Selasa, 14 Januari 2014

KKM-PPL TERPADU STKIP-PGRI PONTIANAK TAHUN AKADEMIK 2013-2014 DITUTUP Oleh Hamid Darmadi




Senin, 13 Januari 2014 Kegiatan KKM dan PPL terpadu mulai ditutup. Kegiatan KKM dan PPL  terpadu STKIP-PGRI Pontianak  yang dimulai tanggal 15 Juli 2013 lalu, mulai ditutup. Penutupan pertama dilakukan  bagi peserta KKM dan PPL terpadu di Kota Pontianak. KKM dan PPL terpadu STKIP-PGRI Pontianak 2013/2014  yang tersebar di seluruh Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat diikuti oleh 2.747. Penutupan KKM dan PPL terpadu ini berlngsung dari 13 Januari 2014 sampai 30 Januari 2014. Penutupan KKM dan PPL terpadu ini dilakukan oleh Ketua dan Pembantu Ketua, Dosen Koordinator pada masing-masing Kabupaten/Kota, Dosen Pembimbing dan Pemda setempat.

Kegiatan KKM dan PPL merupakan program pendididikan yang wajib ditempuh bagi mahasiswa semester akhir, dimana kegiatan tersebut dapat diambil untuk ditempuh setelah mahasiswa menyelesaikan seluruh mata kuliah selain mata kuliah seminar. Implementasi program dalam radius kependidikan, khususnya dibidang Pendidikan Tinggi, terutama bagi mahasiswa semester akhir yang akan menyelesaikan studinya diwajibkan melaksanakan dan menyelesaikan KKM  dan PPL yang masing-masing berbobot 4 (empat) sks.

Kegiatan KKM dan PPL dijadikan satu paket, dan penempatannya diarahkan ke kabupaten/kota masing-masing mahasiswa yang bersangkutan berasal dalam waktu satu semester penuh (6 bulan), hal ini memungkinkan bagi mahasiswa tersebut dapat langsung mengaplikasikan ilmunya ditempat mereka berasal, dan berdampak positif terhadap pemerintah daerah masing-masing kabupaten/kota serta masyarakat sekitarnya.

Pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian pada masyarakat, sekaligus merupakan salah satu mata kuliah yang harus ditempuh mahasiswa untuk jenjang pendidikan S-1 (Strata 1). KKM dalam kurikulum STKIP-PGRI Pontianak berbobot 4 sks sebanding dengan 100 jam kegiatan di lapangan, dengan demikian pelaksanaannya harus mengacu pada ketentuan sistem kredit semester (SKS) yang berlaku.

KKM dilaksanakan di kabupaten/kota yang ada di Provinsi Kalimantan Barat. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor baik dilihat dari aspek waktu yang relatif singkat, kebutuhan masyarakat, maupun kemudian transportasi atau komunikasi.  Pelaksanaan KKM bertujuan memberikan wawasan kepada mahasiswa agar memahami berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat pedesaan baik dalam kehidupan masyarakat yang serba terbelakang, maupun masyarakat dalam masa transisi akibat pengaruh globalisasi. Hal tersebut memberikan bekal kepada mahasiswa untuk menganalisis dampak positif dan negatif dari kehidupan sosial masyarakat tersebut sesuai disiplin ilmu yang sedang ditekuninya, sehingga pada akhirnya dapat memberikan atau mencari alternatif pemecahan yang lebih aplikatif, terutama sekali yang berkaitan dengan dampak negatif yang ada dalam kehidupan masyarakat lingkungan tempat KKM dilaksanakan. Harapan lainnya, agar mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diterimanya di kampus dalam kehidupan masyarakat secara langsung.
Di samping itu KKM bertujuan untuk mempromosikan eksistensi atau keberadaan STKIP-PGRI Pontianak dalam kehidupan masyarakat. Di lihat dari sisi mahasiswa, KKM bertujuan menumbuh-kembangkan rasa memiliki dan bangga terhadap almamaternya serta sebagai sarana rekreasi.

Program Pengalaman Lapangan (PPL) intinya adalah latihan mengajar dalam upaya mempersiapkan mahasiswa STKIP-PGRI Pontianak sebagai calon pendidik sebagai wujud tenaga yang profesionalisme. PPL dan Pengelolaan  Kependidikan merupakan bagian integral dalam keseluruhan kurikulum lembaga yang mencakup juga seluruh kegiatan persiapan sebelum latihan mengajar di kelas dan latihan mengelola kependidikan dilaksanakan PPL dan Pengelolaan kependidikan.

Dalam masa PPL dan Pengelolaan Kependidikan inilah mahasiswa calon pendidik dan administrator pendidikan akan merasa betapa banyaknya masalah yang harus dihadapinya, ia harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya dalam menghadapi masalah tersebut, melalui PPL dan Pengelolaan Kependidikan ini mahasiswa calon pendidik  dan administrator pendidikan, diharapkan dapat menghayati betapa luas dan kompleksnya tugas yang akan dihadapinya kelak dan bagaimana sesungguhnya kenyataan dalam kehidupan suatu sekolah.

Dalam PPL dan Pengelolaan Kependidikan ini pula para praktikan akan dilatih dalam aktivitas menunjukkan kemampuannya berhadapan dengan dosen pembimbing, guru pamong, kepala sekolah, dan siswa, sehingga diharapkan dalam aktivitasnya akan terjadi perpaduan antara ilmu yang didapatnya di bangku kuliah dan pengalaman serta penghayatan tugas keguruan dan kependidikan yang akan menjadi bekal yang amat berguna untuk membentuk kompetensi seorang pendidikan sekaligus administrator  pendidikan.

Pengalaman yang diperoleh dari PPL dan Pengolahan Kependidikan ini akan berkesan amat dalam dan akan menjadi pedoman bagi pelaksanaan profesinya kelak. Pandangannya tentang jabatan guru perhitungan tentang sukses atau tidaknya kalau kelak ia menjadi guru atau administrator pendidikan sangat tergantung pada pengalaman-pengalaman yang diperolehnya dalam PPL dan Pengolahan Kependidikan ini. Oleh karena itu , para mahasiswa calon pendidik dan administrator pendidikan harus berlatih bekerja dan berusaha sebaik mungkin. Kesungguhan, ketekunan, ketabahan, dan kesabaran, serta usaha yang terus menerus untuk mengerti dan mencintai jabatan guru yang dipilihnya akan diuji dan dikembangkan melalui PPL dan pengelolaan kependidikan ini.

PPL dan pengelolaan kependidikan hanya akan berhasil bila perencanaan dan pelaksanaannya dilakukan melalui kerjasama yang baik dengan semua pihak yang terkait, yaitu pihak lembaga, lembaga mitra, UPT PPL, dosen pembimbing, mahasiswa, dan sekolah tempat latihan yaitu kepala sekolah, guru pamong, siswa, dan petugas sekolah lainnya. PPL dan pengelolaan kependidikan adalah salah satu kegiatan intra kurikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang mencakup; latihan mengajar, latihan mengelola administrasi pendidikan, kegiatan-kegiatan persiapan (orientasi, observasi, dan micro teaching) dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi keguruan dan administrator pendidik.

Tujuan yang hendak dicapai dengan pelaksnaan PPL dan pengelolaan kependidikan ini adalah agar mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta pola tingkah laku yang diperlukan oleh guru sebagai pendidik dan administrator pendidikan serta cakap dan tepat menggunakannya di dalam penyelengaraan pendidikan dan pembelajaran baik di sekolah maupun di luar sekolah.

Secara singkat dapat dikemukakan bahwa dengan PPL dan pengelolaan kependidikan ini, mahasiswa praktik diharapkan mampu mengelola program pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan media atau sumber belajar, menilai prestasi siswa untuk kepentingan pembelajaran, mengenal dan mampu menyelenggarakan administrasi sekolah, memahami permasalahan-permasalahan dalam dunia pendidikan, mengenal fungsi dan program bimbingan dan konseling di sekolah dan lain sebagainya.

Sementara itu, mahasiswa praktikan hendaknya menyadari bahwa selama mengadakan praktik di sekolah tempat latihan berfungsi menggantikan guru bidang studi atau mata pelajaran yang bersangkutan dan pengelola administrasi pendidikan. Oleh sebab itu mahasiswa hendaknya bersikap sebagaimana layaknya seorang guru dalam mendidik, melatih, mengajar, dan membimbing.

Tujuan KKM dan PPL terpadu pada dasarnya adalah untuk :
1.    Memberikan wawasan kepada mahasiswa agar memahami berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat.
2.    Mahasiswa mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diterimanya di kampus dalam kehidupan masyarakat secara langsung.
3.    Mahasiswa memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap serta pola tingkah laku yang diperlukan oleh guru sebagai pendidik dan cakap serta tepat menggunakan kemampuannya dalam penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran, baik di sekolah maupun di luar sekolah.
4.    Latihan mengajar, latihan mengelola administrasi pendidikan, kegiatan-kegiatan persiapan (orientasi, observasi, dan micro teaching), dan tugas-tugas keguruan lainnya secara terbimbing dan terpadu untuk memenuhi persyaratan pembentukan profesi sebagai seorang guru.
5.    Membantu dan memberikan masukan kepada Pemda setempat tentang calon tenaga pendidik dan kependidikan.
Bentuk Kegiatan KKM-PPL Terpadu dirancang dalam bentuk program kegiatan pemenuhan mata kuliah yang dipadukan dengan kegiatan pengabdian pada masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah daerah kabupaten/kota dalam penerapan ilmu keguruan dan kependidikan. Pelaksanaan kegiatan KKMT melibatkan beberapa komponen yang menunjang terlaksananya kegiatan tersebut, yakni: STKIP PGRI Pontianak dan Pemerintah Daerah serta perangkat daerah terkait. Pelaksana  KKM dan PPL terpadu adalah Institusi lembaga STKIP-PGRI Pontianak yang dimotori oleh ; UPT PPL,  UP3M Subbag KKM dan Pemerintah setempat. Kegiatan KKMT STKIP PGRI Pontianak Tahun 2013/2014 dilakukan pada Juli 2013 sampai Januari 2014. Kegiatan KKM-PPL Terpadu STKIP PGRI Pontianak Tahun 2013/2014 dilaksanakan di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Kalimantan Barat, yang disesuaikan dengan asal Kabupaten/Kota mahasiswa yang bersangkutan.
Peserta kegiatan KKM-PPL Terpadu STKIP PGRI Pontianak Tahun 2013/2014 diikuti oleh mahasiswa semester akhir yang telah menyelesaikan seluruh mata kuliah selain Seminar dan Skripsi, peserta KKM-PPL Terpadu STKIP PGRI Pontianak Tahun 2013/2014 ini sebanyak 2.747 yang tersebar diseluruh Kabupaten/Kota.

Demikian kegiatan KKM-PPL Terpadu STKIP PGRI Pontianak Tahun 2013/2014 ini dilakukan sebagai pendukung kerjasama antar lembaga STKIP PGRI Pontianak dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, dengan harapan mendapat respon positif dan suksesnya penyelenggaraan pendidikan di Kalimantan Barat dalam ikut serta menyelenggarakan pendidikan Kalbar cerdas. Semoga.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar