Kamis, 12 Juli 2012


A.     PENELITIAN  DITINJAU DARI HAKEKATNYA
1.                                   Apakah Penelitian Itu
Apakah yang dimaksud dengan penelitian Itu?. Pertanyaan ini adalah suatu ungkapan yang hakiki berkaitan dengan dasar filosofis yang berkaitan erat dengan ontologi suatu penelitian untuk menjawab pertanyaan What is real? Atau apakah realitas dari penelitian? Untuk memperoleh jawaban tersebut, alangkah baiknya jika seorang peneliti mencari masalah yang berkaitan dengan realitas penelitian yang biasanya dijabarkan dalam bahasan penelitian. Penelitian yang akan dibahas ini adalah penelitian kuantitatif yang memiliki dasar positivesme dan banyak diterapkan dalam bidang-bidang ilmu pengetahuan sosial, ekonomi, dan pendidikan. Adapun ciri-ciri penelitian yang memiliki dasar positivesme, di antaranya adalah sebagai berikut.
a.     Menekankan objektivitas secara universal dan tidak dipengaruhi oleh ruang dan waktu.
b.     Menginterpretasi variabel yang ada melalui peraturan kuantitas atau angka.
c.      Memisahkan antara peneliti dengan objek yang hendak diteliti.
d.     Membuat jarak antara peneliti dan yang diteliti, agar tidak ada pengaruh atau kontaminasi terhadap variabel yang hendak diteliti.
e.     Menekankan penggunaan metode statistik untuk mencari jawaban per­masalahan yang hendak diteliti.

Bila diperhatikan secara lebih cermat, dalam mencari batasan tentang apakah penelitian itu maka akan diperoleh bahwa setiap pakar akan memberikan jawaban yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut di antaranya dipengaruhi oleh adanya faktor yang melatarbelakangi seorang peneliti disamping faktor pengalaman yang telah dimiliki dalam hidup seorang peneliti.
Penelitian tidak lain adalah art and science guna mencari jawaban terhadap suatu permasalahan (Yoseph dan Yoseph, 1979). Karena seni dan ilmiah maka penelitian juga akan memberikan ruang yang akan mengakomodasikan adanya perbedaan tentang apa yang dimaksud dengan penelitian. Penelitian dapat pula diartikan sebagai cara pengamatan atau inkuiri dan mempunyai tujuan untuk mencari jawaban permasalahan atau proses penemuan, baik discovery. maupun invention. Discovery diartikan hasil temuan yang memang sebetulnya sudah ada, sebagai contoh misalnya penemuan Benua Amerika adalah penemuan yang cocok untuk arti discovery. Sedangkan invention dapat diartikan sebagai penemuan hasil penelitian yang betul-betul baru dengan dukungan fakta. Misalnya hasil kloning dari hewan yang sudah mati dan dinyatakan penuh, kemudian diteliti untuk menemukan jenis yang baru.
Penelitian merupakan proses ilmiah yang mencakup sifat formal dan intensif. Karakter formal dan intensif karena mereka terikat dengan aturan, urutan, maupun cara penyajiannya agar memperoleh hasil yang diakui serta bermanfaat bagi kehidupan manusia. Intensif dengan menerapkan ketelitian dan ketepatan dalam melakukan proses penelitian agar memperoleh hasil yang dapat diper­tanggungjawabkan, memecahkan problem melalui hubungan sebab dan akibat,dapat diulang kembali dengan cara yang sama dan hasil sama.
Penelitian menurut Kerlinger (1986) ialah proses penemuan yang mempunyai karakteristik sistematis, terkontrol,empiris dan mendasarkan pada teori dan hipotesis atau jawaban sementara. Beberapa karakteristik penelitian sengaja ditekankan oleh Kerlinger agar kegiatan penelitian berbeda dengan kegiatan profesional lainnya. Penelitian berbeda dengan kegiatan yang menyangkut tugas-tugas wartawan Yang biasanya meliput dan melaporkan berita atas dasar fakta. Pekerjaan mereka belum dikatakan penelitian, karena tidak dilengkapi karakteristik lain yang mendukung agar dapat dikatakan hasil penelitian, yaitu karakteristik mendasarkan pada teori yang ada dan relevan dan dilakukan secara intensif dan dikontrol dalam pelaksanaannya.
Dari beberapa pendapat tersebut jelas kiranya bahwa setiap orang pada prinsipnya akan memberikan pengertian tentang penelitian berbeda-beda. Perbedaan tersebut biasanya tergantung dengan beberapa faktor seperti di antaranya: Latar belakang pengetahuan seseorang, kehidupan seseorang, dan pengalaman yang dimiliki oleh seseorang itu. Sebagai jawaban atas pertanyaan tentang apakah penelitian itu? Dapat disimpulkan bahwa :”Penelitian adalah usaha seseorang yang dilakukan secara sistematis mengikuti aturan-aturan metodologi seperti observasi sistematis, terkontrol, mendasarkan pada teori yang ada dan diperkuat dengan fakata dasn gejala yang ada”:.

2.     Tujuan Penelitian
Tidak semua kegiatan penelitian sulit dan melelahkan karena itu memerlukan biaya, tenaga, dan waktu. Dalam kegiatan penelitian memang menganclung kegiatan Yang kadang sulit dan melelahkan, tetapi penelitian mempunyai tujuan yang hendak dicapai oleh peneliti. Beberapa tujuan penelitian yang hendak dicapai dapat dilihat di antaranya termasuk pada keterangan di bawah ini.

a.         Untuk Memperoleh Informasi Baru
Penelitian biasanya akan berhubungan dengan informasi atau data yang masih baru jika dilihat dari aspek si peneliti. Walaupun mungkin saja suatu data atau fakta tersebut telah ada dan berada di suatu tempat dalam waktu lama. Alpabila data tersebut baru diungkap dan disusun secara sistematis oleh seorang peneliti pada saat itu maka dapat dikatakan bahwa data peneliti tersebut dikatakan data baru. Data baru  yang sering ditemui dalam hal ini misalnya adalah fakta sejarah yang diperoleh di sebuah situs, sebagai contoh misalnya data di desa Wonoboyo, Klaten. Dari situs tersebut ditemukan di antaranya peninggalan peradaban masyarakat kuno yang berupa guci, mata uang, batu permata, dan bagian bawah suatu bangunan Yang merupakan bangunan kuno. Hasil-hasil temuan tersebut menurut para ahli arkeologi adalah peninggalan pada zaman Mataram Kuno. Demikian pula dengan hasil studi para siswa, hasil produksi suatu perusahaan, persepsi masyarakat terhadap sebuah kebijakan pemerintah dan isu yang berkembang dan sebagainya, adalah merupakan data yang baru jika dicari oleh peneliti.

b.        Untuk Mengembangkan dan Menjelaskan Data Penelitian
Tujuan yang kedua adalah mengembangkan dan menjelaskan. Fungsi kedua ini penting dan bermanfaat secara signifikan ketika para peneliti berusaha rnemecahkan permasalahan dengan tidak menginginkan terjadinya pengulangan kerja atau penggunaan tenaga yang sia-sia. Mereka perlu menggali dari variasi sumber-sumber pengetahuan yang relevan agar dapat menerangkan pentingnya permasalahan yang hendak dipecahkan. Dengan melakukan pengembangan dan usaha menjelaskan melalui teori yang didukung oleh fakta-fakta penunjang Yang ada, peneliti akan dapat sampai pada pemberian pernyataan sementara yang sering disebut sebagai hipotesis penelitian.

c.   Untuk Menerangkan, Memprediksi, dan Mengontrol Suatu Ubahan
Ubahan yang di dalam istilah penelitian disebut variabel adalah simbol yang digunakan untuk mentransfer gejala ke dalam data penelitian. Seorang peneliti perlu mengetahui variabel yang disebut variabel bebas atau independent vari­(I/)/(dan variabel tergantung atau sering pula disebut dependent variable,sehingga la dapat mengetahui secara pasti pengaruh variabel satu terhadap variabel yang lainnya. Dan kemudian dapat menerangkan keterkaitan dan keterkaitan variabel yang ada; dapat memprediksi apa yang terjadi di antara variabel atau bahkan mengontrol untuk memperoleh sesuatu yang bermanfaat. Tujuan penelitian yang ketiga ini penting dalam aspek akademika karena dengan memiliki kemampuan yang mencakup menerangkan, memprediksi, dan mengontrol sesuatu, dapat dikatakan bahwa seseorang tersebut adalah orang ahli atau umaroh yang memiliki kelebihan apabila dibandingkan dengan orang awam.

3.         Karakteristik Penelitian
Tidak jarang orang berpikir dan kemudian beranggapan bahwa seseorang yang datang, melihat secara cermat suatu peristiwa, kemudian melaporkannya kepada orang lain dikatakan dia telah melakukan penelitian. Demikian pula dengan seseorang yang bertatap muka dengan seorang guru di sekolah, melakukan tanya jawab dengan guru tersebut, kemudian mencatat hasil tatap muka tersebut, dikatakan bahwa ia telah melakukan penelitian.
Anggapan tersebut kurang tepat, kedua contoh tersebut belum bisa dikatakan sebagai penelitian. Karma tidak semua kegiatan pengamatan secara cermat, untuk mengambil data dan melaporkannya dapat dikatakan sebagai penelitian. Yang perlu diketahui, memang mengandung unsur-unsur kegiatan seperti di alas, yaitu datang ke tempat penelitian, melakukan wawancara, dan sebagainya. Kegiatan tersebut masih perlu ditambah beberapa kegiatan penting lainnya seperti menentukan permasalahan yang hendak clipecahkan, mempunyai tujuan penelitian, melakukan kajian ilimah dan menetapkan aturan metodologi penelitian yang tepat dan sesuai dengan permasalahannya.
Agar mempunyai gambaran yang komprehensif tentang suatu kegiatan penelitian, berikut ini ditampilkan secara singkat beberapa karakteristik penting dari penelitian. Beberapa karakteristik penelitian tersebut, di antaranya seperti berikut;
a.     Mempunyai Tujuan Penelitian. Tujuan penelitian adalah penting dalam setiap kegiatan penelitian. Kegiatan sesibuk dan sesukar apa pun hanya dapat disebut bersibuk-sibuk, jika mereka tidak mempunyai tujuan. Dalam setiap penelitian, peranan tujuan adalah memberikan arah dan target yang hendak dicapai dan bagi seorang peneliti dapat digunakan tolok ukur dan penilaian ketercapaian tujuan yang telah ditetapkan.
b.     Memiliki Kegiatan Pengumpulan Data Baru. Seorang peneliti yang tidak terjun dan mencari datPa di lapangan, tidak melakukan pengumpulan data, tidak melakukan pengamatan, serta pengontrolan terhadap objek yang diteliti maka kegiatan yang dilaporkan tidak dapat dikategorikan sebagai kegiatan penelitian.
c. Memiliki Kegiatan yang Terencana dan Sistematis. Kegiatan perencanaan penelitian yang bark adalah sudah direncanakan secara sistematis sejak tahap awal atau ditentukannya permasalahan penelitian dengan pembimbing atau sesarna peneliti. Sistematika permasalahan tersebut dituangkan ke dalam bentUk proposal penelitian yang biasanya mengandung unsur-unsur penting, agar para peneliti tidak mengalami hambatan ketika terjun di lapangan. Unsur unsur proposal penelitian tersebut meliputi:
1)    judulpenelitian,
2)    pendahuluan,
3)    kajian pustaka/landasan teori
4)    prosedur dan metode penelitian,
5)    jadwal penelitian, personalia, dan
6)    anggaran penelitian serta lampiran-lampiran yang relevan.
d.     Menggunakan Analisis Logis. Melakukan penelitian bukan kegiatan menulis pendapat, sikap atau pihak    mana seseorang ketika menghadapi suatu persoalan. Seorang peneliti harus melakukan kegiatan penelitian dengan mcnggunakan objektivitas yang universal. Disamping Itu dalam melakukan analisis harus mampu menjauhkan subjektivitas dengan objek yang diteliti, menggunakan prinsip statistik dengan dilengkapi syarat dan aturannya agar mencapai suatu kesimpulan tepat. Analisis logis dengan mengedepankan objektivitas dan mengesarn­pingkan subjektivitas sangat dipentingkan dalam kegiatan penelitian.
e.     Memiliki aspek Pengembangan Teori. Suatu kegiatan, yang hanya menekankan kepada terbuktinya satu preposisi yang diajukan peneliti belum dikatakan sebagai kegiatan penelitian. Kegiatan tersebut baru dikatakan sebagai problem solving (pemecahan masalah). Melakukan penelitian memiliki perbedaan penting jika dibandingkan dengan problem solving. Di antara perbedaan yang mencolok yaitu sebagai berikut.
1. Dalam penelitian ini tidak membuktikan tetapi menguji. Prinsip menguji adalah peneliti mencari data pendukung, data yang ada dianalisis, hasilnya kemudian dikernbalikan pada hipotesis sementara, apakah sesuai atau menerima atau tidak sesuai dengan preposisi yang diajukan atau ditolak. Seorang peneliti tidak akan kembali ke lapangan jika hasil penelitian menolak preposisi. Lain halnya dengan membuktikan suatu kasus. Mereka dikatakan menyalahi aturan atau mungkin prosedur, jika preposisi yang ada tidak terbukti.
2. Dalam penelitian selalu ada dua alternatif jawaban permasalahan, menolak dan menerima hipotesis yang diajukan. Sedangkan dalam problem solving hanya ada satu arah terbukti atau salah.

f.       Memiliki Unsur Observasi. Suatu kegiatan penelitian baru dapat dikatakan penelitian jika dalam proses mencapai tujuan mengandung unsur pengamatan terhadap objek atau subjek yang diteliti. Pengamatan tersebut dapat menggunakan pengamatan berjarak, artinya ticlak campur dengan objek yang diteliti atau interaksi dengan objek yang ada. Dalam penelitian social dan pendidikan, peneliti sering kali melakukan interaksi dengan subjek penelitian, ketika mereka mengambil dan mengumpulkan data di lapangan. Sedangkan dalam penelitian eksperimentasi dan penelitian kuantitatif umumnya para peneliti akan melakukan kegiatan pengamatan dengan tidak masuk atau melibatkan objek yang diteliti.
g.     Melakukan Pencatatan Terhadap Gejala yang Muncul. Gejala yang berasal dari objek atau subjek penelitian harus ditangkap oleh peneliti untuk diadministrasi menjadi data yang relevan. Semakin banyak gejala yang dapat ditangkap oleh peneliti semakin kuat dalam mendukung pemecahan masalah penelitian yang diajukan. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu sekali para peneliti memiliki instrumen dan mampu menggunakan dengan terampil untuk menangkap gejala yang ada.
h.     Melakukan Kontrol. Dalam penelitian eksperimen, agar variabel bebas dapat diketahui implikasinya terhadap variabel terikat, seorang peneliti perlu melakukan pembatasan agar variabel lain yang tidak diharapkan tidak berintervensi dan mempunyai pengaruh terhadap variabel yang telah direncanakan. Kegiatan pembatasan tersebut sering disebut mengontrol.
i.       Melakukan Validasi Instrumen. Alat yang hendak digunakan untuk mengukur atau mengumpulkan data di lapangan penelitian harus ada alat ukur yang valid dan universal atau tidak terpengaruh oleh faktor waktu dan tempat. Dalam bidang teknik matematika dan alam, keuniversalan alat terus-menerus dicek secara periodik agar memperoleh kepastian bahwa alat tersebut masih dalam kondisi baik. Dalam ilmu pengetahuan sosial, agar instrumen dapat mengukur spa yang hendak diukur perlu dilakukan validasi sebelum alat tersebut digunakan. Proses validasi ini dicatat dan dilaporkan dalam, laporan akhir penelitian agar diketahui validasi instrumen penelitian yang digunakan.
j.       Memerlukan Keberanian Peneliti. Untuk penelitian tertentu misalnya tentang penelitian kebijakan, penelitian dampak suatu proyek, kadang dirahasiakan oleh pihak­pihak yang berkepentingan.Untuk melakukan penelitian, seorang peneliti harus berani dan dapat menanggung risiko karena kemungkinan berhadapan dengan pihak yang berkepentingan tersebut. Contoh-contoh penelitian seperti: dunia berputar mengikuti putaran sebagai pusatnya. Harus berhadapan dengan pihak yang mengatakan bahwa bumi adalah pusat perputaran clan matahari yang mengitarinya; bahwa bentuk dunia bulat, berlawanan dengan pihak tertentu yang mengatakan dan yakin dunia persegi panjang memiliki sisi gelap; penelitian kandungan lemak babi dalam susu atau makanan tertentu, harus berhadapan dengan pihak produsen yang mengatakan nihil terhadap kandungan unsur terlarang tersebut. Semuanya adalah contoh penelitian orang-orang tertentu yang dilakukan dengan keberanian mereka dalam menanggung risiko. Untuk penelitian yang memiliki risiko tinggi terhadap peperangan maupun kelompok masyarakat, pemerintah telah memberikan cara dan prosedur yang perlu ditempuh dan ditaati oleh para peneliti.
k.      Dicatat secara tepat kepada instansi yang berkepentingan sebagai laporan. Penelitian yang baik biasanya selalu diakhiri dengan dilaporkannya secara tertulis. Laporan tertulis ini diharuskan sebagai pertanggungjawaban akademis maupun pertanggungjawaban kepada publik agar dapat dimanfaatkan hasil penelitian tersebut sesuai dengan keperluannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar