Selasa, 17 April 2012

Metode Non Ilmiah Oleh : Hamid Darmadi



Ada beberapa pendekatan metode non ilmiah yang banyak digunakan, yaitu; pendapat otoritas, pengalaman, penemuan secara kebetulan dan coba-coba  (Trial and Error), metode a priori dan sebagainya.
1.    Pendapat Otoritas
            Pendapat otoritas ilmiah berasal dari orang-orang yang biasanya telah menempuh pendidikan formal tertinggi atau orang yang telah mempunyai pengalaman kerja ilmiah dalam suatu bidang/ilmu. Pendapat-pendapat mereka sering diterima orang tanpa diuji; selalu dipandang benar.
Kadang-kadang ada pendapat yang tidak benar namun karena merupakan pendapat orang yang mempunyai wewenang, orang awan menganggap pendapat itu suatau kebenaran. Sejarah membuktikan bahwa sebelum diperkenalkan teori Copernicus, orang percaya bahwa matahari adalah satelit dari bumi. Bumi adalah pusat dari alam semesta. Copernicus dan kawan-kawanya dengan gigih membuktikan teori baru yang sekarang dipercaya kebenarannya bahwa sebenarnya bumi dan satelit-satelit yang lainya berbutar mengelilingi matahari. Ini sekaligus mengakhiri teori salah yang telah sekian lama selalu dianggap benar karena teori itu berasal dari orang yang memiliki wewenang.

2.    Pengalaman
            Untuk memperoleh sesuatu yang mereka inginkan manusia seringkali menggunakan pengalaman-pengalamannya. Contoh misalnya anak kecil kerapkali menggunakan pengalaman-pengalamannya untuk mendapatkan sesuatu yang dikehendaki dari orang tuanya. Misalnya; anak kecil menggunakan pengalamanya bahwa kalau ia selalu patuh terhadap orang tua dan berprestasi selalu mendapat ganjaran dari orang tuanya. Sebaliknya, kalau ia tidak patuh dan tidak berprestasi ia kena marah. Dengan pengalaman-pengalaman seperti itu, anak-anak cenderung patuh dan ingin mendapatkan prestasi yang setinggi-tingginya agar memperoleh pujian dan ganjaran dari orang tuanya.
Pengalaman memang kadang-kadang banyak membantu. Tetapi jika tidak digunakan secara kritis bisa merugikan. Anak kecil yang terbiasa rakus kalau di rumah ; Selalu memilih kue-kue yang besar waktu ibunya membagi kue-kue kemungkinan anak itu akan memilih hadiah yang dibungkus dalam bungkusan yang lebih besar meskipun mungkin isinya barang yang tak berharga.

3.    Penemuan Coba-coba ( Trial and Error )
            Penemuan secara kebetulan banyak terjadi dan banyak diantaranya sangat berguna, Misalnya, Newton menemukan hukum grafitasi bumi waktu ia secara kebetulan melihat buah apel yang jatuh. Archimedes, menemukan dalil Archimedes yang sangat terkenal  itu sewaktu ia mandi berendam dalam suatu bak yang penuh air. Ada seorang penderita malaria yang secara kebetulan menemukan obat penyakitnya pada waktu mandi dikolam yang berisi air pahit yang berasal dari kulit pohon kina yang pohonya tumbang ke dalam parit. Penemuan-penemuan seperti itu di peroleh tanpa rencana, tidak pasti, dan tidak melalui langkah-langkah yang sistimati dan terkendali.
Penemuan coba-coba ( trial and error ) di peroleh tanpa kepastian untuk memperoleh suatu kondisi tertentu untuk pemecahan suatu masalah. Usaha seperti ini umumnya merupakan serangkaian percobaan tanpa arah dan tanpa keyakinan yang pasti untuk suatu pemecahan masalah. Pemecahan terjadi secara kebetulan setelah dilakukan serangkaian usaha coba-coba. Penemuan tersebut pada umumnya tidak efisien dan tidak terkontrol.

4.    d Metode A Priori
Metoda a priori juga disebut metoda intuisi. Dalam pendekatan ini orang menentukan pendapat mengenai sesuatu berdasar atas pengetahuan yang langsung ( didapat dengan cepat tanpa proses dan pemikiran yang matang. ) Dalil-dalil dan kesimpulan yang diterima menurut metode tersebut semata-mata berdasar alasan yang tidak dipertimbangkan dengan pengalaman.
Kelemahan pengambilan kesimpulan yang semata-mata berdasarkan alasan rasional yang satu sama lain bertentangan. Kesimpulan mana yang benar ?

Meteda Ilmiah

Dibandingkan cara memperoleh kebenaran terhadap suatu kebenaran dengan metoda non ilmiah metoda ilmiah (the scientific method ) adalah lebih efisien dan dapat dipercaya. Meskipun tidak ada pendekatan yang benar-benar memuaskan, pendekatan-pendekatan  ( Misalnya melalui pengalaman, pihak berwenang, penalaran induktif dan penalaran deduktif ) itu sangat efektif  apabila digunakan bersama-sama sebagai komponen metoda ilmiah yang integral.
Pada dasarnya metode ilmiah mencakup induksi dari hipotesis-hipotesis berdasarkan pengamatan (observasi), deduksi dari implikasi hipotesis, pengujian implikasi-implikasi tersebut,dan komfirmasi (diterimanya) atau diskonfirmasi (ditolaknya) hipotesis.
Ilmu pengetahuan dan penelitian diibaratkan dua sisi mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Mereka saling menunjang untuk mencapai tujuan yang sama. Tujuan semua usaha ilmiah adalah untuk memberikan penjelasan, membuat prakiraan, dan/atau mengentrol kejadian atau fenomena. Tujuan ilmu pengetahuan adalah untuk menyiapkan dan menyajikan teknik-teknik dasar yang logis,dengan apa dan yang mana orang bisa memperoleh pemahaman, wawasan interprestasi, prediksi serta pengontrolan terhadap situasi yang mempunyai interrelasi yang serba kompleks. Tujuan itu bisa tercapai melalui metode ilmiah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar