Sabtu, 21 Juli 2012


PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Pada saat sekarang ini setiap negara menuntut dari warganya kesetiaan dan tanggungjawab agar menjadi bangsa yang tangguh. Loyalitas tersebut tidak dengan sendiriannya tumbuh. Sehingga dengan adanya kesadaran akan identitas atau jati diri sebagai suatu bangsa hanya bisa terbentuk bila seseorang memperoleh informasi yang akurat tentang sejarah bangsanya. Dalam kasus indonesia sepatutnya mempelajari siapa dirinya.
Sehingga pada era globalisasi seperti sekarang ini kita selalu dihadapkan pada permasalahan dan tersebut selalu beerkaitan dengan masalah lainnya. Sedangkan untuk mencari pemecahan masalah kita perlu dan harus mengetahui hal-hal yang melatar belakanginya. Hal ini berarti menuntut kita untuk mengorek-gorek peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Karena peristiwa tersebut dapat terjadi sebagai landasan atau pedoman dalam menginterprestasikan peristiwa yang sedang dihadapi untuk mengetahui sejarah.
      Oleh sebab itu negara menuntut dari setiap warga negaranya setia dan tanggung jawab agar menjadi bangsa yang tangguh.Loyalitas tersebut tidak dengan sendirinya tumbuh. Kesadaran akan identitas atau jati diri sebagian suatu bangsa hanya dalam kasus indonesia, bangsa indonesia sepatutnya mempelajari siapa dirinya.
      Kejadian-kejadian penting apa yang telah berlangsung yang berpengaruh terhadap sosok bangsa indonesia masa kini. Dalam hal pemanfaatkan peninggalan-peninggalan sejarah, kajian yang kritis analisis hendaknya digunakan agar kita memahami kondisi-kondisi pada waktu lampau yang memperoleh peristiwa penting.
      Peninggalan benda bersejarah merupakan salah satu dari sumber sejarah, di samping dokumen dan pemahaman terhadap rangkaian peristiwa-peristiwa sebelumnya serta pengkajian para pelaku sejarah. Pemahaman dan penghargaan yang membutuhkan sikap terikat(commited), terhadap” negara kesatuan” misalnya, tercapai melalui keragaman budaya. Dengan mempelajari dan belajar dari sejarah berarti kita berpeluang untuk menjadi aktif karena menghindari kesalahan-kesalahan masa lalu.
      Kita secara inspiratif kita dapat menangkap nilai-nilai yang sangat positif yang sangat relevan dengan masa yang akan datang. Sehingga secara inspiratif, kita mengungkap nilai-nilai yang bersifat positif yang sangat relevan pada saat ini meskipun adanya materi tantangan berbeda.
      Kalau kita mencermati kedua hal peristiwa tersebut berkaitan antara satu dengan yang lainnya yaitu berupa keadaan akonomi,agama, nilai-nilai masyarakat, keadaan geografis dan lain-lain.
       Adanya keadaan yang di alami oleh orang-orang yang memberikan urunan untuk menghasilkan suatu peninggalan yang monumental, hal ini jarang sekali terungkap, hal ini sebenarnya sangat penting untuk dipikirkan secara imajinatif, maka hal ini kita perlu mempelajari sejarah untuk membahas kontribusi faktor-faktor untuk mempertanyakan secara kritis.
       Terdapatnya catatan-catatan yang terjadi di masa lampau dan peninggalan monumental yang secara fisik mati. Sehingga memiliki makna yang sangat dinamis melalui pengajaran pertanyaan yang sangat kritis dalam perspektif dengan mengaitkan dengan berbagai faktor. Sehingga dengan demikian kita belajar sejarah belajar untuk berpikir.
         Tetapi sejarah tidak saja membicarakan maa lampau saja, melainkan juga mngenai hal yang terus mnyertai masyarakat dal;am kehidupan masa kini guna menyongsong masa depan jadi “sejarah” layaknya seperti jenis kebutuhan lainnya bagi kehidupan manusia  (Susanto Zuhdi 2000:3). Maka dengan demikian timbul apa yang di sebut Sejarah Sosial.
Sejarah lokal, sejarah kotenporer dan sebagainya. Pada penulisan ini selalu mengkaitkan dari masa lampau ke masa kini yang tersusun dalam waktu yang cukup lama.
         Begitu pula tentang penulisan pertumbuhan dalam perkembangan suatu kota merupakan suatu hal yang menarik karena banyak faktor yang mempengaruhi sehingga proses pertumbuhan itu bisa berjalan dengan baik.salah satu kajian yang akan di bahan dalam kajian yang akan di bahan dalam tulisan ini adalah “KABUPATEN KAPUAS HULU SUATU TINJAUAN SEJARAH SOSIAL BUDAYA DAN EKONOMI”.
         Penulisan ini merupakan salah satu tinjauan sosial budaya dan ekonomi dengan peranan untuk menggambarkan kehidupan kota Kapuas Hulu. Munculnya Kabuparen Kapuas Hulu tidak begitu saja melalui tahapan-tahapan atau waktu yang sangat panjang sampai pada Kabupaten Kapuas Hulu pada saat ini.
1.2 Masalah
       Informasi mengenai munculnya Kabupaten Kapuas Hulu Suatu Tinjauan sejarah Sosial Budaya dan Ekonomi pada umumnya belum banyak diketahui oleh masyarakat baik di Kabupaten Kapuas Hulu masih terbilang sangat sedikit. Tidak berkembangnya informasi di sebabkan oleh banyak faktor antara lain kurangnya inventarisasi dan dokumentasi Kabupaten Kapuas Hulu Suatu Tinjauan Sosial Budaya dan Ekonomi sendiri pada generasi muda.
      Untuk memperoleh sumber Kabupaten Kapuas Hulu Suatu Tinjauan Sosial Budaya dsn Ekonomi harus di dukung oleh banyak  data-data primer seperti arsip-arsip atau dokumen-dokumen yang berhubungan dengan Kabupaten Kapuas Hulu, sehingga dapat di ungkapkan secara lengkap.
      Dengan sumber sejarah yang ada di Kalimantan Barat khususnya yang berkaitan dengan Sejarah Soaial Budaya dan Ekonomi dapat banyak mendukung data-data yang di perlukan oleh penulis. dengan terungkapnya “Sejarah Sosial Budaya dan Ekonomi” tersebut di harapkan dapat di sebarluaskan pada masyarakat luas.
1.3 Ruang lingkup
Adapun ruang lingkup penulisan kabupaten Kapuas hulu suatu tinjauan sejarah social budaya dan ekonomi dapat banyak mendukung data –data yang diperlukan oleh penulis. Dengan terungkapnya sejarah social budaya ekonomi dan kemudian sampai akhirnya menjadi suatu kabupaten sampai dengan kondisi pada saat sekarang ini ( tahun 1942 – 2007 ). Dengan adanya perubahan-perubahan yang terjadi hal ini diikuti oleh perkembangan didalam kehidupan masyarakat baik mengenai penduduk, pola pemukiman, mata pencaharian dan sebagainya.

1.4 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan ini secara umum meliputi tentang Kapuas hulu suatu tinjauan sejarah social budaya dan ekonomi yang merupakan salah satu usaha untuk menggali dan juga mengembangkan sejarah local yang merupakan suatu sejarah berada dalam wilayah Indonesia yang merupakan suatu cara dari kebudayaan nasional Indonesia. Dengan adanya sejarah nasional Indonesia untuk mengembangkan suatu sejarah daerah.
Tujuan penulisan ini secara khusus dari penulisan kabupaten Kapuas hulu suatu tinjauan sejarah social budaya dan ekonomi ini untuk mengharapkan pertumbuhan dan perkembangan kabupaten Kapuas hulu sampai dengan perkembangan ssampai saat ini.
Dengan adanya penulisan ini supaya untuk menambah sebuah referensi yang diharapkan dapat memberikan sepintas gambaran tentang sejarah local kabu paten Kapuas hulu kepada para pengambil keputusan dalam membuat dan menentukan kebijaksanaan didaerah tersebut.

1.5 Metode penelitian
Dalam penyusunan penelitian ini penulis mengemukakan metode penelitian yang meliputi :
·         Metode wawancara yaitu mengadakan wawancara dengan informan guna mendapatkan data-data yang diperlukan sebagai bahan penulisan.
·         Metode kepustakaan yaitu mutlak dilakukan dalam penulisan ini dengan mencatat sumber-sumber kepustakaan yang ada di pelajari serta bahan-bahan kepustakaan, mempelajari serta meniliti bahan-bahan kepustakaan yang dapat dijadikan sebagai pendukung  dalam penyelesaian penulisan.
·         Studi lapangan yaitu mengadakan penelitian langsung kelapangan, guna mendapatkan mendapatkan informasi tentang lokasi penelitian sample, sekaligus melakukan wawancara kepada responden guna mendapatkan data yang diperlukan.
Suatu penulisan akan memperoleh hasil seperti diharapkan apabila menggunakan suatu atau beberapa metode yang sasaran seperti yang diharapkan. Pada kegiatan ini terbagi menjadi 3 tahap yaitu :

1.5.1 Tahap  Persiapan
Pada tahap persiapan ini penulis melakukan persiapan mengenai segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan tersebut,yaitu mulai dari pemilihan judul-judul, pembuatan proposal dan aspek-aspek yang perlu dan disesuaikan dengan kemampuan penulisan. Pada tahap ini, penulisan juga mengajukan pedoman wawancara, menentukan jadwal penelitian kelapangan mengolah data, analisis data serta penyusunan laporan.
Dalam kegiatan tersebut ada 4 tahap yang digunakan yaitu melakukan pencarian terhadap jejak-jejak yang ditinggalkan tersebut secara kritis, berusaha untuk  membayangkan mengenai bentuk dari pristiwa yang terjadi pada masa lampau itu dan menyampaikan hasil-hasil sesuai dengan jejak-jejak maupun dengan imajinasi ilmiah (Notosusanto 1978 : 35 ).
Setelah bukti-bukti sejarah itu diketemukan, barulah dilakukan:
1.    Hiuristik, yaitu proses mencari untuk menemukan sumber-sumber sejarah berupa benda bangunan, berkakas, sumber tertulis (dalam) dan sumber lisan ( hasil wawancara ).
2.    Kritik yaitu proses untuk menyeleksi data menjadi fakta.
3.    Interpretasi yaitu merangkaikan fakta-fakta menjadi keseluruhan yaitu yang masuk akal.
4.    Histografi yaitu merangkaikan fakta-fakta menjadi kisah sejarah (Zuhdi 1992:1).
Data-data mengenai peristiwa sejarah tidak semua di peroleh dari catatan-catatan tertulis, maka dalam kegiatan penulisan ini, penulis juga menggunakan metode sejarah lisan berupa wawancara. Metode ini merupakan metode pelengkap untuk dapat merekonstruksi peristiwa sehingga menjadi lebih luas dimensinya karena data-data tidak terdapat di dalam catatan tertulis dapat dilengkapi dengan rekaman-rekaman suara. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, penulis menentukan nara sumber sebagai informasi pokok yang mengetahui betul mengenai peristiwa tersebut (Singarimbun, 1989 ;92).

1.5.2 Tahap Analisa Data
            Tahap analisa data ini penulis  mengambil langkah menganalisa data ini, yaitu setelah data-data itu terkumpul, baik dari hasil studi maupun dari hasil wawancara dengan nara sumber. Sumber itu dilakukan analisa mengenai sumber primer dan sumber sekunder, sebab titik tolak karya sejarah adalah mengenai sumber  penggunaan sumber baik primer maupun sekunder (Gottshalk, 1986, 33-40).
             Fedrik juga menambahkan pula bahwa landasan utama sejarah adalah bagian mengenai bukti-bukti sejarah yang sesuai dengan pokok permasalahan yang akan ditulis. Sumber itu dapat berupa arsip, surat-surat pribadi atau surat kabar bukti ini di pelajari kemudian dipertimbangkan mana yang sesuai dengan pokok masalah (1984 : 13-14).
            Hasil dari penelitian diseleksi dan dianalisa untuk mendapatkan fakta yang dapat dipercaya dan keabsahannya dapat terjamin. Dan keterangan dan hasil dikumpulkan melalui penelitian kepustakaan dan wawancara mengingat bahwa setiap keterangan tidak luput dari subyektifitas yang di kemukakan oleh informan atau penutur. Setelah itu di lakukan perhubungan dan penerangan fakta-fakta yang ada kaitannya dengan permasalahan yang dikaji menjadi sebuah kisah (Kartodirjo, 1992 : 18-19). Sehingga dengan demikian menjadilah suatu tulisan yang bersifat diskritif analisis.

1.5.3 Tahap Pengumpulan Data
            Untuk mengumpulkan suatu fakta-fakta sejarah yaitu dengan dua cara yang di gunakan yaitu : menilai sumber tertulis dan sumbeer lisan ( Arsip nasional Republik Indonesia, 1985 : 46).
            Untuk mendapatkan sumber tertulis dapat di peroleh dengan cara studi pustaka yaitu dengan upaya untuk mempelajari dokumen-dokumen dan buku-buku yang berkaitan dengan objek penelitianyang sangat erat sekali dengan penelitian, sedangkan sumber lisan ini dapat diperoleh melalui cerita-cerita atau kisah-kisah yang terdapat di kalangan masyarakat dengan menggunakan wawancara. Sehingga pada kenyataan ini dapat di katakan tidak semua peristiwa sejarah yang sudah berbentuk tulisan itu dapat memberikan informasi secara jelas mengenai peristiwa sejarah yang terjadi.

1.6 Sistematika Penulisan
            Sebagai pertanggungjawaban ilmiah dalam penulisan ini perlu disusun bentuk ataupun sistematika penulisan ini adalah sebagai berikut :
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab 1              Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
1.2  Masalah
1.3  Ruang Lingkup
1.4  Tujuan Penulisan
1.5  Metode Penelitian
1.6  Sistematika Penulisan
BAB II             Latar Belakang Pertumbuhan dan Perkembangan Kabupaten Kapuas Hulu
                  2.1  Masuknya Belanda
                  2.2  Masuknya Jepang
                  2.3  Sejarah Sebelum Terbentuknya Kabupaten Kapuas Hulu
                  2.4  Sistem Pembentukan Daerah
                  2.5  Lambang Daerah
                  2.6  Pembentukan Dasar Hukum Otonomi Kabupaten Kapuas Hulu
                  2.7  Perkembangan Aparatur Pemerintah
BAB III              Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Kabupaten Kapuas Hulu
                  3.1  Mata Pencaharian dan Penduduk
                  3.2  Pola Pemukiman Penduduk Kabupaten Kapuas Hulu
                  3.3  Agama dan Kepercayaan
                  3.4  Keadaan Sosial Budaya
                  3.5  Sistem Kekerabatan
                  3.6  Startifikasi Sosial
BAB IV             Kondisi Perekonomian Kabupaten Kapuas Hulu
4.1       Potensi-Potensi Kabupaten Kapuas Hulu
4.1.2  Lahan Perkebunan
4.1.3  Bahan Tambang
4.1.4  Kekayaan Perikanan
                 4.2  Sektor Penunjang Perekonomian
                           4.2.1  Perhubungan Darat
                          4.2.2  Perhubungan Sungai
                         4.2.3  Perhubungan Udara
                 4.3  Telekomunikasi dan Informasi
                        4.3.1  Sektor Pariwisata
                 4.4  Perdagangan Industri dan Koperasi
                        4.4.1  Industri
                        4.4.2  Perdagangan
                        4.4.3  Koperasi
                 4.5  Kebudayaan dan Pariwisata di Kabupaten Kapuas Hulu
                        4.5.1  Sektor Kebudayaan
                        4.5.2  Sektor Pariwisata
BAB IV           Penutup
                 5.1  Kesimpulan
                 5.2  Saran-Saran
-DAFTAR PUSTAKA
-DATA INFORMAN
-LAMPIRAN-LAMPIRAN


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar