Kamis, 19 April 2012

PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA

  1. Pengertian

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (UU No.20 Tahun 2003 Pasal 1 butir 1). Pendidikan nasional adalah pendidikan yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berakar pada nilai-nilai agama, kebudayaan nasional Indonesia dan tanggap terhadap tuntutan perubahan zaman.

Budaya merupakan keseluruhan sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan miliknya dengan cara belajar. Sedangkan budaya bangsa adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya yang dihasilkan dan menjadi karakteristik bangsa tersebut.

Karakter adalah nilai kebajikan akhlak dan moral yang terpatri, yang menjadi nilai intrinsik dalam diri manusia yang melandasi pemikiran, sikap, dan perilakunya. Karakter bangsa Indonesia merupakan kristalisasi nilai-nilai kehidupan nyata bangsa Indonesia yang merupakan perwujudan dan pengamalan Pancasila. 

Pendidikan budaya dan karakter bangsa adalah pendidikan yang mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sebagai anggota masyarakat dan warganegara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Dalam proses pendidikan budaya dan karakter bangsa, secara aktif peserta didik mengembangkan potensi dirinya, melakukan proses internalisasi, dan penghayatan nilai-nilai menjadi kepribadian mereka dalam bergaul di masyarakat, mengembangkan kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera, dan mengembangkan kehidupan bangsa yang bermartabat.

  1. Fungsi dan Tujuan

Pada hakekatnya pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan pendidikan nilai, pendidikan budi pekerti, pendidikan moral, pendidikan watak, untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam memberikan keputusan baik-buruk, mempertahankan yang baik, dan mewujudkan kebaikan itu dalam kehidupan sehari-hari dengan sepenuh hati. Sehubungan dengan hakekat tersebut, pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA berfungsi sebagai (1) pengembangan potensi, (2) perbaikan generasi, dan (3) penyaring budaya.
1.    Pengembangan potensi. Pendidikan budaya dan karakter bangsa berfungsi  mengembangkan potensi dasar peserta didik agar berhati baik, berpikiran baik, dan berperilaku baik;
2.    Perbaikan generasi. Pendidikan budaya dan karakter bangsa memperkuat dan membangun perilaku bangsa yang multikultur untuk menjadi bangsa yang bermartabat;  dan
3.    Penyaring budaya. Pendidikan budaya dan karakter bangsa menyaring budaya  yang negatif dan menyerap budaya yang lebih sesuai dengan karakter bangsa, untuk meningkatkan peradaban bangsa yang kompetitif dalam pergaulan dunia.

Tujuan pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA pada intinya adalah untuk:
1.    mengembangkan potensi kalbu/nurani/afektif peserta didik sebagai manusia dan warganegara yang memiliki nilai-nilai budaya dan karakter bangsa;
2.    mengembangkan  kebiasaan  dan  perilaku  peserta  didik  yang  terpuji  dan sejalan dengan nilai-nilai universal dan tradisi budaya bangsa yang religius;
3.    menanamkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab peserta didik sebagai generasi penerus bangsa;
4.    mengembangkan kemampuan peserta didik menjadi manusia yang mandiri, kreatif, berwawasan kebangsaan; dan
5.    mengembangkan lingkungan kehidupan sekolah sebagai lingkungan belajar yang  aman,  jujur,  penuh  kreativitas  dan  persahabatan,  serta  dengan  rasa kebangsaan yang tinggi dan penuh kekuatan (dignity).

Pendidikan budaya dan karakter bangsa merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat, sekolah, dan orangtua. Pendidikan budaya dan karakter bangsa di SMA adalah kegiatan sekolah; oleh karenanya harus dilakukan secara bersama oleh semua warga sekolah, yaitu kepala sekolah sebagai pengelola pendidikan, semua guru melalui pembelajaran dan pengembangan diri, tenaga administrasi dalam melayani/ menunjang administrasi pendidikan, dan semua peserta didik sebagai subjek pendidikan, didukung dengan pengkondisian sekolah sehingga menjadi bagian yang tak terpisahkan dari budaya sekolah.


  1. Nilai-nilai Budaya dan Karakter Bangsa

Merujuk berbagai sumber, nilai-nilai luhur budaya dan karakter bangsa sangat kompleks namun pada dasarnya merupakan perpaduan dari pengembangan olah hati (spiritual and emotional development), olah pikir (intellectual development), olah raga (physical and kinesthetic development), serta olah rasa dan karsa (affective and creativity development) seperti digambarkan pada Diagram 1 berikut ini.
 










Diagram 1 Nilai-nilai luhur dan perilaku berkarakter

Menurut Lickona (2004) terdapat sepuluh kebajikan (virtues) yang membentuk karakter kuat seseorang, yaitu : (1) kebijaksanaan (wisdom); (2) keadilan (justice); (3) keteguhan (fortitude); (4) kontrol diri (self-control); (5) cinta dan kasih sayang (love); (6) perilaku positif (positive attitude); (7) kerja keras (hard work) dan kemampuan mengembangkan potensi (resourcefulness); (8) Integritas (integrity); (9) rasa terimakasih (gratitude); (10) kerendahan hati (humility). Sedangkan Suyanto (2010) mengelompokkan sembilan pilar karakter yang berasal dari nilai-nilai luhur universal, yaitu: (1) cinta Tuhan dan segenap ciptaan-Nya; (2) kemandirian dan tanggungjawab; (3) kejujuran/amanah, diplomatis; (4) hormat dan santun; (5) dermawan, suka tolong-menolong dan gotong royong/kerjasama; (6) percaya diri dan pekerja keras; (7) kepemimpinan dan keadilan; (8) baik dan rendah hati; (9) toleransi, kedamaian, dan kesatuan.

Sementara itu nilai-nilai yang dikembangkan dalam pendidikan budaya dan karakter bangsa Indonesia dilandasi sumber-sumber agama, pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Berdasarkan keempat sumber tersebut telah diidentifikasi 18 nilai-nilai yang dapat dikembangkan melalui pendidikan budaya dan karakter bangsa, seperti tertera pada Tabel 1 berikut. 



NO

NILAI
DESKRIPSI
1
Religius
Sikap dan perilaku yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama  yang dianutnya.
2
Jujur
Perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

3
Toleransi
Sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari dirinya. Toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

4
Disiplin
Tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan.
5
Kerja keras
Perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas, serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya.

6
Kreatif
Berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atau hasil baru dari sesuatu yang telah dimiliki.

7
Mandiri
Sikap dan perilaku yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas.
8
Demokratis
Cara berfikir, bersikap, dan bertindak yang menilai sama  hak dan kewajiban dirinya dan orang lain.
9
Rasa ingin tahu
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya untuk mengetahui lebih mendalam dan meluas dari sesuatu yang dipelajarinya, dilihat, dan didengar.
10
Semangat Kebangsaan
Cara berpikir, bertindak, dan berwawasan yang menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan diri dan kelompoknya.
11
Cinta Tanah Air
Cara berfikir, bersikap, dan berbuat yang menunjukkan kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan  yang tinggi terhadap bahasa,  lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik bangsa.
12
Menghargai Prestasi
Sikap dan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, dan mengakui, serta menghormati keberhasilan orang lain.
13
Bersahabat/
Komunikatif
Tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul, dan bekerja sama dengan orang lain.
14
Cinta Damai
Sikap, perkataan, dan tindakan yang menyebabkan orang lain merasa senang dan aman atas kehadiran dirinya.
15
Gemar Membaca
Kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagai bacaan yang memberikan kebajikan bagi dirinya.
16
Peduli Lingkungan
Sikap dan tindakan yang selalu berupaya mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan mengembangkan upaya-upaya untuk memperbaiki kerusakan alam yang sudah terjadi.
17
Peduli Sosial
Sikap dan tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang lain dan masyarakat yang membutuhkan.
18
Tanggung-jawab
Sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajiban yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial dan budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa.

Tabel 1  Nilai-nilai karakter dan deskripsinya
                                (Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa – Pusat Kurikulum, Balitbang, Kemdiknas).

Keseluruhan nilai-nilai karakter yang disebutkan di atas tidak harus dikembangkan secara serentak. Sekolah dapat memilih dan menentukan prioritas nilai-nilai yang akan dikembangkan setelah melakukan analisis konteks sesuai dengan kondisi sumber daya yang terdapat di masing-masing sekolah, kebutuhan peserta didik yang dilayani, karakteristik mata pelajaran, bahan kajian, dan hakikat kompetensi setiap mata pelajaran.

  1. Muatan Nilai-nilai Karakter dalam Standar Kompetensi Lulusan SMA

SMA merupakan pendidikan menengah yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan peserta didik untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Tujuan pendidikan ini dikembangkan menjadi 23 butir Standar Kompetensi Lulusan (SKL) SMA yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 tahun 2006. Dalam setiap rumusan SKL SMA ternyata memuat nilai-nilai karakter, seperti disajikan pada Tabel 2.

No.

Rumusan SKL SMA

Nilai Karakter

1
Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja
Religius
2
Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya
Menghargai prestasi
3
Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya
Tanggung jawab
4
Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial
Disiplin
5
Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global
Toleransi
6
Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif
Kreatif
7
Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan
Kreatif
8
Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri
Gemar membaca
9
Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik
Menghargai prestasi
10
Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks
Kreatif
11
Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial
Kreatif,
Peduli lingkungan/sosial
12
Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab
Tanggung jawab,
Peduli lingkungan
13
Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia
Semangat kebangsaan
Cinta tanah air
14
Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya
Menghargai prestasi
15
Mengapresiasi karya seni dan budaya
Menghargai prestasi
16
Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok
Kreatif
17
Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan
Disiplin, Mandiri,
Tanggung jawab, Peduli lingkungan
18
Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun
Bersahabat/komunikatif
19
Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat
Tanggung jawab
20
Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain
Toleransi
21
Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis
Gemar membaca
22
Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris
Gemar membaca,
Bersahabat/ komunikatif
23
Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi
Kerja keras,  Mandiri, Tanggung jawab.

Tabel 2 Muatan nilai-nilai karakter dalam SKL SMA
(Grand design Pendidikan Karakter – Kemendiknas).

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar