuk berpikir, mencari pengalaman baru. Bahkan guru perlu memberikan pengalaman konflik. Pengalaman konflik yang dimaksudkan yakni pemaparan mengenai sebuah kasus atau persoalan yang perlu dipecahkan sendiri oleh siswa tersebut. Guru harus menyemangati siswa.
  3. Guru memonitor atau mengevaluasi apakah proses berpikir siswa dan cara mengekspresikan pikiran berhasil atau tidak. Guru mempertanyakan apakah pengetahuan siswa cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang akan dihadapi. Sangatlah penting bahwa seorang guru tidak pernah mengatakan bahwa pandangannya merupakan kebenaran tunggal. Selalu terbuka kemungkinan terhadap perembangan baru. Guru yang baik seharusnya tidak mengajukan solusi yang tunggal tanpa argumen terhadap satu persoalan. Artinya menawarkan jawaban tetapi siswa diminta untuk menemukan jawaban-jawaban alternatif.

Mengajar bukan dimaksudkan memindahkan  (mentransfer) pengetahuan dari guru kepada siswa. Mengajar merupakan kegiatan membantu siswa untuk mengembangkan pemikirannya sendiri. Mengajar merupakan bentuk pastisipasi guru dalam proses membentuk pengertian siswa. Dengan kata lain, aktivitas mengajar merupakan suatu bentuk dari proses belajar. Mengajar yang baik hanya menjadi mungkin kalau si pengajar berpikir dengan baik. Berpikir yang baik merupakan syarat mutlak yakni mempunyai pengertian yang jernih dan susunan pengertian yang teratur. Belajar dalam pengertian ini dimasudkan sebagai usaha seseorang untuk berpikir secara konstruktif. Proses berpikir jauh lebih penting dari pada sekedar berusaha untuk mendapatkan jawaban. Siswa dibantu untuk berpikir, siswa berusaha untuk mencari jawaban sendiri.
      Lain Rousseau, lain Dewey lain pula John Locke adalah seorang filsuf  dari Inggris yang menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan  empirisme. Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme itu sendiri berasal dari kata Yunani yaitu “Empiris” yang berarti pengalaman inderawi. Oleh karena itu empirisme adalah faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalan baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Pada dasarnya Empirisme sangat bertentangan dengan Rasionalisme. Rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan yang sejati berasal dari ratio, sehingga pengenalan inderawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur. sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan.
Locke disebut sebagai nabi revolusi yang paling moderat dan paling berhasil dari seluruh revolusi yang ada. Disebut demikian karena tujuan revolusi nya sederhana, tetapi benar – benar tercapai. Selain itu, di dalam bidang filsafat politik, Locke juga dikenal sebagai filsuf negara liberal. Bersama dengan rekannya, Isaac Newton, Locke dipandang sebagai salah satu figur terpenting di era Pencerahan. Locke menandai lahirnya era Modern dan juga era pasca-Descartes (post-Cartesian), karena pendekatan Descartes tidak lagi menjadi satu-satunya pendekatan yang dominan di dalam pendekatan filsafat waktu itu. Locke juga menekankan pentingnya pendekatan empiris dan juga pentingnya eksperimen-eksperimen di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Tulisan-tulisan Locke tidak hanya berhubungan dengan filsafat, tetapi juga tentang pendidikanekonomiteologi, dan medis. Karya-karya Locke yang terpenting adalah “Esai tentang Pemahaman Manusia” (Essay Concerning Human Understanding), buku ini menceritakan tentang semua pengalaman datang dari pengalaman (Solomon:108). Dia mengatakan bahwa tidak ada ide yang diturunkan seperti yang dikatakan Plato. Dengan kata lain dia menolak innate idea atau ide bawaan. Tulisan-Tulisan lain Locke adalah tentang Toleransi” (Letters of Toleration) yang isinya tentang perlu pemisahan tegas antara urusan agama dan urusan negara sebab tujuan masing-masing sudah berbeda.
 Berangkat dari berbagai pendapat para ahli di atas,“Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dengan demikian bisa ambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan. Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan  akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan bangsa dan negara.
Bila kita kilas balik ke belakang, pendidikan yang kita kenal sekarang ini sebenarnya merupakan ”adopsi” dari berbagai model pendidikan di masa lalu. Informasi mengenai bagaimana model pendidikan di masa prasejarah masih belum dapat terekonstruksi dengan sempurna.Namun bisa diasumsikan bahwa ”media pembelajaran” yang ada pada masa itu berkaitan dengan konteks sosial yang sederhana. Terutama berkaitan dengan adaptasi terhadap lingkungan di kelompok sosialnya.Suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh misalnya Amerika, Inggrisd, Perancis, Korea, Jepang  dan lain-lain neggara maju, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila pendidikan mereka setarap dengan kita saat ini. Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan.

Konsep Dasar Ilmu Pendidikan


Konsep Dasar Ilmu Pendidikan
Tidak ada satupun kegiatan manusia di dunia ini yang lepas dari aktivitas pendidikan, apakah itu pendidikan informal, formal dan nonformal. Dengan kata lain pendidikan itu mencakup seluruh asfek kehidupan sejak manusia pertama (Adam-Hawa) hingga manusia modern sekarang ini. Sejakan anak manusia dilahirkan hingga ke liang lahat (meninggal) semuanya membutuhkasn pendidikan, sekalipun mungkin bukan pendidikan formal tetapi tetap saja dibutuhkan pendidikan informal dan nonformal itu.  Manifestasi kegiatan pendidikan itu dapat dilihat melalui kegiatan antara lain seperti kegiatan ekonomi, social, politik, hukum, pertanian, dan lain sebagainya yang menyangkut segenap asfek kehidjupan manusia. Jabatan apakah yang dapat disandang, atau dilakoni oleh seseorang  manusia tanpa melalui pendidikan? Hal ini membuktikan bahwa betapa pentingnya mempelajari ilmu pendidikan agar pendidikan itu tidak salah arah.
Berbicara tentang pengertian ilmu pendidikan tidak terlepas dari dua kata yang dipadukan yaitu ilmu dan pendidikanilmu adalah Pengetahuan tentang sesuatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) tertentu. (Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka). Sedangkan  pendidikan adalah usaha-usaha yang sengaja dipilih untuk mempengaruhi dan membantu anak (peserta didik) dengan tujuan peningkatan keilmuan, jasmani dan akhlak mulia sehingga secara bertahap dapat mengantarkan anak (peserta didik) kepada tujuannya yang ingin dicapai. Agar anak (peserta didik) hidup bahagia, serta seluruh apa yang dilakukannya menjadi bermanfaat bagi dirinya dan masyarakat. (Mahmud Yunus). Dengan demikian dapat ditegaskan bahwa Ilmu Pendidikan adalah suatu kumpulan ilmu pengetahuan yang tersusun secara sistematis yang memiliki metode-metode tertentu yang ilmiah untuk menyelidiki, investigasi, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan bantuan atau didikan yang diberikan oleh orang “dewasa” kepada orang yang “belum dewasa” untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan peserta didik untuk mencapai kehidupan yang lebih bermakna bagi dirinya, masyarakat bangsa, negara dan sang Pencipta.
Education is most powerfull weapon, we can use to change the world  (Pendidikan adalah senjata paling ampuh, yang bisa kita gunakan untuk mengubah dunia) demikian kata yang terkenal dari Nelson Mandela. Kutipan ini menunjukkan bahwa betapa pentingnya  pengetahuan dan pendidikan bagi umat manusia. Sumber pokok kekuatan manusia adalah pengetahuan. Disebut demikian karena manusia dengan pengetahuannya mampu melakukan olah-cipta, raga, rasa, dan karsa sehingga manusia mampu  bertahan dalam derasnya arus masa yang terus maju dan berkembang. Proses olah-cipta tersebut terlaksana berkat adanya aktivitas yang dinamakan Pendidikan. Pendidikan merupakan sarana utama untuk menyukseskan pembangunannasional, karena dengan pendidikan diharapkan dapat mencetak sumber dayamanusia (SDM) berkualitas yang dibutuhkan dalam pembangunan. Titik berat pembangunan pendidikan dewasa ini terletak pada peningkatan mutu setiap jenjang dan jenis pendidikan serta perluasan  kesempatan belajar. Pendidikan juga          merupakan hal mutlak yang harus dipenuhi dalam upaya meningkatkan taraf hidup suatu bangsa agar tidak sampai menjadi bangsa yang terbelakang dan tertinggal dengan bangsa lain. Pendidikan merupakan kunci dalam meningkatkan kualitas bangsa. Jean Jacques Rousseau (1712-1778) mentatakan, menyarankan konsep pendidikan “kembali ke alam” dan pendekatan yang bersifat alamiah dalam pendidikan anak. Bagi Rousseau pendekatan alamiah berarti anak akan berkembang secara optimal, tanpa hambatan. Menurut Rousseau bahwa pendidikan yang bersifat alamiah menghasilkan dan memacu berkembangnya kualitas semacam kebahagiaan, spontanitas dan rasa ingin tahu. Rousseau percaya bahwa walaupun kita telah melakukan kontrol terhadap pendidikan yang diperoleh dari pengalaman sosial dan melalui indera, tetapi kita tetap tidak dapat mengontrol pertumbuhan yang sifatnya alami.
Untuk mengetahui kebutuhan anak, guru harus mempelajari ilmu yang berkaitan dengan anak-anak. Tujuannnya adalah agar guru dapat memberikan pelajaran yang sesuai dengan minat anak. Jadi, yang menjadi titik pangkal adalah anak. Tujuan pendidikan menurut gagasan Rousseau adalah membentuk anak menjadi manusia yang bebas. Rousseau yakin bahwa seorang ibu dapat menjamin pendidikan anaknya secara alamiah. Ia berprinsip bahwa dalam mendidik anak, orang tua perlu memberi kebebasan pada anak agar mereka dapat berkembang secara alamiah.
Jika JJ. Rousseau menekankan pendidikan konsep pendidikan “kembali ke alam” dan pendekatan yang bersifat alamiah, maka Dewey menekankan pentingnya kebebasan akademik dalam lingkungan pendidikan. Ia dengan secara tidak langsung menyatakan bahwa kebebasan akademik diperlukan guna mengembangkan prinsip demokrasi di sekolah yang bertumpu pada interaksi dan kerja sama, berdasarkan pada sikap saling menghormati dan memperhatikan satu sama lain; berpikir kreatif menemukan solusi atas problem yang dihadapi bersama, dan bekerja sama untuk merencanakan dan melaksanakan solusi. Secara implisit hal ini berarti sekolah demokratis harus mendorong dan memberikan kesempatan kepada semua siswa untuk aktif berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, merancang kegiatan dan melaksanakan rencana tersebut.
Dewey sangat menganggap penting pendidikan dalam rangka mengubah dan membaharui suatu masyarakat. Dewey percaya bahwa pendidikan dapat berfungsi sebagai sarana untuk peningkatan keberanian dan pembentukan kemampuan inteligensi. Dengan itu, dapat pula diusahakan kesadaran akan pentingnya penghormatan pada hak dan kewajiban yang paling fundamental dari setiap orang. Baginya ilmu Pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat. Maksud dan tujuan sekolah adalah untuk membangkitkan sikap hidup yang demokratis dan untuk mengembangkannya. Pendidikan merupakan kekuatan yang dapat diandalkan untuk menghancurkan kebiasaan yang lama dan membangun kembali yang baru. Bagi Dewey, lebih penting melatih pikiran manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dari pada mengisinya secara sarat dengan formulai-formulasi secara sarat teoritis yang tertib. Pendidikan  harus pula mengenal hubungan yang erat antara tindakan dan pemikiran, antara eksperimen dan refleksi. Pendidikan yang merupakan kontiunitas dari refleksi atas pengalaman juga akan mengembangkan moralitas dari anak-anak didik. Dengan demikian belajar dalam arti mencari pengetahuan, merupakan suatu proses yang berkesinambungan. Dalam proses ini, ada perjuangan yang terus menerus untuk membentuk teori dalam konteks eksperimen dan pemikiran.
Dewey mengadakan penelitiannya mengenai pendidikan di sekolah-sekolah dan mencoba menerapkan teori pendidikannya dalam praktek di sekolah-sekolah. Hasilnya, ia meninggalkan pola dan proses pendidikan tradisional yang mengandalkan kemampuan mendengar dan menghafal. Sebagai gantinya, ia menekankan pentingnya kreativitas dan keterlibatan siswa dalam diskusi dan pemecahan masalah. Dewey, yang penting bagi seorang guru adalah melatih pikiran siswa untuk memecahkan masalah yang dihadapi, dari pada mengisinya secara sarat dengan formulai-formulasi, teori-teori. Guru tidak boleh membuat penyiksaan fisik yang sewenang-wenang terhadap siswa dan mengindoktrinir mereka dengan doktrin-doktrin. Sebab dengan demikian hanya akan menghilangkan kebebasan dalam pelaksanaan pendidikan. Dewey memprotes cara belajar dengan mengandalkan kemampuan mendengar dan menghafal. Yang penting yakni guru mendampingi siswa dalam berkreativitas dan berdiskusi dalam menyelesaikan masalah. Dengan demikian seorang guru harus berperan sebagai mediator atau fasilitator yang membantu proses belajar seorang siswa.  Oleh kerena itu, seorang guru memiliki tiga tugas utama:
  1. Guru menyediakan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa menyusun rancangan belajar. Seorang guru memungkinkan siswanya untuk menjalankan proses belajar atau membentuk pengertiannya sendiri. Yang perlu diperhatikan di sini adalah guru menyediakan pengalaman belajar bagi siswa itu sendiri. Mengajar dalam bentuk ceramah bukanlah menjadi tugas utama seorang guru.
  2. Guru memberikan kegiatan-kegiatan yang membangkitkan rasa ingin tahu siswa dan membantu siswa untuk mengekspresikan gagasan-gagasannya atau mengkomunikasikan ide ilamiah mereka. Dengan kata lain, guru memberi semangat kepada siswa untuk berpikir, mencari pengalaman baru. Bahkan guru perlu memberikan pengalaman konflik. Pengalaman konflik yang dimaksudkan yakni pemaparan mengenai sebuah kasus atau persoalan yang perlu dipecahkan sendiri oleh siswa tersebut. Guru harus menyemangati siswa.
  3. Guru memonitor atau mengevaluasi apakah proses berpikir siswa dan cara mengekspresikan pikiran berhasil atau tidak. Guru mempertanyakan apakah pengetahuan siswa cukup untuk memecahkan persoalan-persoalan yang akan dihadapi. Sangatlah penting bahwa seorang guru tidak pernah mengatakan bahwa pandangannya merupakan kebenaran tunggal. Selalu terbuka kemungkinan terhadap perembangan baru. Guru yang baik seharusnya tidak mengajukan solusi yang tunggal tanpa argumen terhadap satu persoalan. Artinya menawarkan jawaban tetapi siswa diminta untuk menemukan jawaban-jawaban alternatif.

Mengajar bukan dimaksudkan memindahkan  (mentransfer) pengetahuan dari guru kepada siswa. Mengajar merupakan kegiatan membantu siswa untuk mengembangkan pemikirannya sendiri. Mengajar merupakan bentuk pastisipasi guru dalam proses membentuk pengertian siswa. Dengan kata lain, aktivitas mengajar merupakan suatu bentuk dari proses belajar. Mengajar yang baik hanya menjadi mungkin kalau si pengajar berpikir dengan baik. Berpikir yang baik merupakan syarat mutlak yakni mempunyai pengertian yang jernih dan susunan pengertian yang teratur. Belajar dalam pengertian ini dimasudkan sebagai usaha seseorang untuk berpikir secara konstruktif. Proses berpikir jauh lebih penting dari pada sekedar berusaha untuk mendapatkan jawaban. Siswa dibantu untuk berpikir, siswa berusaha untuk mencari jawaban sendiri.
      Lain Rousseau, lain Dewey lain pula John Locke adalah seorang filsuf  dari Inggris yang menjadi salah satu tokoh utama dari pendekatan  empirisme. Empirisme adalah suatu aliran dalam filsafat yang menyatakan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Empirisme itu sendiri berasal dari kata Yunani yaitu “Empiris” yang berarti pengalaman inderawi. Oleh karena itu empirisme adalah faham yang memilih pengalaman sebagai sumber utama pengenalan baik pengalaman lahiriah yang menyangkut dunia maupun pengalaman batiniah yang menyangkut pribadi manusia. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. Pada dasarnya Empirisme sangat bertentangan dengan Rasionalisme. Rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan yang sejati berasal dari ratio, sehingga pengenalan inderawi merupakan suatu bentuk pengenalan yang kabur. sebaliknya Empirisme berpendapat bahwa pengetahuan berasal dari pengalaman sehingga pengenalan inderawi merupakan pengenalan yang paling jelas dan sempurna. Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan.
Locke disebut sebagai nabi revolusi yang paling moderat dan paling berhasil dari seluruh revolusi yang ada. Disebut demikian karena tujuan revolusi nya sederhana, tetapi benar – benar tercapai. Selain itu, di dalam bidang filsafat politik, Locke juga dikenal sebagai filsuf negara liberal. Bersama dengan rekannya, Isaac Newton, Locke dipandang sebagai salah satu figur terpenting di era Pencerahan. Locke menandai lahirnya era Modern dan juga era pasca-Descartes (post-Cartesian), karena pendekatan Descartes tidak lagi menjadi satu-satunya pendekatan yang dominan di dalam pendekatan filsafat waktu itu. Locke juga menekankan pentingnya pendekatan empiris dan juga pentingnya eksperimen-eksperimen di dalam mengembangkan ilmu pengetahuan.
Tulisan-tulisan Locke tidak hanya berhubungan dengan filsafat, tetapi juga tentang pendidikanekonomiteologi, dan medis. Karya-karya Locke yang terpenting adalah “Esai tentang Pemahaman Manusia” (Essay Concerning Human Understanding), buku ini menceritakan tentang semua pengalaman datang dari pengalaman (Solomon:108). Dia mengatakan bahwa tidak ada ide yang diturunkan seperti yang dikatakan Plato. Dengan kata lain dia menolak innate idea atau ide bawaan. Tulisan-Tulisan lain Locke adalah tentang Toleransi” (Letters of Toleration) yang isinya tentang perlu pemisahan tegas antara urusan agama dan urusan negara sebab tujuan masing-masing sudah berbeda.
 Berangkat dari berbagai pendapat para ahli di atas,“Pendidikan merupakan segala bidang penghidupan, dalam memilih dan membina hidup yang baik, yang sesuai dengan martabat manusia” Dengan demikian bisa ambil kesimpulan bahwa Pendidikan merupakan hal yang sangat penting dan tidak bisa lepas dari kehidupan. Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Sudah menjadi suatu rahasia umum bahwa maju atau tidaknya suatu negara di pengaruhi oleh faktor pendidikan. Begitu pentingnya pendidikan, sehingga suatu bangsa dapat diukur apakah bangsa itu maju atau mundur, karna seperti yang kita ketahui bahwa suatu Pendidikan  akan mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas baik dari segi spritual, intelegensi dan skill dan pendidikan merupakan proses mencetak generasi penerus bangsa. Apabila output dari proses pendidikan ini gagal maka sulit dibayangkan bagaimana dapat mencapai kemajuan bangsa dan negara.
Bila kita kilas balik ke belakang, pendidikan yang kita kenal sekarang ini sebenarnya merupakan ”adopsi” dari berbagai model pendidikan di masa lalu. Informasi mengenai bagaimana model pendidikan di masa prasejarah masih belum dapat terekonstruksi dengan sempurna.Namun bisa diasumsikan bahwa ”media pembelajaran” yang ada pada masa itu berkaitan dengan konteks sosial yang sederhana. Terutama berkaitan dengan adaptasi terhadap lingkungan di kelompok sosialnya.Suatu bangsa yang ingin maju, pendidik harus dipandang sebagai sebuah kebutuhan sama halnya dengan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Maka peningkatan mutu pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan suatu bangsa. Kita ambil contoh misalnya Amerika, Inggrisd, Perancis, Korea, Jepang  dan lain-lain neggara maju, mereka takkan bisa jadi seperti sekarang ini apabila pendidikan mereka setarap dengan kita saat ini. Jepang sangat menghargai Pendidikan, mereka rela mengeluarkan dana yang sangat besar hanya untuk pendidikan.

Rabu, 04 April 2018

SOAL PR UNTUK PRODI SEJARAH KELAS B PAGI


SOAL PR UNTUK PRODI SEJARAH KELAS B PAGI
Dosen : Prof.Dr.Hamid Darmadi.M.Pd
Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
1.    Sebutkan Jalur, Jenjang dan Jenis Pendidikan di Indonesia?
2.    Apa Tujuan  dan Fungsi Pendidikan Nasional?
3.    Apa saja Prinsip Penyelenggaraan Pendidikan Nasional?
4.    Bagaimana Esensial Pendidikan Karakter di sekolah?
5.    Apakah Tantangan Pendidikan di Era Globalisasi?
6.    Apakah Hakikat Pendidikan di Era Global?
7.    Apa saja Karakteristik Pendidikan di Era Globalisasi?
8.    Apa Solusi menghadapi tantangan Pendidikan di era global?
9.       Bagaimana Esensial Pendidikan Karakter di sekolah?
Catatan: Dijawab di atas kertas Folio bergaris tulis tangan

Selasa, 06 Februari 2018

PENTINYA PENDIDIKAN BAGI SEBUAH BANGSA : HAMID DARMADI

PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI SEBUAH BANGSA
Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat, dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan, yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat mempermainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tetap untuk masa yang akan datang. 
Dari pengertian di atas mengungkapkan bahwa pendidikan adalah hal yang sangat penting untuk masyarakat dalam memajukan negara. Dan juga sangat penting dalam proses pembangunan negara untuk menjadi negara yang lebih maju. Berkenaan dengan itu Francis Bacon mengatakan “Knowledge is power” Pengetahuan adalah kekuatan selanjutnya Nelson Mandela   Education is most powerfull weapon, we can use to change the world atau Pendidikan adalah senjata paling ampuh, bisa kita gunakan untuk mengubah dunia. Kemajuan teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain. Semakin berkembangnya ilmu teknologi yang tinggi, semakin jauhnya ketertinggalan  pendidikan bagi anak–anak bangsa yang hidup di daerah terpencil, terluar dan terdepan sebagai beranda depan bangsa.

Kalau boleh jujur kita katakana sampai saat ini masih banyak sekolah yang tidak mempunyai gedung yang layak. Masih terbatasnya kualitas guru dan kurangnya guru yang mengajar para siswa terutama di daerah perbatasan dan beranda depan negara. Sehingga pelajaran yang seyogianya dijalankan tidak efisien. Rendahnya kualitas siswa karena banyak siswa yang tidak mendapatkan haknya untuk bersekolah.  Karena itu siswa tidak mendapatkan ilmu yang sesuai dengan umurnya yang di dapat oleh para siswa lainnya di kota. Hal ini menjadi keprihatinan yang besar karena jika masalah ini tidak dituntaskan, pembangunan negara bangsa tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Hal yang teramat sering menjadi kendala disamping sarana prasarana juga adalah mahalnya biaya pendidikan.
Sesungguhnya Pemerintahlah berkewajiban menjamin setiap warga negaranya memperoleh pendidikan yang layak sesuai dengan pasal 31 UUD 1945 yang mengatakan: (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. (3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undangundang. (4) Negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurangkurangnya dua puluh persen dari anggaran pendapatan dan belanja negara serta dari aggaran pendapatan dan belanja daerah untuk memenuhi kebutuhan penyelenggaraan pendidikan nasional.  (5) Pemerintah memajukan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dan menjamin akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan yang bermutu.

Banyak sekolah-sekolah elite di kota besar dengan sarana prasarana yang lengkap. Sedangkan di kota-kota terpencil, jangankan sarana yang memadai, gedung sekolah pun tidak jarang hanhya terbuat dari anyaman rotan/bambu yang di dalamnya diisi dengan bangku-bangku yang berkayu lapuk, yang musim hujan kebasahan, musim kemarau siswanya kepanasan.  Secara kependudukan mereka juga adalah warganegara Indonesia yang tinggal di pelosok negeri mestinya berhak mendapatkan sarana prasarana pendidikan yang cukup.
Kesadaran masyarakat di daerah pedalaman akan arti pentingnya pendidikan bagi sebuah warga negara juga memberikan kontribusi yang signifikan menyumnbang akan keterbelakangan pendidikan di daerah pedalam, terpencil, terluar dan terdepan. Hal ini dapat diketahui dari masih banyak anak-anak yang lebih memilih untuk membantu orangtuanya untuk bercocok tanam di sawah dibandingkan untuk menimba ilmu di sekolah. Hal ini juga disumbangkan oleh mereka yang belum mengerti akan pentingnya pendidikan bagi dirinya maupun sebuah bangsa yang berdasulat.

Solusi dari berbagai permasalahan di atas dapat diperbaiki dengan komitmen pemerintah yang kuat demi pengembangan pendidikan di daerah-daerah terpencil mulai dari pendanaan, penyediaan fasilitas, dan tenaga pendidik yang cukup. Besar harapan Indonesia untuk menjadi negara yang mempunyai pendidikan yang merata. Masih banyak anak–anak yang ingin mendapatkan fasilitas untuk bersekolah dengan layak seperti halnya di kota–kota besar. Sehingga banyak anak–anak Indonesia yang dapat berkembang dan menyatukan Indonesia atas nama pendidikan. Semoga.

Minggu, 07 Januari 2018

SOALPENGANTAR PPKn UNTUK PRODI PPKn I/A PAGI :

SOALPENGANTAR PPKn UNTUK PRODI PPKn I/A PAGI :
1.    Mengapa Program Studi PPKn perlu mempelajari Pendidikan Kewarganegaraan
2.    Sebutkan  dan jelaskan bagaimana visi misi Pendidikan Kewarganegaraan ?
3.    Samakah PPKn dengan Pendidikan Pancasila? Kemukakan jawaban anda!
4.    Sebutkan dan jelaskan sedikitnya empat (4) unsur-unsur beridiriya suatu negara!!
5.    Sebutkan dan jelaskan sedikitnya tiga (3) teori-teori terbentuknya suatu negara!
6.    Sebutkan dan jelaskan sedikitnya empat (4) asas-asas dalam Bela Negara!
7.    Apa yang dimaksud dengan Desentralisasi dan Sentralisasi dalam otonomi daerah!
8.    Bagaimana pelaksanaan kebijakan ekonomi daerah selama ini? apa faktor pendukung dan penghambat keberhasilan pelaksanaan kebijakan otonomi daerah?
9.    Jelaskan apa yang anda ketaahui tentang:
a.    Ketahanan nasional :
b.    Ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan ketahanan nasional : .
c.    Konsepsi ketahanan nasional :
Pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, serasi dan, selaras dalam, seluruh aspek, kehidupan nasional
SOAL PR PROFESI KEPENDIDIKAN UNTUK PRODI SEJARAH III/A PAGI                                      
1.    Jelaskan mengapa seorang calon guru perlu mempelajari Profesi Kependidikan?
2.    Apa tujuan anda mempelajari Profesi Kependidikan?
3.    Guru harus memiliki 4 kompetensi Guru Jelaskan apa sebab sebabnya?
4.    Bagaimana strategi guru untuk meningkatkan profesionalismenya?
5.    Bagaimana tanggapan anda terhadap UU Guru dan Dosen?
6.    Mengapa sebelum menentukan instrumen assesment terlebih dahulu harus melakukan analisis terhadap kompetensi dasar? Dan bagaimana prosedurnya?
7.    Jelaskan perbedaan antara assesment dengan menggunakan metode tes dan non tes?
8.    Mengapa sebelum membuat instrumen assesment harus mempertimbangkan prinsip-prinsip?
9.    Apakah yang dimaksud dengan belajar tuntas?

10.  Buatlah lembar obersevasi untuk aspek kognitif, psikomotorik dan afektic