Jumat, 13 Juli 2012


A.     FUNGSI-FUNGSI PENELITIAN
Dalam kaitannya dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kegiatan penelitian merupakan salah situ media yang handal untuk memenuhi bermacam-macam fungsi seperti berikut:
1.  Untuk Menemukan Sesuatu yang Baru. Walaupun banyak cara untuk dapat menemukan informasi atau hasil karya baru, dalam dunia pengetahuan penemuan yang dilakukan melalui suatu kegiatan penelitian adalah hasil yang andal dan mendapat pengakuan dari kalangan ilmuwan. Melalui penelitian yang baik, hasil temuan dapat diakui oleh para ahli di bidangnya.
2.  Untuk Mengembangkan Ilmu Pengetahuan. Perkembangan ilmu pengetahuan dapat dilakukan secara berkelanjutan melalui media penelitian. Melalui penelitian di mana seorang peneliti biasanya dalam melakukan kajian terhadap permasalahan yang relevan dengan mengeksplorasi terhadap yang telah dilakukan para peneliti pads waktu lalu dan kegiatan peneliti saat sekarang untuk kemudian dilakukan pendalaman terhadap permasalahan yang ada. Hasil dari kegiatan tersebut salah satunya ialah dapat dikembangkannya wawasan pengetahuan menjadi semakin luas dan berkembang dengan tanpa overlapping (tumpang tindih) yang berarti. (Lihat Gambar 1.1 berikutini:)










Gambar 1.1 Mengembangkan cakrawala pengetahuan


3.  Untuk Melakukan Validasi Data. Hasil penelitian digunakan sebagai kofirmasi atau pembaruan jika terjadi perubahan yang nyata terhadap paradigma teori yang telah lama berlaku. Melalui penelitian, hasil temuan yang memang dapat berlaku secara universal, dapat diangkat menjadi hukum yang mungkin berlaku sepanjang waktu. Contoh hasil penelitian yang sampai sekarang dan mungkin akan tetap berlaku di antaranya adalah gaya gravitasi bumi terhadap suatu benda yang selalu mengarah ke pusat bumi oleh Newton, dalil-dalil dalam segitiga Phytagoras, dan sebagainya. Dalam bidang pengetahuan sosial dapat memperkuat, mengubah, atau menolak hasil temuan dari paradigma lama, ketika ternyata hasil penelitian yang baru menghasilkan suatu yang memperkuat, membedakan, atau bertentangan dengan hasil penelitian yang lama.
4.  Untuk Menemukan Permasalahan Penelitian. Permasalahan penelitian pada prinsipnya ddapat iperoleh dimana saja seorang peneliti berada. Karena sebenarnya masalah penelitian selalu ada. Untuk mengenal dan memilih penelitian permasalahan diperlukan kejelian dan penggunaan criteria yang baik dari pada peneliti. Salah satu sumber penelitian yang signifikan adalah dalam penelitian yang telah dilakukan oleh para peneliti. Karena dalam penelitian yang baik biasanya dalam bab kesimpulan implikasi dan saran, di samping memperoleh hasil temuan juga diberikan permasalahan yang berkaitan dengan hasil penelitian yang telah dilaporkan.
5.  Untuk Menambah Wawasan Pengayaan Ilmiah. Peneliti yang baik disamping memenuhi butir keempat dari fungsi-fungsi penelitian, dapat pula berfungsi sebagai pelengkap khazanah ilmu yang baru, sehingga ilmu pengetahuan senantiasa berkembang ke arah penyempurnaan terhadap ilmu pengetahuan yang ada. Sebagai contoh dalam perkembangan teknologi informasi. Jika pada tahun 1955 barn tahap awal lahirnya komputer generasi pertama dengan bentuk yang terlalu besar, harga sangat mahal, dan kapasitas kerja terbatas dalam waktu lambat. Dengan perkembangan yang terakhir tahun 2000, penggunaan komputer dalam teknologi informasi sudah sedemikian canggih dengan karakteristik bentuk fisik kecil bahkan portabel, harga relatl I dapat terjangkau, kapasitas, dan kecepatan bekerja cepat. Sayangnya budaya menambah khazanah dalam ilmu pengetahuan kurang berkembang di masyarakat Indonesia. Budaya tulis dengan mengedepankan hasil penelitian berkembang lebih lambat jika dibandingkan dengan budaya lisan.

B.    SUMBER-SUMBER MENDAPATKAN ILMU PENGETAHUAN
Sebagai makhluk Tuhan, manusia diberi banyak kelebihan. Manusia tidak seperti makhluk lain misalnya hewan, belajar atau usaha survive hanya dari satu media, yaitu instink atau naluri kebinatangannya. Dalam usaha untuk hidup, manusia berusaha menguasai ilmu pengetahuan. Ada beberapa macam cara manusia menguasai ilmu pengetahuan untuk hidup dalam dunianya. Beberapa macam metode tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

1.     Dilakukan Melalui Pengalaman. Seorang manusia bisa memiliki dan menguasai ilmu pengetahuan tertentu melalui pengalaman, baik secara individual maupun dalam hidup bermasyarakat. Ada petuah yang hidup dan berlaku dalam masyarakat. Petuah tersebut ialah guru yang paling baik adalah pengalaman. Orang dapat belajar dan mempunyai pengetahuan karena melakukan, menghadapi masalah hidup, dan berusaha mengembangkan-nya untuk manfaat dan kegunaan hidup. Seorang petani dapat menanam padi, tebu, dan palawija tanpa belajar di sekolah. Mereka bertani dan bekerja langsung sebagai petani. Seorang anak pandai berdagang karena sejak kecil, di samping sekolah sudah diajak untuk melayani bapaknya berjualan di pasar atau di rumahnya. Setelah belajar, mereka mempunyai keahlian khusus dalam berjual beli, bahkan mengembangkannya menjadi pedagang yang besar. Cara belajar melalui pengalaman sendiri biasanya mengalami banyak rintangan karena tidak ada yang dapat memberikan petunjuk maupun nasihat agar dapat melakukan pekerjaannya lebih baik. Cara pendekatan orang yang belajar dari pengalaman sendiri wring disebut trial and error atau coba dan salah dan mencobanya lagi. Semakin orang tersebut gigih dan tidak putus asa ketika terjadi salah atau jatuh, semakin besar kemungkinan orang tersebut untuk lebih berhasil dalam hidupnya.

2.     Dilakukan Melalui Cara Tradisi atau Tenacity. Cara lain seseorang belajar menguasai suatu ilmu pengetahuan adalah menggunakan model tradisi yang berlaku di dalarn masyarakatriya. Orang tua memberikan bentuk pengajaran kepada generasi yang lebih muda kadang dengan menggunakan cara-cara tradisi. Di masyarakat Jawa, misalnya mengajar anaknya untuk tidak makan di depan pinta, tidak boleh memakai topi dari "kukusan", alat menanak nasi dari bambu. Anak tidak perlu tabu, mengapa beberapa pekerjaan tidak boleh dilakukan? Mereka biasanya hanya memperoleh jawaban "tidak elok". Dalam masyarakat Jawa, ada tradisi setiap tahun setelah panen menanggap wayang agar hasil panen menjadi lebih baik di masa mendatang. Dalam masyarakat di Kalimantan juga ada tradisi ”Naik Dango”.Tradisi setiap tahun setelah panen ”Naik Dango” adalah untuk mengusir roh-roh jahat yang menggangu pekerja petani dan agar hasil panen berikutnya menjadi lebih baik. Suatu ketika tidak nanggap wayang atau tidak ”Naik Dango”   dan terjadi gagal panen, orang-orang desa biasanya akan menenuduh bahwa kegagalan panen disebabkan  karena masyarakat tidak melakukan kewajibannya dan melanggar pantang. Cara tradisi ini akan semakin kuat jika setiap kali terjadi peristiwa yang membenarkan tradisi berlaku. Sebaliknya, akan hilang nilai kepercayaan itu jika kebenaran yang ada menyimpang dengan tradisi yang telah dilakukan. Sebagai contoh, masyarakat desa walaupun sudah melalukan kewajiban tradisi, ternyata selalu saja gagal panen. Dan ini terjadi berkali-kali dalam periode tertentu. Semakin banyak terjadi penyimpangan tradisi akan semakin menghilangkan kebenaran tradisi yang berlaku. Penguasaan ilmu pengetahuan melalui cara tradisi ini mempunyai beberapa ciri seperti:
a.       Memegang teguh kebenaran warisan dari orang tua atau nenek moyang;
b.       Ada pengulangan yang sifatnya membenarkan, berarti akan semakin menambah "valid" cara tersebut, semakin terjadi pengulangan yang bersifat menyimpang dari yang membenarkan, akan dapat mereduksi kepercayaan yang ada;
c.        Menimbulkan ketidakpastian nilai kepercayaan, ketika terjadi konflik dalam masyarakat.

3.     Dilakukan Melalui Metode Otoritas. Metode otoritas digunakan seseorang untuk menguasai ilmu pengetahuan jika metode pengalaman tidak dapat digunakan secara efektif. Cara lain adalah dengan bertanya atau menggunakan pengalaman orang lain. Seorang mahasiswa tidak perlu pergi ke bulan untuk mengetahui tentang keadaan clan situasi bulan. Mereka dapat bertanya pada para dosennya atau orang-orang yang mempunyai pengalaman di bidangnya. Orang-orang yang mempunyai otoritas ini juga dapat diinterpretasikan sebagai orang yang berwenang di bidangnya, orang yang mempunyai kuasa, dan orang lain yang berhubungan erat dengan permasalahan dan buku literatur dan termasuk pula hasil para pendahulu. Menguasai ilmu pengetahuan, melalui cara otoritas dimungkinkan lebih efektif dan dapat dilaksanakan, jika disekitar orang tersebut adalah lembaga atau orang-orang yang termasuk dalam criteria berwenang.

4.     Dilakukan Melalui Metode Deduktif dan Induktif. Cara ini adalah Yang paling lama digunakan  oleh para ahli zaman Yunani dan Mesir Kuno dalam mengembangkan dan menguasai ilmu pengetahuan (Art, dkk., 1985). Mereka mclakukan alasan logis untuk membangun suatu dalil, preposisi, hukum, dan teori baru. Dengan menggunakan alasan logika yang sudah mendekati ilmiah mereka   sebagai kajian pustaka sampai sekarang. Alasan logika ini pada umumnya dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu logika deduktif dan logika induktif.
a.  Logika Deduktif pada prinsipnya adalah cara berpikir untuk mencari clan menguasai ilmu pengetahuan yang berawal dari alasan umum menuju ke arah yang lebih spesifik. Logika deduktif merupakan sistem berpikir untuk mengorganisasi faktual dan mencapai suatu kesimpulan dengan menggunakan argumentasi logika. Contoh logika deduktif: Setiap binatang menyusui mempunyai kaki. Semua kucing mempunyai kaki. Oleh karena itu, sebagai kesimpulannya, kucing adalah binatang menyusui.
b.  Logika Induktif. Cara ini merupakan proses berpikir yang diawali dari fakta-fakta pendukung yang spesifik, menuju pada arah yang lebih umum guna mencapai suatu kesimpulan. Contoh logika induktif di antaranya adalah seperti berikut. Ayam hitam yang kita amati mempunyai hati. Ayam putih yang diamati juga mempunyai hati. Kesimpulannya adalah setiap ayam mempunyai hati. Dalam logika secara induktif seorang peneliti berangkat dari pengamatan dan mungkin secara eksperimentasi untuk melihat hati ayam. Dari bervariasi warna ayam semuanya mempunyai hati. Oleh karena itu, kesimpulan adalah bentuk terakhir yang berupa generalisasi clan pengamatan banyak ayam tersebut.
5.     Dilakukan Melalui Pendekatan Ilmiah. Pendekatan ilmiah adalah merupakan metode untuk menguasai clan mengembangkan ilmu pengetahuan yang paling tinggi nilai validitas dan ketepatannya, jika dibandingkan dengan beberapa macam pendekatan yang telah didiskusikan di atas. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi para peneliti maupun para profesional untuk selalu menggunakan pendekatan tersebut dalam setiap kesempatan maupun waktu. Metode ilmiah pada prinsipnya adalah metode gabungan secara integral antara dua logika deduktif dan logika induktif yang kemudian menghasilkan langkah-langkah penting sebagai strategi ilmiah. Secara prosesual, metode ilmiah ialah di mana para peneliti biasanya berawal secara induktif melalui pengamatan dan mencapai suatu jawaban sementara atau hipotesis. Dari hipotesis mereka kemudian secara deduktif membangun teori dan mengumpulkan data pendukung untuk sampai pada implikasi logik dan hipotesis. Pendekatan ilmiah biasanya mempunyai langkah-langkah yang secara garis besar, seperti berikut.
1.    Adanya permasalahan yang hendak dipecahkan.
2.    Dinyatakan dalam bentuk pernyataan jawaban sementara atau hipotesis.
3.    Dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan data yang diambil di lapangan
4.    Menganalisis data yang ada.
5.    Melakukan pengamatan hasil analisis dengan melihat kembali pada hipotesis
6.    Mengambil kesimpulan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar