Sabtu, 07 Juli 2018

Pengertian Pendidikan


Pengertian Pendidikan
Pendidikan  sebagai usaha sadar dan terencana bertujuan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran bagi peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pada sisi lain, pendidikan diartikan juga sebagai upaya pembelajaran pengetahuanketerampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi memungkinkan pula dilakukan secara otodidak. Dengan demikian dapat ditegaskan  bahwa pendidikan adalah usaha sadar, terencana dan sistematis dari orang “dewasa” kepada orang yang “belum dewasa” untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai (kedewasaan) taraf hidup yang lebih baik.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirinya, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukannya, masyarakat bangsa dan negara. Pengertian pendidikan dalam arti luas adalah  segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan hidup, pendidikan dalam arti luas ini artinya segala kegiatan, pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang dapat memberikan pengaruh, perubahan, dan pertumbuhan bagi kehidupan.
Pendidikan dalam arti sempit, adalah sekolah bentuk pendidikan ini merupakan pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial. Masa pendidikannya hanya proses pembelajaran yang berlangsung dalam waktu terbatas  yaitu masa anak dan remaja, pendidikan ini dilakukan pada saat masa kita sekolah ataupun kita kuliah sehingga waktu hanya sebatas kita bersekolah itu saja berbeda dengan sekolah dalam arti luas seperti diatas yang dilakukan selamanya atau seumur hidup.
Pengertian pendidikan menurut UUNo 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasioanal, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana  untuk mewujudkan suasan belajar dan proses pemebajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Negara.Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, baik yang didapat dari lembaga formal maupun informal. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan tujuan pendidikan yang tepat. Tujuan pendidikan akan menentukan keberhasilan dalam proses pembentukan pribadi manusia, tentunya diimbangi dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Pendidikan merupakan suatu hal yang luhur karena hakikatnya belajar sejak lahir sampai akhir hayat. Belajar merupakan sebuah cara agar manusia dapat memiliki peribadi yang luhur, bermartabat dan berahklak mulia. Untuk dapat memahami hakikat pendidikan itu secara mendalam.
Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian pendidikan berdasarkan berbagai sudut pandang ilmuan sebagai berikut: 
1.   UU No. 2 Tahun 1989 menyebutkan: Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang
2.   UU Sisdiknas No.20 tahun 2003 menyebutkan: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik,pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan,dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat
3.    Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.
4.     Ensiklopedi Pendidikan Indonesia menyebutkan: Pendidikan adalah sebagai proses membimbing manusia atau anak didik dari kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan, dan kecerdasan pengetahuan.
5.     Ki Hajar Dewantara menyebutkan: Pendidikan adalah suatu tuntutan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada diri peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.
6.     GBHN menyebutkan.Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan keperibadian dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup
7. Dedi Supriadi menyebutkan. Pendidikan adalah salah satu fungsi yang harus dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga dan masyarakat secara terpadu dengan berbagai institusi yang memang diadakan dengan sengaja untuk mengembangkan fungsi pendidikan
8.     Iman Barnadib: Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik
9. John Dewey: Pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.
10.  Herman H. Horn menyebutkan: Pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.
11. Stella Van Petten Henderson menyebutkan: Pendidikan yaitu suatu kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial.
12. Kohnstam dan Gunning menyebutkan: Pendidikan merupakan suatu pembentukan hati nurani manusia, yakni pendidikan ialah suatu proses pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani.
13. Frederick J. Mc Donald: pendidikan ialah suatu proses yang arah tujuannya adalah merubah tabiat manusia atau peserta didik kearah yang lebih baik.
14. Plato menyebutkan: Pendidikan adalah sesuatu yang dapat membantu perkembangan individu dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan
15.  Mary McLeod Bethune: Pendidikan dalam arti sempit adalah suatu perbuatan atau proses untuk memperoleh sebuah pengetahuan.
16. Edgar Dale menyebutkan: Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui bimbingan, pengajaran, pembelajaran dan pelatihan yang berlangsung, baik dilakukan disekolah maupu diluar sekolah sepanjang hidup untuk mempersiapkan peseta didik agar dapat menjalankan perannya dalam lingkungan untuk masa yang akan datang.
17. Ibnu Sina menyebutkan: Pendidikan dan pembelajaran berkaitan dengan seluruh aspek yang ada pada diri manusia, mulai dari fisik, mental dan moral. Pendidikan dilarang mengabaikan perkembangan fisik dan apapun yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan fisik seperti olahraga, minuman, makanan, kebersihan dan tidur. Jadi pendidikan tidak hanya memperhatikan aspek moralnya saja namun juga membentuk individu yang menyeluruh termasuk jiwa, karakter dan fikiran.
18. Godfrey Thomson menyebutkan: Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghsilkan perubahan tepat di dalam kebiasaan atau adat tingkah laku, pikiran dan perasannya.
19.  UNESCO menyebutkan: “Education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist” (bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada). Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value). Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu,sekarang,dan masa yang akan datang.
20.  Girex B: Pendidikan adalah berbagai upaya dan usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mendidik peserta didik dan mengatur moral mereka.
21.  Gunning dan Kohnstamm menyebutkan. Pendidikan adalah proses pembentukan hati nurani. Sebuah pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani
22.  Carter V. Good menyebutkan; Pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana seseorang dipengaruhi oleh lingkungan yang terpimpin khususnya di dalam lingkungan sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan sosial dan dapat mengembangkan kepribadiannya.
23. Theodore Brameld menyebutkan; Pendidikan memiliki fungsi yang luas yaitu sebagai pengayom dan pengubah kehidupan suatu masyarakat jadi lebih baik dan membimbing masyarakat yang baru supaya mengenal tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah sebuah proses yang lebih luas dari sekedar periode pendidikan di sekolah. Pendidikan adalah sebuah proses belajar terus menerus dalam keseluruhan aktifitas sosial sehingga manusia tetap ada dan berkembang.
24.  Paulo Freire menyebutkan: Pendidikan adalah jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah masa dimana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka, damana melalui praksis mengubah keadaan itu. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama, dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan.
25.  Martinus Jan Langeveld menyebutkan; Pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan

Berdasarkan berbagai pengertian pendidikan menurut para ahli didik tersebut  di atas dapat disimpulkan bahwa: Pendidikan adalah seluruh aktivitas atau upaya secara sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik terhadap semua aspek perkembangan kepribadian, baik jasmani maupun ruhani, baik secara formal, informal maupun non formal yang berjalan terus menerus untuk mencapai kebahagiaan dan nilai yang tinggi, baik nilai insaniyah maupun ilahiyah pada diri manusia. Dalam konteks ini, kegiatan pendidikan dapat dilakukan oleh tiga kelompok yaitu; diri sendiri, lingkungan (alam) dan orang lain. Jangkauannya mencakup tiga wilayah; yaitu:jasmani, akal-pikiran dan hati. Sementara  tempatnya juga mencakup tiga wilayah yaitu; rumah, sekolah dan lingkungan.
Dalam konteks di atas, pendidikan berarti upaya menumbuhkan keperibadian serta menanamkan rasa tanggung jawab. Fungsi pendidikan terhadap diri manusia laksana makanan yang berfungsi memberi kekuatan, kesehatan dan pertumbuhan, sebagai persiapan untuk mencapai tujuan hidup secara efektif dan efesien”. Oleh karena itu, sistem dan tujuan pendidikan bagi suatu masyarakat tidak dapat diimpor atau diekspor dari atau ke suatu masyarakat. Pendidikan harus timbul dari dalam masyarakat itu sendiri, ia seperti halnya pakaian yang harus diukur dan dijahit sesuai dengan bentuk dan ukuran pemakainya. Ia berdasarkan identitas, pandangan hidup, serta nilai-nilai yang ada pada masyarakat itu sendiri. Dapat ditegaskan bahwa: pendidikan adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang (peserta didik) dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaan yang bertujuan untuk membentuk keperibadian, menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, dan mengarahkan seseorang (peserta didik)untuk menjadi peribadi yang berkompeten, tangguh, nalar, berjiwa besar, berbudi pekerti luhur, cinta tanah air, negara bangsaserta bertanggungjawab. 
Berkenan dengan berbagai pengertian pendidikan tersebut di atas, dikemukan juga apa yang disebut dengan “Ilmu Pendidikan”. Menurut Sutari Imam Bernadib. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang mempelajari suasana dan proses-proses pendidikan. Proses yang dimaksud adalah cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh pendidikan secara sistematis dan bertahap. Selanjugtnya Ngailim Purwanto menyebutkan: Ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik.

Pengertian Pendidikan


Pengertian Pendidikan
Pendidikan  sebagai usaha sadar dan terencana bertujuan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran bagi peserta didik agar secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pada sisi lain, pendidikan diartikan juga sebagai upaya pembelajaran pengetahuanketerampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya melalui pengajaran, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan sering terjadi di bawah bimbingan orang lain, tetapi memungkinkan pula dilakukan secara otodidak. Dengan demikian dapat ditegaskan  bahwa pendidikan adalah usaha sadar, terencana dan sistematis dari orang “dewasa” kepada orang yang “belum dewasa” untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk mencapai (kedewasaan) taraf hidup yang lebih baik.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian dirinya, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukannya, masyarakat bangsa dan negara. Pengertian pendidikan dalam arti luas adalah  segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam segala lingkungan dan sepanjang hidup. Pendidikan adalah segala situasi hidup yang mempengaruhi pertumbuhan hidup, pendidikan dalam arti luas ini artinya segala kegiatan, pengalaman dalam kehidupan sehari-hari yang dapat memberikan pengaruh, perubahan, dan pertumbuhan bagi kehidupan.
Pendidikan dalam arti sempit, adalah sekolah bentuk pendidikan ini merupakan pengajaran yang diselenggarakan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan sekolah terhadap anak dan remaja yang diserahkan kepadanya agar mempunyai kemampuan yang sempurna dan kesadaran penuh terhadap hubungan-hubungan dan tugas-tugas sosial. Masa pendidikannya hanya proses pembelajaran yang berlangsung dalam waktu terbatas  yaitu masa anak dan remaja, pendidikan ini dilakukan pada saat masa kita sekolah ataupun kita kuliah sehingga waktu hanya sebatas kita bersekolah itu saja berbeda dengan sekolah dalam arti luas seperti diatas yang dilakukan selamanya atau seumur hidup.
Pengertian pendidikan menurut UU No 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasioanal, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana  untuk mewujudkan suasan belajar dan proses pemebajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, dan Negara.Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, baik yang didapat dari lembaga formal maupun informal. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan tujuan pendidikan yang tepat. Tujuan pendidikan akan menentukan keberhasilan dalam proses pembentukan pribadi manusia, tentunya diimbangi dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan. Pendidikan merupakan suatu hal yang luhur karena hakikatnya belajar sejak lahir sampai akhir hayat. Belajar merupakan sebuah cara agar manusia dapat memiliki peribadi yang luhur, bermartabat dan berahklak mulia. Untuk dapat memahami hakikat pendidikan itu secara mendalam.
Berikut ini dikemukakan beberapa pengertian pendidikan berdasarkan berbagai sudut pandang ilmuan sebagai berikut: 
1.  UU No. 2 Tahun 1989 menyebutkan: Pendidikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan bagi peranannya di masa yang akan datang
2.   UU Sisdiknas No.20 tahun 2003 menyebutkan: Pendidikan merupakan suatu usaha yang dilakukan secara sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi yang ada didalam dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, kepribadian yang baik,pengendalian diri, berakhlak mulia, kecerdasan,dan keterampilan yang diperlukan oleh dirinya dan masyarakat
3.   Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI): Pendidikan yaitu sebuah proses pembelajaran bagi setiap individu untuk mencapai pengetahuan dan pemahaman yang lebih tinggi mengenai obyek tertentu dan spesifik. Pengetahuan yang diperoleh secara formal tersebut berakibat pada setiap individu yaitu memiliki pola pikir, perilaku dan akhlak yang sesuai dengan pendidikan yang diperolehnya.
4.  Ensiklopedi Pendidikan Indonesia menyebutkan: Pendidikan adalah sebagai proses membimbing manusia atau anak didik dari kegelapan, ketidaktahuan, kebodohan, dan kecerdasan pengetahuan.
5.  Ki Hajar Dewantara menyebutkan: Pendidikan adalah suatu tuntutan dalam hidup tumbuhnya anak-anak. Maksudnya ialah bahwa pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada diri peserta didik agar sebagai manusia dan anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan hidup yang setinggi-tingginya.
6.  GBHN menyebutkan.Pendidikan adalah usaha sadar untuk mengembangkan keperibadian dan kemampuan di dalam dan diluar sekolah dan berlangsung seumur hidup
7. Dedi Supriadi menyebutkan. Pendidikan adalah salah satu fungsi yang harus dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh keluarga dan masyarakat secara terpadu dengan berbagai institusi yang memang diadakan dengan sengaja untuk mengembangkan fungsi pendidikan
8.     Iman Barnadib: Pendidikan adalah usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup atau kemajuan yang lebih baik
9. John Dewey: Pendidikan merupakan suatu proses pengalaman. Karena kehidupan merupakan pertumbuhan, maka pendidikan berarti membantu pertumbuhan batin manusia tanpa dibatasi oleh usia. Proses pertumbuhan adalah proses penyesuaian pada setiap fase dan menambah kecakapan dalam perkembangan seseorang melalui pendidikan.
10.  Herman H. Horn menyebutkan: Pendidikan adalah suatu proses dari penyesuaian lebih tinggi bagi makhluk yang telah berkembang secara fisik dan mental yang bebas dan sadar kepada Tuhan seperti termanifestasikan dalam alam sekitar, intelektual, emosional dan kemauan dari manusia.
11. Stella Van Petten Henderson menyebutkan: Pendidikan yaitu suatu kombinasai dari pertumbuhan dan perkembangan insani dengan warisan sosial.
12. Kohnstam dan Gunning menyebutkan: Pendidikan merupakan suatu pembentukan hati nurani manusia, yakni pendidikan ialah suatu proses pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani.
13. Frederick J. Mc Donald: pendidikan ialah suatu proses yang arah tujuannya adalah merubah tabiat manusia atau peserta didik kearah yang lebih baik.
14. Plato menyebutkan: Pendidikan adalah sesuatu yang dapat membantu perkembangan individu dari jasmani dan akal dengan sesuatu yang dapat memungkinkan tercapainya sebuah kesempurnaan
15.  Mary McLeod Bethune: Pendidikan dalam arti sempit adalah suatu perbuatan atau proses untuk memperoleh sebuah pengetahuan.
16.  Edgar Dale menyebutkan: Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui bimbingan, pengajaran, pembelajaran dan pelatihan yang berlangsung, baik dilakukan disekolah maupu diluar sekolah sepanjang hidup untuk mempersiapkan peseta didik agar dapat menjalankan perannya dalam lingkungan untuk masa yang akan datang.
17. Ibnu Sina menyebutkan: Pendidikan dan pembelajaran berkaitan dengan seluruh aspek yang ada pada diri manusia, mulai dari fisik, mental dan moral. Pendidikan dilarang mengabaikan perkembangan fisik dan apapun yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan fisik seperti olahraga, minuman, makanan, kebersihan dan tidur. Jadi pendidikan tidak hanya memperhatikan aspek moralnya saja namun juga membentuk individu yang menyeluruh termasuk jiwa, karakter dan fikiran.
18.  Godfrey Thomson menyebutkan: Pendidikan adalah pengaruh lingkungan atas individu untuk menghsilkan perubahan tepat di dalam kebiasaan atau adat tingkah laku, pikiran dan perasannya.
19.  UNESCO menyebutkan: “Education is now engaged is preparinment for a tife Society which does not yet exist” (bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada). Konsep system pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai-nilai kebudayaan (transfer of culture value). Konsep pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pendidikan yang sesuai dengan tuntutan kebutuhan pendidikan masa lalu,sekarang,dan masa yang akan datang.
20.  Girex B: Pendidikan adalah berbagai upaya dan usaha yang dilakukan orang dewasa untuk mendidik peserta didik dan mengatur moral mereka.
21. Gunning dan Kohnstamm menyebutkan. Pendidikan adalah proses pembentukan hati nurani. Sebuah pembentukan dan penentuan diri secara etis yang sesuai dengan hati nurani
22.  Carter V. Good menyebutkan; Pendidikan sebagai suatu proses perkembangan kecakapan seseorang dalam bentuk sikap dan prilaku yang berlaku dalam masyarakat. Proses dimana seseorang dipengaruhi oleh lingkungan yang terpimpin khususnya di dalam lingkungan sekolah sehingga dapat mencapai kecakapan sosial dan dapat mengembangkan kepribadiannya.
23.  Theodore Brameld menyebutkan; Pendidikan memiliki fungsi yang luas yaitu sebagai pengayom dan pengubah kehidupan suatu masyarakat jadi lebih baik dan membimbing masyarakat yang baru supaya mengenal tanggung jawab bersama dalam masyarakat. Jadi pendidikan adalah sebuah proses yang lebih luas dari sekedar periode pendidikan di sekolah. Pendidikan adalah sebuah proses belajar terus menerus dalam keseluruhan aktifitas sosial sehingga manusia tetap ada dan berkembang.
24.  Paulo Freire menyebutkan: Pendidikan adalah jalan menuju pembebasan yang permanen dan terdiri dari dua tahap. Tahap pertama adalah masa dimana manusia menjadi sadar akan pembebasan mereka, damana melalui praksis mengubah keadaan itu. Tahap kedua dibangun atas tahap yang pertama, dan merupakan sebuah proses tindakan kultural yang membebaskan.
25.  Martinus Jan Langeveld menyebutkan; Pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan

Berdasarkan berbagai pengertian pendidikan menurut para ahli didik tersebut  di atas dapat disimpulkan bahwa: Pendidikan adalah seluruh aktivitas atau upaya secara sadar yang dilakukan oleh pendidik kepada peserta didik terhadap semua aspek perkembangan kepribadian, baik jasmani maupun ruhani, baik secara formal, informal maupun non formal yang berjalan terus menerus untuk mencapai kebahagiaan dan nilai yang tinggi, baik nilai insaniyah maupun ilahiyah pada diri manusia. Dalam konteks ini, kegiatan pendidikan dapat dilakukan oleh tiga kelompok yaitu; diri sendiri, lingkungan (alam) dan orang lain. Jangkauannya mencakup tiga wilayah; yaitu:jasmani, akal-pikiran dan hati. Sementara  tempatnya juga mencakup tiga wilayah yaitu; rumah, sekolah dan lingkungan.
Dalam konteks di atas, pendidikan berarti upaya menumbuhkan keperibadian serta menanamkan rasa tanggung jawab. Fungsi pendidikan terhadap diri manusia laksana makanan yang berfungsi memberi kekuatan, kesehatan dan pertumbuhan, sebagai persiapan untuk mencapai tujuan hidup secara efektif dan efesien”. Oleh karena itu, sistem dan tujuan pendidikan bagi suatu masyarakat tidak dapat diimpor atau diekspor dari atau ke suatu masyarakat. Pendidikan harus timbul dari dalam masyarakat itu sendiri, ia seperti halnya pakaian yang harus diukur dan dijahit sesuai dengan bentuk dan ukuran pemakainya. Ia berdasarkan identitas, pandangan hidup, serta nilai-nilai yang ada pada masyarakat itu sendiri. Dapat ditegaskan bahwa: pendidikan adalah bimbingan yang diberikan kepada seseorang (peserta didik) dalam masa pertumbuhan dan perkembangannya untuk mencapai tingkat kedewasaan yang bertujuan untuk membentuk keperibadian, menambah ilmu pengetahuan, membentuk karakter diri, dan mengarahkan seseorang (peserta didik)untuk menjadi peribadi yang berkompeten, tangguh, nalar, berjiwa besar, berbudi pekerti luhur, cinta tanah air, negara bangsaserta bertanggungjawab.
Berkenan dengan berbagai pengertian pendidikan tersebut di atas, dikemukan juga apa yang disebut dengan “Ilmu Pendidikan”. Menurut Sutari Imam Bernadib. Ilmu pendidikan adalah ilmu yang mempelajari suasana dan proses-proses pendidikan. Proses yang dimaksud adalah cara-cara yang dilakukan untuk memperoleh pendidikan secara sistematis dan bertahap. Selanjugtnya Ngailim Purwanto menyebutkan: Ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik.

Kamis, 05 Juli 2018

Mendidik Mengajar Membimbing, dan Melatih


 Mendidik Mengajar Membimbing, dan Melatih
1.     Arti  Mendidik
Mendidik adalah membentuk manusia untuk menempati tempatnya yang tepat dalam susunan masyarakat serta berperilaku secara proporsional sesuai dengan susunan ilmu dan teknologi yang dikuasainya (Naquib Alatas). Mendidik berkonotasi dengan pengertian bahwa pendidik harus mampu menyampaikan setiap ilmu atau koneksi ilmu dengan ilmu yang lain dalam suatu susunan yang teratur dan sistematik dan penyampaiannya sesuai dengan susunan kemampuan dasar (kompetensi) yang dimiliki peserta didik. Pendapat lain mengatakan, mendidik merupakan kewajiban syariat bagi setiap orang yang menjadi pemimpin dan penanggung jawab sesuai dengan kadar tanggung jawab dan kepemimpinannya. Mendidik atau ilmu mendidik (Pedagogik) adalah ilmu atau teori yang sistematis tentang pendidikan yang sebenarnya bagi anak atau untuk anak sampai ia mencapai kedewasaan. Definisi “mendidik” adalah menyediakan sekolah atau pendidikan; Melatih menggunakan instruksi formal dan seseorang yang ahli dibidangnya; Untuk mengembangkan mental, moral dan estetika terutama oleh pendidik; Untuk menyediakan informasi; Melakukan pendekatan atau mengkondisikan untuk merasa, mempercayai, atau bertindak  dengan cara tertentu. “Mendidik” adalah usaha untuk mengantarkan anak didik kearah kedewasaan baik secara jasmani dan rohani. Mendidik bisa diartikan sebagai upaya pembinaan secara personal, sikap mental serta akhlak peserta didik. Mendidik tidak hanya untuk menghantar ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) pendidik akan tetapi menghantar kan nilai-nilai. 
Menurut Karl Heinz Pickel, mendidik adalah usaha untuk memberikan pengajaran anak tentang materi serta pengetahuan yang akan dijumpai setelah dewasa. Heageveld mengatakan mendidik adalah pekerjaan dalam membantu anak didik dalam mencapai kedewasaan. Mendidik adalah mengajak, memotivasi, mendukung, membantu, menginspirasi orang lain untuk melakukan tindakan positif yang bermanfaat bagi dirinya. Pengertian Mendidik: Dilihat dari segi isi, mendidik berkaitan erat dengan moral dan kepribadian. Apabila ditinjau dari segi proses, maka mendidik berhubungan dengan memberikan motivasi (to motivated) untuk belajar (to learn) dan mengikuti (to follow) ketentuan atau tata tertib (norma dan aturan) yang telah menjadi kesepakatan bersama. Selanjutnya  pengertian mendidik dari segi strategi dan metode yang digunakan, mendidik lebih menggunakan keteladan dan pembiasaan (JJ Rousseu)
Pendidikan  merupakan kegiatan integratif olah pikir, olah rasa, dan olah karsa yangbersinergi dengan perkembangan tingkat penalaran peserta didik.  Mengajar yang diikuti oleh kegiatan belajar-mengajar secara bersinergi sehingga materi yangdisampaikan dapat meningkatkan wawasan keilmuwan, tumbuhnya keterampilan dan menghasilkan perubahan sikap mental/ kepribadian, sesuai dengan nilai-nilai absolute dan nilai-nilai nisbi yang berlaku di lingkungan masyarakat dan bangsa bagi anak didik adalah kegiatanmendidik. Mendidik bobotnya adalah pembentukan sikap mental/kepribadian bagi anak didik, sedang mengajar bobotnya adalah penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia.

2.         Arti Mengajar 
Hamalik (2011:44) menyebutkan bahwa mengajar adalah menyampaikan pengetahuan kepada siswa didik atau murid di sekolah, mewariskan kebudayaankepada generasi muda melalui lembaga pendidikan sekolah (hal. 47), usaha mengorganisasi lingkungan sehingga menciptakan kondisi belajar bagi siswa (Hamalik: 2011:48) memberikan bimbingan belajar kepada murid  (2011:50), kegiatan mempersiapkan siswa untuk menjadi warga Negara yang baik sesuai dengan tuntutan masyarakat, dan suatu proses membantu siswa menghadapi kehidupan masyarakat sehari-hari (2011:52). Sejalan dengan Hamalik, Nasution dalam Suryosobroto (2009:15) mengajar merupakan suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya danmenghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi belajar mengajar.Lain halnya dengan
Jika di tinjau dari segi isi maka yang di maksud dengan mengajar dapat di artikan sebagai pemberian bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dapat dilakukan dengan memberikan contoh kepada siswa atau mempraktikan ketrampilan tertentu atau menerapkan konsep yang di berikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat di gunakan dalam kehidupan sehari - hari. Contoh strategi dan metode yang dapat di gunakan untuk mengajar misalnya ekspositori dan inkuiri. Mengajar pada prinsipnya adalah membimbing siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar. Atau dapat pula dikatakan bahwa yang dimaksud dengan mengajar merupakan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran sehingga menimbulkan terjadinya proses belajar pada diri siswa. Pada hakikatnya,  mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan materi pelajaran (transfer informasi) tetapi juga proses mengatur lingkungan supaya siswa belajar. Makna pengajaran yang demikian sering di istilahkan dengan pembelajaran. Ini mengisyaratkan bahwa dalam proses belajar mengajar siswa harus di jadikan sebagai pusat dari kegiatan. hal ini disesuaikan untuk membentuk peradaban dan meningkatkan mutu kehidupan peserta didik.
Hakikat mengajar dapat diartikan sebagai suatu proses, yaitu proses yang di lakukan oleh guru dalam menumbuhkan kegiatan belajar siswa. Jadi peranan guru adalah membimbing, memimpin dan juga sebagai fasilitator. Guru memberi bantuan, menentukan arah kegiatan siswa dan menciptakan kondisi lingkungan yang dapat menjadi sumber bagi siswa untuk melakukan kegiatan belajar.Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral. Sehingga, berhasilnya pendidikan siswa secara formal terletak pada tanggung jawab guru dalam melaksanakan tugas mengajar. Wina Sanjaya (2009:208), mengajar secara deskriptif diartikan sebagai proses penyampaian informasi  atau pengetahuan (transfer of  knowledge) dari guru  kepada siswa. Waini Rasyidin  (2007:34) menyebutkan mengajar adalah  menyajikan  bahan ajar tertentu berupa seperangkat pengetahuan, nilai dan/atau deskrips iketerampilan pada seseorang atau sekumpulan orang/anak dengan maksud agar pengetahuanyang diperlukannya sekarang atau untuk pekerjaan yang akan dijalaninya akan bertumbuhsehingga ia mampu mengembangkan atau meningkatkan intelegensinya secara. Johnson  (2007:37), menyebutkan bahwa proses mengajar harus melibatkan siswa dalam pencarian makna dan harus memungkinkan siswa memahami arti pelajaran yang di pelajari.

3.    Arti Mendidik, Mengajar, Membimbing, dan Melatih
Beberapa pertanyaan yang perlu diungkapkan dalam konteks ini adalah: Apa arti mendidik itu? Samakah mendidik dengan mengajar? Samakah mendidik, mengajar dengan melatih? Apakah perbedaan melatih dan membimbing? Secara etimulogi  perbedaan keempat kata tersebut memang berkaitan erat dengan dunia guru dan dunia pendidikan  yang notabene terkesan mengaburkan arti pendidikan itu sndiri. Terkait dengan arti keempat kata tersebut Suparlan dalam bukunya yang berjudul Menjadi Guru Efektif menyebutkan perbedaan-perbedaan antara mendidik, membimbing, melatih dan mengajar sebagai berikut:
a.      Mendidik.Mendidik sangat berkaitan dengan moral dan kepribadian. Jika ditinjau dari segi proses, maka mendidik berkaitan dengan memberikan motivasi untuk belajar dan mengikuti ketentuan atau tata tertib yang telah menjadi kesepakatan bersama. Kemudian bila ditilik dari segi strategi dan metode yang digunakan, mendidik lebih menggunakan keteladan dan pembiasaan. 
b.      Mengajar.Mengajar berupa bahan ajar dalam bentuk ilmu pengetahuan. Prosesnya dilakukan dengan memberikan contoh kpada siswa atau mempraktikkan keterampilan tertentu atau menerapkan konsep yang diberikan kepada siswa agar menjadi kecakapan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Strategi dan metode yang dapat digunakan untuk mengajar misalnya ekspositori dan inkuiri.
c.      Membimbing. Membimbing berkaitan dengan norma dan tata tertib. Dilihat dari segi prosesnya, maka mendidik dapat dilakukan dengan menyampaikan atau mentransfer bahan ajar yang berupa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dengan menggunakan strategi dan metode mengajar yang sesuai dengan perbedaan individual masing-masing siswa. Lalu kalau dilihat dari strategi dan metode yan digunakan, maka membimbing lebih berupa pemberian motivasi dan pembinaan.
d.      Melatih. Melatih bila ditinjau dari segi isi adalah berupa keterampilan atau kecakapan hidup (life skills). Bila ditinjau dari prosesnya, maka melatih dilakukan dengan menjadi contoh (role model) dan teladan dalam hal moral dan kepribadian. Sedangkan bila ditinjau dari strategi dan metode yang dapat digunakan, yaitu melalui praktik kerja, simulasi, dan magang.

B.     Tujuan Ilmu Pendidikan
Tugas paedagogik teoritis diluar paedagogik histeris diema oleh paedagogik sistematis sehingga cabang ilmunya ini sering disebut juga ilmu mendidikan sistematis. Tugas paedagogik teoritis atau ilmu mendidik sistematis ialah menganalisis dan menyusun persoalan sekitar mendidik secara sistematis untuk menguraikan pokok ilmunya secara teratur sebagai kebulatan holistik (Tim Pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI Bag 1, 2007).
Ilmu pendidikan bertujuan memberikan informasi atau keterangan tentang dasar-dasar pendidikan dalam berbagai situasi atau interaksi pendidikan, jalur dan jenis jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik mencapai kehidupan yang berbudaya dan mandiri yang lebih baik di masa depannya. Memberikan informasi dalam arti menjelaskan permasalahan, sebab-sebab dan kemungkinan mengupayakan dan pembekalan bagi pendidik dalam mendidik putra putrinya atau generasi berikutnya (Tim pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Buku 4, 2007).
Dari penjelasan di atas jelas ada sebuah perbedaan yang mendasar antara tujuan ilmu pendidikan dan tujuan pendidikan. Tujuan ilmu pendidik ditujukan untuk mempersiapkan para pendidik-pendidik yang profesioanl. Sedangkan tujuan pendidikan ditujuan untuk mengembangkan peserta didik untuk mencapai pengembangan diri secara optimal.

Senin, 02 Juli 2018


Konsep Ilmu Pendidikan
Ditinjau dari ruang lingkupnya Ilmu pendidikan membahas tentang proses penyesuaian diri secara timbal balik antara manusia dengan manusia dan alam sebagai pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral, intelektual, dan jasmaniah. Pendidikan adalah usaha sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama di masa yang akan datang. Ilmu Pendidikan merupakan sebuah sistem pengetahuan tentang pendidikan yang diperoleh melalui riset  yang disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan. Konsep-konsep pendidikan tersebut tidak lain merupakan berdasarkan pengalaman yang ditata secara sistematis menjadi suatu kesatuan yaitu disebut skema konseptual. Dengan demikian isi Ilmu Pendidikan, terbentuk dari unsur-unsur yang berupa konsep-konsep tentang variabel-variabel pendidikan, dan bagian-bagian yang berupa skema-skema konseptual tentang komponen-komponen pendidikan.
Dengan demikian konsep ilmu pendidikan adalah pengetahuan yang membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan yang memiliki konsep dasar persyaratan pendidikan sebagai ilmu yaitu:
  1. Memiliki objek studi baik baik objek material maupun objek formal
  2. Memiliki sistematika
  3. Memiliki metode

Ilmu pendidikan bertujuan memberikan informasi atau keterangan tentang dasar-dasar pendidikan dalam berbagai situasi atau interaksi pendidikan, jalur dan jenis jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik mencapai kehidupan yang berbudaya dan mandiri yang lebih baik di masa depannya. Memberikan informasi dalam arti menjelaskan permasalahan, sebab-sebab dan kemungkinan mengupayakan dan pembekalan bagi pendidik dalam mendidik putra putrinya atau generasi berikutnya (Tim pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Bag 4, 2007)


Ilmu Pendidikan dan konsep Pendidikan


Ilmu Pendidikan dan Konsep Pendidikan
Ditinjau dari ruang lingkupnya Ilmu pendidikan membahas tentang proses penyesuaian diri secara timbal balik antara manusia dengan manusia dan alam sebagai pengembangan dan penyempurnaan secara teratur dari semua potensi moral, intelektual, dan jasmaniah. Pendidikan adalah usaha sadar untuk mempersiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan atau latihan oleh si pendidik terhadap si terdidik dalam hal perkembangan jasmani dan rohani menuju terbentuknya kepribadian yang utama di masa yang akan datang. Ilmu Pendidikan merupakan sebuah sistem pengetahuan tentang pendidikan yang diperoleh melalui riset  yang disajikan dalam bentuk konsep-konsep pendidikan. Konsep-konsep pendidikan tersebut tidak lain merupakan berdasarkan pengalaman yang ditata secara sistematis menjadi suatu kesatuan yaitu disebut skema konseptual. Dengan demikian isi Ilmu Pendidikan, terbentuk dari unsur-unsur yang berupa konsep-konsep tentang variabel-variabel pendidikan, dan bagian-bagian yang berupa skema-skema konseptual tentang komponen-komponen pendidikan. Dengan demikian konsep ilmu pendidikan adalah pengetahuan yang membicarakan masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan yang memiliki konsep dasar persyaratan pendidikan sebagai ilmu yaitu:
  1. Memiliki objek studi baik baik objek material maupun objek formal
  2. Memiliki sistematika
  3. Memiliki metode
 Ilmu pendidikan bertujuan memberikan informasi atau keterangan tentang dasar-dasar pendidikan dalam berbagai situasi atau interaksi pendidikan, jalur dan jenis jenjang pendidikan untuk membekali peserta didik mencapai kehidupan yang berbudaya dan mandiri yang lebih baik di masa depannya. Memberikan informasi dalam arti menjelaskan permasalahan, sebab-sebab dan kemungkinan mengupayakan dan pembekalan bagi pendidik dalam mendidik putra putrinya atau generasi berikutnya (Tim pengembangan Ilmu Pendidikan FIP-UPI, Bag 4, 2007)

Konsep pendidikan setidaknya berorientasi pada dua aktifitas utama yaitu pendidikan sebagai tindakan manusia sebagai usaha membimbing manusia yang lain (educational practice), dengan pendidikan sebagai ilmu pendidikan (educational thought). Pendidikan sebagai suatu tindakan sudah berlangsung lama sebelum orang berfikir tentang bagaimana mendidik. Bahkan dapat dikatakan pendidikan dalam artian ini sudah ada sejak leberadaan manusia di dunia ini, sedangkan pendidikan sebagai ilmu baru lahir kira-kira pada abad 19. Dua pengertian tersebut Gununing (2012) dibedakan dengan dua persitilahan, yaitu Paedagogie untuk pendidikan dalam artian praktik dan Paedagogiek untuk ilmu pendidikan atau yang berhubungan dengan teori pendidikan yang mengutamakan perenungan atau pemikiran ilmiah (Siwarno 1982). Dari kenyataan tersebut di atas E. H Wilds menggambarkan:
Education is as old as life itself; … Education, concious or unconcious, organizes or unorgasized, has always existed, playing an in area singly role in the drama of human progress…………Education took palse long before anyone thought abaout it; there writing about education long before was problem of education.

    Dalam kenyataan manusia menunjukkan bahwa pendidikan dalam artian pembimbingan sudah berlangsung sejak zaman primitif. Kegiatan pendidikan terjadi dalam hubungan orang tua dengan anak. Orang tua mengajak anak laki-laki pergi kebudayaan ladang, berburu agar anak memiliki ketrampilan berladang dan berburu. Seorang ibu membimbing anak untuk bekerja di lingkungan keluarga, agar anaknya memiliki kemampuan dalam mengurus kehidupan rumah tangga. Masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang lain yang merupakan aktifitas pendidikan berlangsung dalam kehidupan sehari-hari.
Dari tinjauan sejarah pendidikan kelahiran ilmu pendidikan diawali dengan lahirnya tokoh-tokoh pemikir dalam bidang pendidikan. Pada abad 18 lahirlah tokoh-tokoh seperti J. A Comeniu, John Locke, Jean Jaques Rousseau, Immanuelkant dan J. J Pestalozzi. Sedangkan tokoh-tokoh pendidikan abad 19 hingga awal abad 20 diantaranya adalah Herbart, Frobel, Montessori, John Dewey dan lain-lain.bermula dari pemikir-pemikir tersebut maka ilmu pendidikan terus berkembang hingga saat ini. Ilmu pendidikan atau Paedagogik adalah teori pendidikan perenungan tentang pendidikan dalam arti yang luas. Ilmu pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari soal-soal yang timbul dalam praktik pendidikan (Brojonegoro, 1986). Ilmu pendidikan telah berkembang dan memenuhi persyaratan sebagai ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Ilmu pengetahuan dapat berdiri sendiri apabila telah memenuhi persyaratan yaitu 1) memiliki objek sendiri, 2) metode penyelidikan, 3) sistematika, dan 4) tujuan sendiri.