Kamis, 07 April 2011

IMPLIMENTASI KBM YANG EFEKTIF


I.    PENDAHULUAN
1.     KBM SELAMA INI BELUM EFEKTIF, SISWA BELUM MEANING FULL LEARNING, GURU BELUM MEANING FULL TEACHING,  SEHINGGA SISWA BELUM MAMPU MENCAPAI  KOMPETENSI INDIVIDUAL.
2.     DALAM ERA GLOBALISASI SEKARANG INI DIPERLUKAN MULTI PENGETAHUAN DAN KEANEKA RAGAMAN KETERAMPILAN AGAR SISWA MAMPU MEMBERDAYAKAN DIRINYA, DAN SIAP BERSAING DENGAN BANGSA LAIN.
3.     KBM YANG ADA SELAMA INI CENDERUNG HANYA MENTRANSFORMASI PENGETAHUAN DARI GURU KE SISWA, KBM BERNUANSA KBK  INGIN MELIBATKAN SISWA SECARA AKTIF DALAM MEMBANGUN GAGASAN/ PENGETAHUAN OLEH MASING-MASING INDIVIDU DAN DAPAT DISELENG-GARAKAN DI BERBAGAI LOKASI SEPERTI : DI KELAS, DI LINGKUNGAN SEKOLAH, DI PERPUSTAKAAN, DI LABORATORIUM, DI PASAR, DI TOKO, DI PAANATAI, DI TEMPAT REKREASI, DI KEBON DSB

II.   CIRI KBM YANG MENUNJANG PENCAPAIAN KOMPETENSI INDIVIDUAL
      ADA 7 CIRI KBM  YANG MEMBERDAYA POTENSI SISWA  YAITU ;
1.   PEMBALIKAN MAKNA BELAJAR
a.     DIARTIKAN SEBAGAI PROSES MEMBANGUN MAKNA/PEMAHAMAN TERHADAP INFORMASI DAN PENGALAMAN SISWA. PROSES MEMBANGUN MAKNA DAPAT DILAKUKAN SENDIRI OLEH SISWA ATAU BERSAMA ORANG LAIN.
b.     MENGAJAR MERUPAKAN PARTISIPASI GURU DL MEMBANGUN PEMAHAMAN SISWA. PARTISIPASI TERSEBUT DENGAN BERTANYA SECARA KRITIS, MEMINTA KEJELASAN, ATAU MENYAJIKAN SITUASI YANG BERTENTANGAN DENGAN PEMAHAMAN SISWA, SEHINGGA MEREKA TERDORONG UNTUK MEMPERBAIKI PEMAHAMANNYA.
c.     PARTISIPASI GURU HARUS SELALU MENEMPATKAN PEMBANGUNAN PEMAHAMAN ITU ADALAH TANGGUNG JAWAB SISWA ITU SENDIRI. MISALNYA BILA SISWA BERTANYA  TENTANG SESUATU, MAKA PERTANYAAN ITU HARUS SELALU DIKEMBALIKAN DULU KEPADA SISWA LAIN SEBELUM GURU MENJAWABNYA.

2. BERPUSAT PADA SISWA  
a.     SISWA MEMILIKI PERBEDAAN SATU SAMA LAIN. SISWA BERBEDA DALAM MINAT, KEMAMPUAN, KESENANGAN, PENGALAMAN, DAN CARA BELAJAR.
b.     SISWA TERTENTU LEBIH MUDAH BELAJAR DENGAN DENGAR –BARA, SISWA LAIN LEBIH MUDAH DENGAN (MELIHAT), SISWA LAIN LAGI DENGAN CARA KINESTETIKA ( GERAK)
c.     OKI KEGIATAN PEMBELAJARAN, ORGANISASI KELAS, MATERI PEMBELAJARAN, WAKTU, CIRI KBM YANG MENUNJANG PENCAPAIAN KOMPETENSI INDIVIDUAL, ALAT BELAJR, DAN CARA PENILAIAN PERLU BERAGAM SESUAI DENGAN KARAKTERISTIK SISWA.
d.     KBM PERLU MENEMPATKAN SISWA SEBAGAI SUBJEK BELAJAR, ARTINYA KBM MEMPERHATIKAN BAKAT, MINAT, KEMAMPUAN, CARA DAN STRATEGI BELAJAR, MOTIVASI BELAJAR, DAN LATAR BELAKANG SOSIAL SISWA.  
e.     KBM PERLU MENDORONG SISWA MENGEMBANGKAN POTENSINYA SECARA OPTIMAL.

3. BELAJAR DENGAN MENGALAMI  
a.     KBM  PERLU MENYEDIAKAN PENGALAMAN NYATA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI DAN ATAU DUNIA KERJA YANG TERKAIAT DENGAN PENERAPAN KONSEP, KAIDAH DAN PRINSIP ILMU YANG DIPELAJARI.
b.     KARENA ITU SEMUA SISWA SISWA DIHARAPKAN MEMPEROLEH PENGALAMAN LANSUNG MELALUI PENGALAMAN INDRAWI YANG MEMUNGKINKAN MEREKA MEMPEROLEH INFORMASI DARI MELIHAT, MENDENGAR, MERABA, MENCICIPI, DAN MENCIUM.
c.     TOPIK YANG TIDAK MUNGKIN DISEDIAKAN PENGALAMAN NYATA, GURU DAPAT MENGGANTIKANNYA DENGAN MODEL ATAU SITUASI BUATAN DALAM WUJUD SIMULASI.
d.     JIKA HAL INI TIDAK MUNGKIN JUGA MAKA GURU DAPAT MENGGANTI-KANNYA DENGAN ALAT AUDIO-VISUAL (DENGAR PANDANG)  INI ADALAH PILIHAN TERAAKHIR.

4. MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN SOSIAL, KOGNITIF, & EMOSIONAL
a.      SISWA LEBIH MUDAH MEMBANGUN PEMAHAMAN APABILA DAPAT MENGKOMUNIKASIKAN GAGASANNYA KEPADA SISWA LAIN, GURU/ INSTRUKTUR.
b.      DENGAN KATA LAIN MEMBANGUN PEMAHAMAN LEBIH MUDAH MELALUI INTERAKSI DENGAN LINGKUNGAN SOSIALNYA.
c.      INTERAKSI MEMUNGKINKAN TERJADINYA PERBAIKAN TERHADAP PEMAHAMAN SISWA MELALUI DISKUSI, SALING BERTANYA, DAN SALING MENJELASKAN.
d.      INTERAKSI DAPAT DITINGKATKAN DENGAN BELAJAR KELOMPOK.
e.      PENYAMPAIAN GAGASAN OLEH SISWA DAPAT MEMPERTAJAM, MEMPERDALAM, MEMANTAPKAN, ATAU MENYEMPURNAKAN GAGASAN ITU KARENA MEMPEROLEH TANGGAPAN DARI SISWA LAIN ATAU GURU.
f.       KBM PERLU MENDORONG SISWA UNTUK MENGKOMUNIKASIKAN GAGASAN HASIL KREASI DAN TEMUANNYA KEPADA SISWA ALAIN, GURU, ATAU PIHAK-PIHAK LAIN TERKAIT.
g.      DENGAN DEMIKIAN KBM MEMUNGKINKAN SISWA BERSOSIALISASI  DENGAN MENGHARGAI PERBEDAAN (PENDAPAT, SIKAP, KEMAMPUAN, PRESTASI) DAN BERLATIH UNTUK BEKERJASAMA.
h.      ARTINYA KBM PERLU MENDORONG SISWA UNTUK EMPATINYA SEHINGGA DAPAT TERJALIN SALING PENGERTIAN DENGAN MENYELARASKAN PENGETAHUAN DAN TINDAKANNYA.

5. MENGEMBANGKAN KEINGINTAHUAN, IMAJINASI, &  BER-TUHAN
a.       SISWA DILAHIRKAN DENGAN MEMILIKI RASA INGIN TAHU, IMAJINASI, DAN FITRAH BER-TUHAN.
b.       RASA INGIN TAHU DAN IMAJINASI MERUPAKAN MODAL DASAR UNTUK BERSIKAP PEKA, KRITIS, MANDIRI, DAN KREATIF. 
c.       RASA FITRAH BER-TUHAN MERUPAKAN EMBRIO ATAU CIKAL BAKAL BERTAQWA KEPADA TUHAN YME.
d.       KBM PERLU MEMPERTIMBANGKAN RASA INGIN TAHU, IMAJINASI, DAN FITRAH BER-TUHAN AGAR SETIAP SESI KEGIATAN PEMBELAJARAN MENJADI WAHANA UNTUK MEMBERDAYAKAN KETIGA AJENIS POTENSI INI.

6. BELAJAR SEPANJANG HAYAT  
a.       SISWA MEMERLUKAN KEMAMPUAN BELAJAR SEPANJANG HAYAT UNTUK BISA BERTAHAN (SURVIVE) DAN BERHASIL (SUKSES) DALAM MENGHADAPI SETIAP MASALAH SAMBIL MENJALANI KEHIDUPAN SEHARI-HARI
b.       KARENA  ITU SISWA MEMERLUKAN FISIK DAN MENTAL YANG KOKOH
c.        KBM PERLU MENDORONG SISWA UNTUK DAPAT MELIJHAT DIRINYA SECARA POSITIF, MENGENALI DIRINYA BAIK KELEBIHAN MAUPUN KEKURTANGANNYA  UNTUK KEMUDIAN DAPAT MENSYUKURI APA YANG TELAH DIANUGRAHKAN TUHAN YME KEPADANYA. 
d.       KARENA  ITU KBM PERLU MEMBEKALI SISWA DENGAN KETERAMPILAN BELAJAR YANG MELIPUTI  PENGEMBANGAN RASA PERCAYA DIRI, KEINGINTAHUAN, KEMAAMPUAN MEMAHAMI ORANG LAIN, KEMAMPUAN BERKOMUNIKASI DAN BEKERJASAMA SUPAYA   MENDORONG DIRINYA UNTUK SENANTIASA BELAJAR BAIK SECARA FORMAL DI SEKOLAH MAUPUN  SECARA INFORMAL DI LUAR KELAS.

7. PERPADUAN KEMANDIRIAN DAN KERJASAMA  
a.        SISWA PERLU BERKOMPETISI, BEKERJASAMA, DAN MENGEMBANGKAN SOLIDARITASNYA.
b.        KBM PERLU MEMBERIKAN KESEMPATAN KEPADA SISWA
c.        CIRI KBM YANG MENUNJANG PENCAPAIAN KOMPETENSIN INDIVIDUAL  MENGEMBANGKAN SEMANGAT BERKOMPETENSI SEHAT  UNTUK MEMPEROLEH PENGHARGAAN BEKERJASAMA DAN SOLIDARITAS.
d.        KBM PERLU MENYEDIAKAN TUGAS-TUGAS YANG MEMUNGKINKAN SISWA BEKERJA SECARA MANDIRI.

III.  BAGAIMANA MENYEDIAKAN PENGALAMAN BELAJAR YANG  BERAGAM?

KERUCUT PENGALAMAN BELAJAR
                                                                                           
                                                                                                                                       MODUS

                              BACA
                10%                                                                                                                                             VERBAL     
                20%                                                                  DENGAR              
                 
 30%                                                                    LIHAT                                                             VISUAL            
 50%                                                          LIHAT & DENGAR







 

                 70%                                                         KATAKAN                                                             BERBUAT        
                 90%                                       
           KATAKAN & LAKUKAN


 



1.  PENGALAMAN  MENTAL ANTARA LAIN :
a.     MELALUI MEMBACA BUKU, MENDENGARKAN CERAMAH, MENDENGARKAN BERITA RADIO, MELAKUKAN PERENUNGAN, MENONTON  TV/FILM.
b.     PENGALAMAN BELAJAR MELALUI PENGALAMAN MENTAL SISWA HANYA MEMPEROLEH INFORMASI MELALUI INDERA DENGAR DAN LIHAT. 
c.     PENGALAMAN BELAJAR MELALUI INDERA DENGAR LEBIH SULIT DARI INDERA LIHAT, KARENA MELALUI MELALUI INDERA DENGAR DIPERLUKAN KEMAMPUAN ABSTRAKSI DAN KONSENTRASI PENUH.

2.  PENGALAMAN FISIK  
a.     PENGALAMAN BELAJAR JENIS INI MELIPUTI KEGIATAN PENGAMATAN, PERCOBAAN, PENELITIAN, KUNJUNGAN, KARYA WISATA/STUDY TOUR, PEMBUATAN BUKU HARIAN, DAN BEBERAPA BENTUK KEGIATAN PRAKTIS LAINNYA.
b.     PENGALAMAN FISIK  LAZIMNYA,  SISWA DAPAT MEMANFAATKAN SELURUH INDERANYA KETIKA MENGGALI INFORMASI MELALUI PENGALAMAN FISIK.

3.  PENGALAMAN SOSIAL  
a.     BENTUK-BENTUK PENGALAMAN SOSIAL YANG DAPAT DILAKUKAN GURU ANTARA LAIN : 1)MELAKUKAN WAWANCARA, 2)BERMAIN PERAN , DISKUSI, KERJA BHAKTI, MELAKUKAN BAZAR, PAMERAN, JUAL BELI, PENGUMPULAN DANA UNTUK BENCANA ALAM, ARISAN DLL.   
b.     PENGALAMAN SOSIAL  AKAN LEBIH BERMANFAAT JIKA  SISWA DIBERI PELUANG UNTUK BERINTERAKSI SATU SAMA LAIN : BERTANYA, MENJAWAB, BERKOMENTAR, MEMPERTANYAKAN JAWABAN, MENDEMONSTRASIKAN DAN SEBAGAINYA.
c.     IMPLEMENTASI PENGALAMAN SOSIAL MENGGUNAKAN SITUASI NYATA. JIKA SITUASI NYATA TIDAK MUNGKIN DIDAPAT, GURU BOLEH MENGGUNAKAN   SITUASI BUATAN, ALAT AUDIO VISUAL, ALAT VISUAL, DAN AUDIO, (CERAMAH BARU DIPILIH SETELAH KEEMPAT CARA INI TIDAK MUNGKIN DISEDIAKAN)
d.     PENGALAMAN BELAJAR  DENGAN PENGALAMAN SOSIAL  DAPAT  DIKLASIFIKASIKAN MENJADI : 1)Situasi nyata, 2)Situasi buatan, dan 3)Situasi dengar dan lihat (audio-visual)  
1)     SITUASI NYATA : SISWA  DIAJAK MELIHAT LANGSUNG SUATU PERISTIWA/ KEJADIAN/ GEJALA/ FENOMENA  DSB TENTANG SESUATU YANG SEDANG TERJADI. 
2)     SITUASI BUATAN :  DILAKUKAN APABILA  SITUASI NYATA SUKAR DI DAPAT/DILAKAUKAN.
3)     SITUASI DENGAR DAN LIHAT
a.     AUDIO-VISUAL  : CARA INI MENYAJIKAN CONTOH SITUASI NYATA ATAU CONTOH SITUASI BUATAN DALAM SAJIAN TAYANGAN  HIDUP (FILM). CARA INI  SANGAT COCOK UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI PENGAJARAN  PENDIDIKAN AGAMA DAN PKN.
b.     VISUAL VERBAL  : CARA INI  BANYAK BERKAITAN DENGAN  MEMBACA BUKU  PELAJARAN, BUKU SUMBER, ENSIKLOPEDIA, LEMBAR KEGIATAN/LEMBAR KERJA, CHART, GRAFIK DAN TABEL.
c.     AUDIO VERBAL : GURU MENGGUNAKAN AUDIO VERBAL  DALAM BENTUK CERAMAH. CARA INI  CENDERUNG MEMBUAT SISWA PASIF.
d.     KELEMAHAN CARA INI ADALAH SISWA TIDAK MUDAH MENYAMAKAN   INFORMASI YANG DICERAMAHKAN GURU DENGAN PENGETAHUAN AWAL SISWA, PERISTIWA BELAJAR CENDERUNG TIDAK BERLANGSUNG BAIK.   GURU HARUS MENGURANGI CARA INI, KEMUDIAN MENYELINGINYA DENGAN CARA LAIN YANG SIGNIFIKAN. 

CONTOH : PENGALAMAN BELAJAR YANG DAPAT DIPILIH GURU :
1. Menggubah syair lagu dan bernyanyi
2. Melakukan Permainan
3. Bermain peran
4. Diskusi (bertanya, menjawab, berkomentar, mendengar penjelasan, menyanggah)
5. Menggambar dan mengarang
6. Menulis prosa, puisi, pantun, gurindam
7. Membaca bermakna
8. Menyimak untuk menangkap gagasan pokok
9. Mengisi teka-teki
10. Mengajukan pertanyaan penelitian
11. Mengajukan pendapat dengan alasan yang logis
12. Mengomentari
13. Bercerita
14. Mendengarkan cerita
15. Mengamati persamaan dan perbedaan untuk mencari ciri benda
16. Mendengarkan penjelasan sambil membuat catatan penting
17. Membuat rangkuman/sinopsis
18. Mendemonstrasikan hasil temuan
19. Mencari pemecahan soal-soal Matematika
20. Membuat soal cerita
21. Mengukur panjang, berat, suhu
22. Merencanakan dan melakukan percobaan
23. Merencanakan dan melakukan penelitian sederhana
24. Membuat buku harian
25. Membuat kamus
26. Melakukan simulasi dengan komputer
27. Mengelompokkan sambil mengidentifikasi (mengenali ciri) benda
28. Mengumpulkan dan mengoleksi benda dengan karakteristiknya
29. Membuat komik
30. Membuat ramalan dan berekstrapolasi
31. Membuat grafik
32. Membuat diagram
33. Membuat chart atau grafik
34. Membuat jurnal
35. Menyiapkan dan melaksanakan pameran
36. Menggunakan alat (alat ukur, alat potong, alat tulis)
37. Praktek ibadah
38. Praktek menjadi khatib atau pendeta atau Pastor
39. Praktek berceramah
40. Praktek budi pekerti
41. Membuat poster
42. Membuat model (seperti kotak, silinder, kubus, segitiga, lingkaran)
43. Menata pajangan
44. Menata buku perpustakaan
45. Membuat daftar pertanyaan untuk wawancara
46. Melakukan wawancara
47. Membuat denah
48. Membuat catatan hasil penjelasan/hasil pengamatan
49. Membaca kamus
50. Mencari informasi dari ensiklopedia
51. Melakukan musyawarah
52. Mengunjungi dan menemukan alamat situs website
53. Bernegosiasi
54. Mendiskusikan wacana dari media cetak/media elektronik
55. Membuat cergam
56. Membuat resensi buku
57. Mengkritisi suatu artikel
58. Mengkaji pola tulisan suatu artikel
59. Menulis artikel ilmiah popular
60. Membuat kamus
61. Membuat ensiklopedia
62. dapat ditambahkan sejumlah kegiatan lain yang mengerahkan keterampilan berpikir dan
      mengaplikasikan pengetahuan yang sudah diketahui. dll.

IV. BAGAIMANA MENGELOLA KBM YANG EFEKTIF?
1.  PENGELOLAAN TEMPAT BELAJAR  
a.     MENYEDIAKAN TEMPAT BELAJAR (RUANG KELAS YANG MENARIK DAN MENYENANGKAN).
b.     MENCIPTAKAN SIRKULASI UDARA YANG AMAN, NYAMAN DAN MENYENANGKAN
c.     POSISI TEMPAT DUDUK  SISWA, MEJA GURU, LEMARI, PAPAN TULIS, DAN SEBAGAIANYA DITATA SECARA MENARIK.
d.     MEMAJANG HASIL PEKERJAAN SISWA BERUPA GAMBAR, PETA, DIAGRAM, MODEL, BENDA ASLI, PUISI, KARANGAN, DAN SEBAGAINYA UNTUK MEMOTIVASI SISWA LEBIH KREATIF DAN INOVATIF SERTA UNTUK MENIMBULKAN INSPIRASI BAGI SISWA LAIN.   
e.     PAJANGAN BERTUJUAN  MEMBANTU GURU DALAM KBM KARENA DAPAT DIJADIKAN RUJUKAN KETIKA MEMBAHAS SUATU MASALAH.
f.      MEJA KURSI DAPAT DISUSUN SECARA KELOMPOK, BERBENTUK U, ATAU BENTUK BERJAJAR ATAU SECARA BERBARIS, TERGANTUNG DENGAN STRATEGI YANG AKAN DIGUNAKAN, DAN TUJUAN YANG AKAN DICAPAI.   JIKA MENGINGINKAN INTENSITAS INTERAKSI SISWA YANG TINGGI DISARANKAN UNTUK TIDAK MENGGUNAKAN BENTUK BERJAJAR BERBARIS.

2. PENGELOLAAN  SISWA  
a.      PENGELOLAAN  SISWA DILAKUKAN DALAM BERAGAM BENTUK SEPERTI INDIVIDUAL, BERPASANGAN, KELOMPOK KECIL, ATAU KLASIKAL.
b.      HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM MELAKUKAN PENGELOLAAN SISWA ADALAH : 1)JENIS KEGIATAN, TUJUAN KEGIATAN, KETERLIBATAN SISWA, WAKTU BELAJAR, DAN KETERSEDIAAN SARANA/PRASARANA DAN KEBERAGAMAN KARAKTERISTIK SISWA.
c.      GURU HARUS MEMAHAMI BAHWA SETIAP SISWA MEMILIKI KARAKTER YANG BERBEDA. KARENA ITU PERLU DIRANCANG KBM YANG MEMUNG- KINKAN SISWA MEMPEROLEH PELUANG SAMA DALAM  MENGEMBANG-KAN POTENSINYA
d.      BERIKUT INI BEBERAPA CONTOH PERBEDAAN KARAKTERISTIK  SISWA:

TABEL 1 :  FAKTOR KEBERAGAMAN KARAKTERISTIK SISWA

FAKTOR KEBERAGAMAN
PENGELOLAAN SISWA
ISI (by content)
Memberikan peluang kepada siswa untuk mempelajari materi yang berbeda dalam sasaran kompetensi yang sama ataupun berbeda.

MINAT DAN MOTIVASI SISWA (by interest)
Memberikan peluang kepada siswa untuk berkreasi sesuai dengan minat dan motivasi belajar terlepas dari kompetensi yang sama atau berbeda. Hal ini diharapkan mampu memacu motivasi siswa untuk belajar lebih lanjut secara mandiri.
KECEPATAN TAHAPAN BELAJAR  (by pace) 
Memberikan peluang kepada siswa untuk belajar  (bekerja) sesuai dengan kecepatan belajar yang dimilikinya. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran, serta kegiatan yang dilakukan siswa
TINGKAT KEMAMPUAN
(by level) 
Memberikan peluang kepada setiap siswuntuk mencapai kompetensi secara maksimal sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimiliki. Keberagaman bisa pada kompetensi dan/atau isi materi pelajaran serta kegiatan yang dilakukan siswa.
REAKSI YANG DIBERIKAN SISWA (by respond).
Memberikan kesempatan atau peluang kepada siswa untuk menunjukkan respon melalui presentasi/menyajikan hasil karyanya secara lisan, tertulis, benda kreasi, dan sebagainya
SIKLUS CARA BERPIKIR
 (by circular sequence)   
Memberikan kesempatan kepada setiap  siswa untuk menguasai materi melalui cara-cara berdasarkan perspektif yang mereka pilih Struktur pengetahuan (by structure) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memilih (menyeleksi) materi berdasarkan cara yang dikuasai, misal: dari yang mudah ke sulit, dari yang diketahui ke yang tidak diketahui, dari  dekat ke jauh
WAKTU (by time)
Memberikan perhatian kepada setiap individu siswa yang kemungkinannya memiliki perbedaan durasi untuk mencapai ketuntasan dalam belajar
PENDEKATAN PEMBELAJARAN (by teaching style)
Memberikan perlakuan yang berbeda kepada setiap individu sesuai dengan keadaan siswa.

3.  PENGELOLAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN  
a.  GURU MERENCANAKAN TUGAS DAN ALAT BELAJAR YANG MENANTANG, PEMBERIAN UMPAN BALIK, DAN  PENYEDIAAN PROGRAM PENILAIAN YANG MEMUNGKINKAN SISWA MAMPU UNJUK KEMAMPAUAN KINERJA (PERFORMANCE) SEBAGAI HASIL BELAJAR
b.  INTI DARI PERTANYAAN DAN TUGAS YANG MENANTANG ADALAH PENYEDIAAN PERTANYAAN YANG MENDORONG SISWA BERNALAR ATAU MELAKUKAN KEGIATAN ILMIAH (PERTANYAAN PRODUKTIF).
c.   GURU HARUS MEMILIKI KEMAMPUAN MERANCANG “PERTANYAAN PRODUKTIF”  DAN MAMPU MENYAJIKAN PERTANYAAN YANG MEMUNG- KINKAN SETIAP SISWA TERLIBAT AKTIF BAIK SECARA FISIK MAUPUN  MENTAL DALAM BELAJAR.
d.     SEDIKITNYA ADA 3 HAL YANG PERLU DIKUASAI GURU DALAM  PENGELOLAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN YAITU :  1) PENYEDIAAN PERTANYAAN YANG MENDORONG SISWA BERPIKIR DAN BERPRODUKSI, 2)PENYEDIAAN UMPAN BALIK YANG BERMAKNA, DAN 3) PENILAIAN YANG MENDORONG SISWA MELAKUKAN UNJUK PERBUATAN

1.     PENYEDIAAN PERTANYAAN YANG MENDORONG SISWA BERPIKIR DAN BERPRODUKSI
a.     ALAT MENGAJAR YANG PALING MURAH TETAPI AMPUH ADALAH BERTANYA. KARENA PERTANYAAN DAPAT MEMBUAT SISWA BERPIKIR. APA TUJUAN GURU BERTANYA KEPADA SISWA ?

                         Mengharap                           Seberapa besar kemungkinan
                 jawaban benar?                                  siswa menjawab jika mereka tidak yakin
                                                              jawabannya tidak BENAR ?
   TUJUAN                                               
   BERTANYA
                Merangsang                           Akibatnya siswa sering tak berani      
siswa berpikir                       menjawab pertanyaan guru sekalipun
dan berbuat?                          Jawabannya mudah


b.     JIKA SALAH SATU TUJUAN MENGAJAR ADALAH MENGEMBANG-KAN POTENSI SISWA UNTUK BERPIKIR, MAKA TUJUAN BERTANYA ADALAH  MERANGSANG SISWA BERPIKIR. ARTINYA MERANGSANG SISWA MENGGUNAKAN GAGASAN SENDIRI DALAM MENJAWABNYA, BUKAN MENGULANGI GAGASAN YANG SUDAH DIKEMUKAKAN GURU.
c.     KATEGORI PERTANYAAN YANG TERMASUK DALAM JENIS  PERTANYAAN INI ANTARA LAIN PERTANYAAN PRODUKTIF, TERBUKA, DAN IMAJINATIF.
d.     CONTOH PERTANYAANNYA SBB.

TERBUKA
ARTI
CONTOH

TERBUKA
Pertanyaan yang  memiliki lebih dari satu jawaban benar
Mengapa Ibu Kota Indonesia Jakarta ?

TERTUTUP
Pertanyaan yang hanya memiliki satu jawaban benar
Apa nama Ibu kota Indonesia ?

PRODUKTIF
Pertanyaan yang hanya dapat dijawab melalui pengamatan, percobaan, atau penyelidikan
Berapa halaman kertas diperlukan untuk menghabiskan sebuah spidol ini ?

TIDAK PRODUKTIF
Pertanyaan yang dapat dijawab hanya dengan melihat tanpa melakukan pengamatan, percobaan atau penyelidikan.
Apa nama benda inbi ?

IMAJINATIF
Interpretatif  pertanyaan yang jawabannnya di luar benda / gambar/ kejadian yang diamati
Diperlihatkan gambar gadis termenung di pinggir laut, kemudian diajukan pertanyaan: Apa yang sedang dipikirkan gadis tersebut ?

FAKTUAL
Pertanjyaan yang dapat dilihat pada benda/kejadian yang diamati
Apa yang dipakai gadis tersebut ?

2.     PENYEDIAAN UMPAN BALIK YANG BERMAKNA
a.     UMPAN BALIK ADALAH RESPON/REAKSI GURU TERHADAP PERILAKU SISWA. APA YANG DILAKUKAN GURU KETIKA SISWA BERTANYA? KETIKA SISWA BERPENDAPAT? KETIKA SISWA MENUNJUKKAN HASIL KERJA? KETIKA SISWA MEMBUAT KESALAHAN?
b.     UMPAN BALIK YANG BAIK ADALAH RESPON GURU YANG TIDAK “MEMVONIS, SALAH, BUKAN, TIDAK, BAIK ATAU BETUL,” INI MERUPAKAN UMPAN BALIK YANG MEMVONIS.
c.     CONTOH UMPAN BALIK YANG TIDAK MEMVONIS ADALAH SBB :


PERILAKU SISWA
UMPAN BALIK DARI GURU
Bertanya: “Pak/Bu, apakah di Mars ada kehidupan
Bertanya Balik : “Menurutmu, bagaimana?”
Memberikan pendapat: “Di Mars Bertanya: “pasti ada kehidupan?”
“Mengapa kamu ” berpendapat seperti itu?”
Mengungkapkan kontradiksi
Mengerjakan sesuatu berbeda dari
biasanya/yang seharusnya
Meminta penjelasan tentang cara berpikir  siswa: “Dapatkah kamu jelaskan, bagaimana kamu berpikir seperti itu?”
Berargumentasi
• “Saya paham, ini penting bagimu”
• “Ini alasan yang saya tidak
     banyak tahu”
• “Kau telah meyakinkanku” Argumentasimu
     masuk akal, bagaimana pendapat
     temanmu?”

d.     UMPAN BALIK YANG MEMVONIS MEMBUAT SISWA TERGANTUNG KEPADA GURU.
e.     UCAPAN SISWA YANG BERBUNYI :”PAK/BU INI BETUL TIDAK?”,  “INI BOLEH TIDAK?” MERUPAKAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN KETERGANTUNGAN SISWA KEPADA GURU. MEREKA/SISWA TIDAK BERANI MEMUTUSKAN/MENILAI SENDIRI APA YANG DILAKUKAN NYA.
f.      UMPAN BALIK YANG TIDAK MEMVONIS MEMBUAT SISWA MERASA DIHARGAI,  DAPAT BERPIKIR, DAN BERTANGGUNGJAWAB MENILAI MUTU GAGASAN SENDIRI.

3.     PENILAIAN YANG MENDORONG SISWA MELAKUKAN UNJUK PERBUATAN
a.     MENILAI BERARTI MENGUMPULKAN INFORMASI TENTANG KEMAJUAN BELAJAR SISWA, TENTANG APA YANG SUDAH DIKUASAI DAN BELUM DIKUASAI SISWA
b.     INFORMASI DIPERLUKAN AGAR GURU DAPAT MENENTUKAN TUGAS ATAU BANTUAN APA YANG PERLU DIBERIKAN BERIKUT-NYA KEPADA SISWA AGAR PENGETAHUAN, KEMAMPUAN, DAN SIKAP SISWA LEBIH BERKEMBANG LAGI. 
c.     PENILAIAN DILAKUKAN SECARA ALAMI DALAM KONTEKS GURU MENGAJAR DAN SISWA BELAJAR, TIDAK DIADAKAN SECARA KHUSUS, DAN DALAM WAKTU YANG KHUSUS, TERPISAH DARI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR.
d.     DALAM KBK PENEILAIAN SEPERTI INI DISEBUT PENILAIAN BERBASIS KELAS.
e.     PENILAIAN YANG DILAKUKAN DALAM KEADAAN KHUSUS DIRAGUKAN KETETAPAN HASILNYA DALAM MENGGAMBARKAN KEADAAN SISWA YANG SEBENARNYA, KARENA KEADAAN KHUSUS DAPAT MERUPAKAN TEKANAN PSIKOLOGIS SEHINGGA SISWA MERASA CEMAS DALAM  MENGHADAPINYA.

4.     PENGELOLAAN ISI/MATERI PEMBELAJARAN  
a.     MENYIAPKAN SILABUS  PEMBELAJARAN
1)     KBK BERISIKAN KOMPETENSI DAN HASIL BELAJAR YANG MENJADI ACUAN BAGI SEKOLAH / DAERAH UNTUK DIKEMBANGKAN SESUAI DENGAN KEBUTUHAN LINGKUNGAN MASING-MASING.
2)     TERDAPAT + 42  MINGGU ATAU 204 HARI PENGAJARAN EFEKTIF DALAM SATU TAHUN AJARAN  SEKOLAH SETELAH MEMPERHITUNG- KAN HARI LIBUR DAN KOMITMEN-KOMITMEN LAIN YANG TERJADI SETAHUN.
3)     UNTUK MEMPERHITUNGKAN  WAKTU YANG TERSEDIA UNTUK SATU MATA PELAJARAN ATAU MASING-MASING MATA PELAJARAN DALAM TAHUN ITU ATAU DALAM SETIAP SEMESTER MAKA PROSES YANG DISARANKAN ADALAH Sbb:
1.        Mempelajari ada berapa mata pelajaran dan berapa jam disediakan untuk masing-masing mata pelajaran setiap minggu.
2.        Mengalikan jumlah pelajaran setiap minggu ini dengan jumlah minggu dalam satu tahun (atau dalam satu semester) untuk menghitung jumlah pelajaran untuk satu mata pelajaran.
3.        Menjumlahkan KOMPETENSI-KOMPTENSI yang akan dilatihkan dalam setiap mata pelajaran dalam tahun itu (atau dalam semester) dan dibagi sama dengan pelajaran untuk setahun atau satu semester.
4.        Kemudian, melihat jumlah isi, kerumitan gagasan atau keterampilan yang akan dikembangkan dan hakikat tugas-tugas yang diharapkan siswa-siswa akan menyelesaikannya dalam setiap KOMPETENSI. Beberapa KOMPETENSI mungkin harus diberikan lebih banyak waktu pelajaran daripada yang semula dialokasikan. Dengan demikian, beberapa pelajaran lain dapat dikurangi.

5.     PENGELOLAAN PEMBELAJARAN TEMATIK  
a.     PEMBELAJARAN TEMATIK  MERUPAKAN SUATU STRATEGI PEMBELAJARAN YANG MELIBATKAN BEBERAPA MATA PELAJARAN UNTUK MEMBERIKAN PENGALAMAN YANG BERMAKNA KEPADA SISWA
b.     PEMBELAJARAN TEMATIK BIASANAYA DIAJARKAN PADA KELAS RENDAH KARENA PADA KELAS INI SISWA CENDERUNG MEMANDANG  SEGALA SESUATU SECARA HOLISTIK.
c.     STRATEGI PEMBELAJARAN TEMATIK  LEBIH MENGUTAMAKAN PENGALAMAN BELAJAR SISWA, YAKNI MELALUI BELAJAR YANG MENYENANGKAN TANPA TEKANAN DAN KETAKUTAN TETAPI BERMAKNA BAGI SISWA. 
d.     DALAM PRAKTEKNYA PEMBELAJARAN TEMATIK  SISWA TIDAK HARUS DIBERI LATIHAN HAFALAN BERULANG-ULANG (DRILL) TETAPI SISWA DIBELAJARKAN  MELALUI PENGALAMAN LANGSUNG 
e.     BENTUK PEMBELAJARAN TEMATIK  TERKENAL DENGAN PEMBELAJARAN TERPADU  DAN  PEMBELAJARANNYA  SESUAI DENGAN KEBUTUHAN DAN  PERKEMBANGAN KEJIWAAN SISWA.
f.      CIRI-CIRI PEMBELAJARAN TEMATIK  ADALAH :   
1)     BERPUSAT PADA ANAK  
2)     MEMBERIKAN PENGALAMAN LANGSUNG  
3)     PEMISAHAN MATA PELAJARAN TIDAK BEGITU JELAS  
4)     MENYAJIKAN KONSEP DARI BERBAGAI MATA PELAJARAN DALAM SUATU PROSES PEMBELAJARAN
5)     BERSIFAT FLEKSIBEL
HASIL PEMBELAJARAN DAPAT BERKEMBANG SESUAI DENAGN MINAT DAN KEBUTUHAN ANAK.
g.     KELEBIHAN PEMBELAJARAN TEMATIK ANTARA LAIN  :
PENGALAMAN DAN KEGIATAN BELAJAR  RELEVAN DENGAN TINGKAT  PERKEMBANGAN DAN KEBUTUHAN ANAK
1)     MENYENANGKAN KARENA BERTOLAK DARI  MINAT DAN KEBUTUHAN ANAK
HASIL BELAJAR DAPAT BERTAHAN LEBIH LAMA KARENA LEBIH BERKESAN DAN BERMAKNA
2)     MENGEMBANGKAN KETERAPILAN BERPIKIR ANAK SESUAI DENGAN  PERMASAHAN YANG DIHADAPI DAN KBM BERLANGSUNG EFEKTIF.
3)     MENUMBUHKAN KETERAPILAN SISWA UNTUK BEKERJASAMA, TOLERANSI, KOMUNIKASI, DAN TANGGAP TERHADAP GAGASAN ORANG LAIN.
h.     TUJUAN PEMBELAJARAN TEMATIK, ANTARA LAIN  :
1)     SISWA MUDAH MEMUSATKAN PERHATIAN PADA SUATU TEMA ATAU TOPIK TERETENTU
2)     SISWA DAPAT MEMPELAJARI PENGETAHUAN DAN MENGEMBANG- KAN BERBAGAI KOMPETENSI  MATA PELAJARAN DALAM TEMA YANG SAMA
3)     PEMAHAMAN TERHADAP MATERI PELAJARAN LEBIH MENDALAM DAN BERKESAN
4)     KOMPETENSI BERBAHASA BISA DIKEMBANGKAN LEBIH BAIK DENGAN MENGAITKAN MATA PELAJARAN LAIN DAQN PENGALAMAN PRIBADI ANAK.
5)     ANAK LEBIH MERASAKAN MANFAAT DAN MAKNA BELAJAR KARENA KARENA MATERI DISAJIKAN DALAM KMONTEKS TEMA YANG JELAS.
6)     ANAK LEBIH BERGAAIARAH BELAJAR KARENA MEREKA BISA BERKOMUNIKASI DALAM  SITUASI YANG NYATA, MISALNYA BERTANYA,  BERCERITA, MENULIS DESKRIPSI, MENULIS SURAT, DSB. UNTUK MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERBAHASA SEKALIGUS UNTUK MEMPELAJARI MATA PELAJARAN LAIN.
7)     GURU DAPAT MENGHEMAT WAKTU KARENA MATA PELAJARAN YANG DISAJIKAN SECARA TERPADU DAPAT DIPERSIAPKAN SEKALIGUS  DAN DIBERIKAN DALAM 2 ATAU 3 KALI PERTEMUAN . WAKTU SELEBIHNYA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK KEGIATAN REMEDIAL, PEMANTATAPAN, DAN PENGAYAAN.

i.      HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK :
1)     DIUPAYAKAN AGAR KBM  MENJADI LEBIH BERMAKNA DAN UTUH
2)     PERLU MEMPERTIMBANGKAN ALOKASI WAKTU SETIAP TEMA, MEMPERHITUNGKAN BANYAK DAN SEDIKITNYA BAHAN YANG ADA DI LINGKUNGAN
3)     PILIH TEMA YANG TERDEKAT DENGAN SISWA (ISU YANG HANGAT)
4)     LEBIH MENGUTAMAKAN KOMPETENSI DASAR YANG AKAN DICAPAI PADA TEMA.

j.      LANGKAH-LANGKAH  PEMBELAJARAN TEMATIK :
1)     PELAJARI KOMPETENSI DASAR PADA KELAS, SEMESTER  YANG SAMA DARI SETIAP MATA MATA PELAJARAN
2)     PILIH TEMA YANG DAPAT MEMPERSATUKAN KOMPETENSI-KOMPETENSI TERSEBUT UNTUK SETIAP KELAS SEMESTER.
3)     PIULIH TEMA : DIRI SENDIRI, KELUARGA, LINGKUNGAN, TEMPAT UMUM, PENGALAMAN, BUDI PEKERTI, KEGEMARAN, TUMBUHAN, HIBURAN, BINATANG, TRANSFORTASI, KESEHATAN, K3, MAKANAN, PENDIDIKAN, PEKERJAAN PARIWISATA, KEJADIAN SEHARI-HARI, PERTANIAN, NEGARA DAN KOMUNIKASI DLL
4)     BUAT  “MATRIK HUBUNGAN KOMPETENSI DASAR  DENGAN TEMA”   DALAM LANGKAH INI GURU MEMPERKIRAKAN DAN MENENTUKAN KOMPETENSI-KOMPTENSI  DASAR PADA SEBUAH MATA PELAJARAN YANG COCOK DIKEMBANGKAN DENGAN TEMA APA.  LANGKAH INI DILAKUKAN UNTUK SEMUA MATA PELAJARAN.
5)     LIHAT CONTOH  :

KESENIAN :
• Melagukan nyanyian
“Bangun Tidur”
• Menggambar atau mewarnai




     BAHASA INDONESI :
    • Bercerita kegiatan                                                                                                         MATEMATIKA :
    • sehari-hari                                                   DIRI SENDIRI :               . Menjumlah dan
    • Menyimak cerita guru                                                                                                     mengurang dikaitkan
    • Membaca teks pendek                                                                                                   dengan kehidupan
    • Menggambar dan menulis                                                                                             sehari-hari
      tentang dirinya                                                                                                                              
PENDIDIKAN JASMANI :
• Memahami kebersihan
diri dan berolahraga

6)     BUAT PEMETAAN PEMBELAJARAN TEMATIS . PEMETAAN INI DAPAT DIBUAT DALAM  BENTUK MATRIK ATAU JARINGAN TOPIK. AKAN TERLIHAT KAITAN ANTARA TEMA DENGAN KOMPETENSI DASAR DARI SETIAP MATA PELAJARAN.
5)     SUSUN SILABUS BERDASARKAN MATRIK/JARINGAN TOPIK PEMBELAJARAN TEMATIS.

6.     PENGELOLAAN SUMBER BELAJAR  
1.     SUMBER DAYA SEKOLAH  
SUMBER DAYA SEKOLAH HARUS DIMANFAATAKAN SEMAKSIMAL MUNGKIN DALAM UPAYA MENCIPTAKAN IKLIM SEKOLAH SEBAGAI KOMUNITAS MASYARAKAT BELAJAR. KARENA PENCAPAIAN KOMPETENSI TIDAK HANYA DAPAT DILAKUKAN MELALUI PEMBELAJARAN DI KELAS.  IKLIM FISIK DAN PSIKOLOGIS JUGA SANGAT MENENTUKAN  HASIL BELAJAR YANG DICAPAI SISWA.  BANYAKI HAL YANG TIDAK DAPAT DILAKUKAN DI KELAS DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR, NAMUN DAPAT DITUNTAS OLEH IKLIM SEKOLAH YANG MENUNJANG, MISALNYA MENUMBUHKAN MOTIVASI SISWA UNTUK BELAJAR LEBIH LANJUT DAPAT DILAKUKAN DENGAN BERBAGAI LOMBA YANG BERVARIASI. UNTUK ITU SELURUH KOMPONEN LINGKUNGAN SEKOLAH HARUS DIBERDAYAKAN, TERMASUK SUMBER DAYA MANUSIANYA.
  
2.     PEMANFAATAN  SUMBER DAYA LINGKUNGAN
a.  PEMANFAATAN  SUMBER DAYA LINGKUNGAN DIPERLUKAN DALAM UPAYA  MENJADIKAN SEKOLAH SEBAGAI BAGIAN INTEGRAL DARI MASAYARAKAT SETEMPAT. SEKOLAH BUKANLAH TEMPAT YANG TERPISAH DARI  MASYARAKATNYA. DENGAN CARA INI FUNGSI SEKOLAH SEBAGAI AGEN/PUSAT PEMBAHARUAN DAN PEMBANGUNAN SOSIAL BUDAYA MASYARAKATA AKAN DAPAT DIWUJUDKAN.
b.  LINGKUNGAN SANGAT KAYA DENGAN SUMBER-SUMBER, MEDIA, DAN ALAT BANTU PELAJARAN. LINGKUNGAN FISIK, SOSIAL, DAN BUDAYA MERUPAKAN SUMBER YANG SANGAT KAYA  UNTUK BAHAN BELAJAR ANAK. LINGKUNGAN DAPAT BERPERAN SEBAGI MEDIA BELAJAR, TETAPI JUGA OBJEK KAJIAN (SUMBER BELAJAR). PENGGUNAAN LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER BELAJAR AKAN MEMBUAT ANAK MERASA SENANG DALAM BELAJAR.  BELAJAR DENGAN MENGGUNAKAN LINGKUNGAN TIDAK SELALU HARUS KELUAR KELAS. BAHAN DARI LINGKUNGAN DAPAT DIBAWA KE RUANG KELAS  UNTUK MENGHEMAT BIAYA DAN WAKTU. PEMANFAATAN  LINGKUNGAN DAPAT MENGEMBANGKAN SEJUMLAH KETERAAMPILAN SEPERTI MENGAMATI, MENCATAT, MERUMUSKAN PERTANYAAN, BERHIPOTESIS, MENGKLASIFIKASIKAN, MEMBUAT TULISAN, DAN MEMBUAT GAMBAR/DIAGRAM.    

V. BAGAIMANA MEMILIH STRATEGI  PEMBELAJARAN?
STRATEGI PEMBELAJARAAN MELIPUTI ASPEK YANG LEBIH LUAS DARIPADA METODE PEMBELAJARAN. STRATEGI PEMBELAJARAAN MERUPAKAN CARA PANDANG DAN POLA PIKIR GURU DALAM MENGAJAR. DALAM MENGEM-BANGKAN STRATEGI PEMBELAJARAN GURU PERLU MEMPERTIMBANGKAN BEBERAPA HAL BERIKUT:  
1)BAGAIMANA MENGAKTIFKAN SISWA, 2)BAGAIMANA SISWA MEMBANGUN PETA KONSEP, 3)BAGAIMANA MENGUMPULKAN INFORMASI DENGAN  STIMULUS PERTANYAAN EFEKTIF, 4)BAGAIMANA MENGGALI INFORMASIU DARI MEDAI CETAK,  5)BAGAIMANA MEMBANDINGKAN DAN MENSINTESISKAN INFORMASI,  6)BAGAIMANA MENGAMATI (MENGAWASI) KERJA SISWA SECARA AKTIF,  7)BAGAIMANA CARA MENGANALISIS DENGAN PETA AKIBAT ATAU RO0DA MASA DEPAN,  SERTA 8) BAGAIMANA MELAKUKAN KERJA PRAKTEK.

1.  BAGAIMANA MENGAKTIFKAN SISWA ? (STRATEGI JIGSAW.)
1)     Bentuk Kelompok
2)     Kelompok itu kecil (dua sampai tiga siswa) dan guru menetapkan anggota  
      kelompok
3)     Tugas itu dapat dilaksanakan dalam waktu yang singkat saja  dan tugas itu
      sederhana
4)     Perintah-perintah jelas dan diberikan selangkah demi selangkah
5)     Guru menyediakan sumber belajar
6)     Guru menerangkan dengan jelas peran setiap siswa yang sedikit berbeda di
      dalam kelompok
7)     Penilaian bersifat informal dan guru perlu membahas dan mendiskusikan tugas
      itu  dengan siswa
HAL PENTING DARI TUGAS INI ADALAH SISWA BELAJAR BEKERJASAMA. APABILA SISWA SUDAH BERPENGALAMAN DENGAN   LANGKAH  DIATAS, MAKA GURU DAPAT MENETAPKAN LANGKAH BERIKUTNYA YAITU :
1)     Kelompok dapat lebih besar dan kadang-kadang siswa boleh memilih siapa anggota kelompoknya
2)     Tugas dapat ditambahkan lebih banyak, tetapi dengan batas waktu yang jelas dan  ditetapkan oleh guru
3)     Tugas dapat dibagi dalam bagian-bagian atau merupakan suatu  pilihan dari sejumlah  pilihan yang ditetapkan guru
4)     Beberapa perintah/instruksi pengerjaan tugas membolehkan siswa untuk memberikan saran, misalnya dalam pendekatan, memilih metode eksperimen, atau memutuskan bentuk produk pekerjaan  yang akan mereka hasilkan
5)     Beberapa sumber belajar dapat dipilih oleh siswa
6)     Peran siswa dalam kelompok dapat beragam dan beberapa keputusan tentang peran ini dapat dibuat oleh siswa-siswa
7)     Penilaian dapat dibicarakan dengan siswa melalui diskusi informal dengan kriteria terstruktur formal, serta penilaian individual atau kelompok dapat dilakukan

DENGAN CARA INI DIHARAPAKAN SISWA MAMPU MELAKUKAN KEGIATAN SECARA MANDIRI YANG DICIRIKAN BEBERAPA HAL SBB:
1)     Mereka memutuskan jumlah dan anggota kelompok
2)     Tugas dapat tersebar untuk masa yang panjang melalui perundingan siswa dengan guru membahas waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas
3)     Tugas mungkin rumit, para siswa perlu memilah-milah setepatnya dari bagian pekerjaan
4)     Sumber belajar dapat meliputi beragam media dan bahan
5)     Peran setiap siswa dalam kelompok ditetapkan secara musyawarah mufakat (konsensus)

STRATEGI INI MERUPAKAN TEMUAN DARI JIGSAW. STRATEGI INI MENJAMIN AGAR SETIAP SISWA MEMIKUL SUATU TANGGUNG JAWAB YANG JELAS DALAM  KELOMPOK.




1.
               1 2 3                     1 2 3                 1 2 3                    1 2 3                   1 2 3            
                4 5 6                     4 5 6                 4 5 6                    4 5 6                   4 5 6


 

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                           
                                                                                                                           
                                                                                                                                             
                                                                                                                                                       6 6 6
2.           1 1 1                   2 2 2                   3 3 3                  4 4 4                    5 5 5                    6 6                  
               1 1                      2 2                      3 3                     4 4                       5 5                


 



3.            1 2 3                  1 2 3                  1 2 3                      1 2 3                  1 2 3
        4 5 6                  4 5 6                  4 5 6                      4 5 6                  4 5 6


Pada bagan pertama menunjukkan bahwa ada lima kelompok pangkalan dan setiap kelompok masing-masing membawa hal yang harus diselesaikan, kemudian masing-masing mengelompokkan diri sesuai dengan masalahnya (seperti gambar kedua) masalah tersebut di- diskusikan pada kelompok. Setelah mereka menemukan jawaban kemudian mereka bergabung seperti pada kelompok pertama yaitu pada gambar ketiga. Kemudian setiap kelompok masing-masing mengemukakan masalah dan hasil penyelesaiannya. Dengan demikian setiap orang memperoleh informasi yang sama dari berbagai masalah yang  dipecahkan. Ilustrasi ini menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok diatur dengan menggunakan strategi jigsaw. Siswa-siswa adalah anggota kelompok-kelompok pangkalan dan lalu mereka meneliti aspek tertentu dari topik di dalam kelompok-kelompok pakar. Pada waktu tugas penelitian sudah selesai, mereka kembali ke kelompok pangkalan asal mereka.

CARA LAIN untuk mengetahui tahap awal pengetahuan siswa dari serangkaian kegiatan bisa dilakukan curah pendapat (brain storming). Kegiatan ini perlu dikendalikan oleh guru, tetapi guru tidak boleh membatasi atau mengarahkan alur gagasan-gagasan siswa. Dalam sidang curah pendapat (brain storming), guru meminta kepada siswa-siswa untuk memberi kata-kata atau ungkapan-ungkapan yang ditulis di papan tulis. Guru menjamin bahwa semua siswa di dalam kelas menyumbang dan tidak menunjukkan melalui perkataan atau perbuatan bahwa satu jawaban lebih berharga atau tepat. Pada tahaptahap permulaan, semua sumbangan diterima dan tidak ada diskusi mengenai hal-hal itu. Begitu daftar sudah selesai, guru memperkenankan diskusi, umpamanya “Manakah dari gagasan-gagasan ini yang kamu setujui atau tidak setujui dan mengapa?’’‘Apakah beberapa gagasan ini perlu dikelompokkan bersama?’

CURAH PENDAPAT DAPAT DIGUNAKAN UNTUK :
1)     Mendorong guru menemukan sejauhmana pengetahuan siswa tentang sesuatu topik sebelum kelas mulai mengerjakannya, sehingga guru dapat merencanakan urutan pembelajaran selanjutnya. Untuk maksud ini guru akan bertanya, ‘Apa yang kamu ketahui tentang . . .?’
2)     Merencanakan pertanyaan-pertanyaan untuk dijawab sebagai suatu bagian proyek kelompok dari kegiatan kerja kelompok ‘gergaji ukir’. Dalam hal ini, guru akan bertanya kepada siswa-siswa, ‘Apa yang harus kita upayakan mencarinya tentang.... ?’

2.  BAGAIMANASISWA MEMBANGUN PETA KONSEP ?
PETA KONSEP DAPAT DIKEMBANGKAN BAIK SECARA INDIVIDUAL MAUPUJN SECARA KELOMPOK KECIL. IMPLEMENTASINYA SISWA MENGATUR SEJUMLAH KONSEP ATAU KATA-KATA KUNCI PADA SUATU HALAM KERTAS KEMUDIAN MENGHUBUNGKANNYA DENGAN GARIS-GARIS, SEPANJANG GARIS-GARIS ITU DITULIS SUATU KATA ATAU UNGKAPAN YANG MENJELASKAN KAITAN ANATAR  KATA-KATA ATAU KONSEP.  PETA KONSEP DAPAT DIGUNAKAN UNTUK :   
1)     Membantu guru mengetahui sejauhmana pengetahuan siswa-siswa tentang suatu topik sebelum kelas mulai mengerjakannya, sehingga guru dapat merencanakan urutan pembelajaran selanjutnya. Untuk maksud ini, guru dapat memberi kepada siswa-siswa sejumlah kata kunci atau gagasan terkait dengan topik yang akan dipelajari.
2)     Menyediakan suatu titik tolak untuk diskusi antar siswa guna memperjelas pengertian mereka. Untuk maksud ini, siswa-siswa akan ditempatkan di dalam kelompok-kelompok dua atau tiga orang untuk membangun peta melalui mufakat (konsensus).
3)     Memberi umpan balik tentang sejauhmana siswa-siswa sudah memahami topik itu. Untuk maksud ini, peta konsep tentu diselesaikan sebagai kegiatan terakhir dalam urutan pengajaran tentang suatu topik. Siswa-siswa dapat diberi semua konsep kunci tentang suatu topik dan meminta mereka menghubungkannya dalam suatu peta konsep. Sebagai kemungkinan lain, mereka dapat diberi satu atau dua gagasan kunci dan meminta mem-bangun suatu peta konsep dengan menambahkan pada gagasan-gagasan ini dan mengembangkan suatu peta yang menjelaskan semua hal yang sudah dipelajarinya.
4)     Mengaitkan gagasan-gagasan dan pengertian yang dikembangkan dalam satu kegiatan dengan apa yang mereka pelajari dalam kegiatan lain. Untuk maksud ini, guru akan memberi siswa-siswa dua buah daftar kata kunci, satu daftar dari setiap topik, dan meminta siswa-siswa menghubungkan kata-kata dari kedua daftar dalam peta konsep mereka.
Gambar : PETA KONSEP
                                    Pembuluh
                                    darah                                                                                                                 Darah
                                    
                                                                         Mengangkat Darah Dari
                                                     
                                                                                                                                                                                Memompa

    Jantung
Mengangkut
Mengangkut
darah ke
Jaringan
Tubuh

    Paru-paru
Dimana darah                                                      Mengambil
diperlukan oleh

    Darah




Dalam kegiatan ini guru menantang siswa-siswa untuk mengerjakan konsep atau gagasan yang diilustrasikan. Guru memilih gagasan yang ia ingin siswa-siswa mengenalinya, mengerti, dan menggambarkan, umpamanya binatang menyusui.
Guru menantang siswa-siswa untuk mengolah gagasan itu dengan menempatkan gambar-gambar, kata-kata, benda-benda, kalimatkalimat atau diagram-diagram yang disajikan dalam dua tumpukan yang berbeda. Satu tumpukan merupakan contoh yang baik dari gagasan yang ia pikirkan dan tumpukan yang satu lagi berisi halhal yang tidak sesuai dengan gagasannya. Langkah pertama adalah menyajikan kepada siswa-siswa contoh yang baik dari gagasan umpamanya gambar seekor gorila, binatang menyusui. Lalu guru memberitahu kepada siswa-siswa bahwa ini adalah contoh yang baik. Inilah contoh pertama dalam tumpukan contoh-contoh yang ‘baik’. Sekarang guru menunjukkan kepada siswa-siswa contoh yang jelek dari gagasan itu seperti kata ‘siput’. Siput bukan binatang menyusui. Kata ini ditempatkan dalam tumpukan’‘bukan contoh baik’. Guru lanjutkan lagi menunjukkan contoh-contoh yang baik dan contoh-contoh yang tidak cocok dengan gagasan itu, mengajak siswa-siswa untuk embantunya memutuskan ke dalam tumpukan mana contoh itu akan ditempatkan.

Pada waktu hampir semua siswa mampu menempatkan contoh-contoh ke dalam tumpukan yang benar, guru harus bertanya kepada dua atau tiga siswa yang tampaknya memahami gagasan itu untuk menjelaskan bagaimana mereka memutuskan di mana contoh ditempatkan. Sesudah penjelasan yang baik dan jelas diberikan, guru mungkin masih menyajikan beberapa lagi contoh untuk memastikan bahwa semua siswa sudah mengenali gagasan itu. Jika siswa-siswa tidak mampu mengenali gagasan itu, maka guru harus memberikan jawabannya. Sama halnya dalam Bahasa Indonesia, guru hendaklah mengembangkan konsep kata benda. Gunakanlah gambar bunga sebagai contoh yang baik dan kata ‘berlari’ sebagai contoh yang tidak sesuai dengan konsep. Dalam matematika, konsep segitiga dapat dikembangkan dengan menunjukkan gambar-gambar atau benda-benda di dalam kelas yang memang atau yang bukan segitiga.

3.   BAGAIMANA MENGGALI INFORMASI DARI MEDIA CETAK ?
TIDAK MENGAJUKAN PERTANYAAN DENGAN MENGGUNAKAN KATA-KATA YANG MUDAH DITEMUKAN DALAM BUKU, TEKS dan NASKAH AGAR SISWA TIDAK HANYA MEYALIN JAWABAN DARI SUMBER ITU. PERTANYAAN DISINI SEBAIKNYA YANG MERANGSANG SISWA BERPIKIR DAN MENYIMPULKAN SENDIRI APA YANG TERDAPAT DALAM BUKU, TEKS, NASKAH DSB.

4.  BAGAIMANA MEMBANDINGKAN & MENSINTESISKAN INFORMASI  ?
SISWA DITUGASKAN UNTUK MENGUMPULKAN INFORMASI/JAWABAN DARI BERBAGAI SUMBER UNTUK MENCARI SATU SOLUSI/JAWABAN YANG BENAR  DARI SUATU OBJEK ATAU MASALAH YANG SEDANG DIPECAHKAN.

5.   BAGAIMANA MENGAMATI/MENGAWASI  SECARA AKTIF ?
1)     TUGASKAN SISWA Menuliskan pertanyaan-pertanyaan yang mereka pikirkan pada waktu menonton VIDIO,TV,FILM, SEPAK BOLA,  VOLLY BALL,  PENCAK SILAT ATAU OBJEK TERTENTU, KEMUDIAN TUGASKAN MEREKA DISKUSI.
2)     TUGASKAN SISWA MENULISKAN CONTOH-CONTOH KATEGORI TERTENTU  DARI PERISTIWA,BENDA, GEJALA DAN SEBAGAINYA YANG MUNCUL DALAM ADEGAN ITU.
3)     TUGASKAN SISWA MENDISKUSIKAN UNTUK MEMPEROLEH RUMUSAN / KONSEP

6.   BAGAIMANA CARA MENGANALISIS DENGAN PETA AKIBAT ATAU RODA MASA DEPAN ?
a.     STRATEGI INI boleh DIGUNAKAN BAIK SEBELUM MAUPUN SESUDAH SISWA MEMPELAJRI/MEMBAHAS SESUATU TOPIK.
b.     STRATEGI DIGUNAKAN INI UNTUK MENEMUKAN SEBERAPA TUNTAS SISWA SUDAH MEMIKIRKAN SESUATU ISU ATAU PERISTIWA, DAN SEBERAPA  JAUH SISWA SUDAH MENYERAP IMFORMASI YANG SUDAH DIPELAJARINYA DALAM MENGANALISIS SISTUASI BARU.
c.     SISWA DIMINTA MEMPERTIMBANGKAN EFEK POSITIF/NEGATIFNYA TERHADAP SESUATU AKIBAT YANG MUNGKIN TERJADI JIKA SUATU KEPUTUSAN ITU DIAMBIL/DILAKUKAN DITINJAU DARI ASPEK SOSIAL, POLITIK, EKONOMI, BUDAYA, HUKUM, DAN PRIBADI

7.   BAGAIMANA MELAKUKAN KERJA PRAKTEK ?
1)     SISWA DIPERINTAHKAN DALAM SUSUNAN ACAK DENGAN DIMEMBERI-TAHUKAN APA YANG MESTINYA HENDAK MEREKA TEMUKAN DALAM PERINTAH ITU KEMUDIAN DIMINTA UNTUK MEMISAHKAN PERINTAH-PERINTAH ITU KEDALAM SUSUNAN YANG DAPAT DIKERJAKAN .
2)     SEBELUM SISWA MELAKUKAN PRAKTEK/EKSPERIMEN, SISWA  DIMINTA  MERAMALKAN HASIL YANG BAKAL DICAPAI.
3)     SETELAH HASIL PRAKTEK DIPEROLEH SISWA DIMINTA MENYEBUTKAN APAKAH  HASIL YANG DIPEROLEH SESUAI DENGAN RAMALAN YANG SUDAH DILAKUKAN.
4)     JIKA HASIL YANG DIPEROLEH  SESUAI DENGAN RAMALAN, SISWA DIMINTA MENJELASKAN MENAGAPA MENGHARAPAKAN HASIL ITU. SEBALIKNYA JIKA HASIL TIDAK SESUAI RAMALAN,  SISWA DIMINTA UNTUK MENGKAJI ULANG METODE KERJA PRAKATEK YANG TELAH MEREKA LAKUKAN UNTUK MENGETAHUI APAKAH RAMALAN YANG SALAH ATAUKAH KESALAHAN DALAM CARA PELAKSANAAN PROSEDUR.
5)     SISWA DIBERI  SUATU KUMPULAN PERALATAN YANG TEPAT  DAN SUATU PERTANYAAN UNTUK DISELIDIKI. KELAS MENDISKUSIKAN JENIS DATA YANG PERLU DIKUMPULKAN, KEMUDIAN MERANCANG PROSEDUR PRAKTEK/EKSPERIMEN SENDIRI, MENGMPULKAN DATA SAMPAI PADA SUATU KESIMPULAN
6)     SISWA DIBERIKAN PERTANYAAN PENELITIAN  EKSPERIMEN TERBUKA MENGENAI TOPIK YANG SEDANG DIBICARAKAN ATAU TOPIK YANG MEREKA. DALAM KONTEKS INI SISWA DIHARAPKAN MENGEMBANGKAN HIPOTESIS, MERANCANG METODE, MEMILIH PERALATAN YANG TEPAT, MENGUMPULKAN DATA, MENGANALISIS DATA SAMAPAI PADA KESIMPULAN.

VI. BAGAIMANA MERANCANG KEGIATAN LINTAS KURIKULUM?
SALAH SATU CARA MERANCANG KEGIATAN LINTAS KURIKULUM ADALAH DENGAN MENANAMKAN KEPERCAYAAN KEPADA DIRI SISWA AGAR MEREKA SISWA TIDAK TAKUT DITERTAWAKAN, DISPELEKAN, DAN TIDAK TAKUT DIMARAHI JIKA SALAH. 

1.  CIRI-CIRI IMPLIMENTASI KBK DALAM KBM DI KELAS  SBB:




KEMAMPUAN GURU
INDIKATOR KBM
1.     Guru merancang dan mendorong siswa untuk mendorong siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran
Guru melaksanakan KBM dalam kegiatan yang beragam, misalnya :
1)     Percobaan
2)     Diskusi Kelompok
3)     Memecahkan Masalah
4)     Mencari Informasi
5)     Menulis Laporan/Cerita Puisi
6)     Berkunjung Keluar Kelas
2.     Guru menggunakan alat bantu dan sumber  belajar yang beragam.

Sesuai mata pelajaran, guru menggunakan, misal:
1)     Alat yang tersedia atau yang dibuat  sendiri
2)     Gambar
3)     Studi kasus
4)     Nara sumber
5)     Lingkungan
3.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan keterampilan.

Siswa:
1)    Melakukan percobaan, pengamatan, atau
      wawancara
2)    Mengumpulkan data/jawaban dan mengolahnya sendiri
3)    Menarik kesimpulan
4)    Memecahkan masalah, mencari rumus sendiri (Mat)
5)    Menulis laporan/hasil karya lain dengan kata-kata sendiri

4.     Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk mengungkapkan gagasannya sendiri secara lisan atau tulisan
Melalui:
1)     Diskusi
2)     Guru mengajukan lebih banyak pertanyaan terbuka
3)     Hasil karya

5.     Guru menyesuaikan bahan dan kegiatan belajar dengan kemampuan siswa.

1)     Siswa dikelompokkan sesuai dengan kemampuan (untuk kegiatan tertentu)
2)     Bahan pelajaran disesuaikan dengan kemampuan kelompok tersebut
3)     Tugas perbaikan atau pengayaan diberikan sesuai dengan kebutuhan siswa.

6.     Guru mengaitkan KBM dengan pengalaman siswa sehari-hari.


1)     Siswa menceritakan atau memanfaatkan pengalamannya sendiri.
2)     Siswa menerapkan hal yang dipelajari dalam kegiatan sehari-hari

7.     Menilai KBM dan Kemajuan Belajar Siswa Secara Terus Menerus

1)     Guru memantau kerja siswa
2)     Guru memberikan umpan balik


2.   BENTUK-BENTUK PENGALAMAN BELAJAR LINTAS KURIKULUM  
PENGALAMAN BELAJAR LINTAS KURIKULUM  DITUJUKAN UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI, KERJASAMA, SOLIDARITAS, KEPEMIMPINAN, EMPATI, TOLERANSI, DAN KETERAMPILAN HIDUP. PENGALAMAN BELAJAR LINTAS KURIKULUM DIKEMBANGKAN MELALUI BERBAGAI KEGIATAN BAIK DI LUAR MAUPUN DI DALAM KELAS SEBAGAI BERIKUT;
a.     KOMPETISI  :
(1)bidang sains dan teknologi untuk mengembangkan kemampuan logis dan teknologi siswa, (2)bidang olahraga dan seni untuk mengembangkan estetika dan kinestetika siswa, dan (3)bidang bahasa untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi.
b.     PERKEMAHAN :
Untuk melatih siswa hidup mandiri dengan permasalahan yang dihadapi harus dipecahkan sendiri. Perkemahan dapat diberi tema sesuai dengan penekanan yang diinginkan, misalnya perkemahan sosial, atau perkemahan lintas mata pelajaran seperti perkemahan bakti sosial di daerah bencana.
c.     BHAKTI SOSIAL :
Bakti Sosial diharapkan akan mampu melatih dan mengembangkan sempati siswa serta menumbuhkan solidaritas pada orang lain sebagai anggota masyarakat



d.     STUDI BANDING BUDAYA :
Studi Banding Budaya diharapkan akan dapat menumbuhkan rasa toleransi dan saling menghargai atas dasar kesadaran akan keanekaragaman bangsa Indonesia. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan sikap menghormati perbedaan.
e.     PENELITIAN LATIHAN :
Penelitian latihan lintas mata pelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa untuk berpikir logis dan sistematis dalam menghadapi dan memecahkan masalah. Siswa dilatih untuk dapat mengidentifikasi masalah dan menemukan pemecahannya secara kontekstual.
f.      KOPERASI SISWA
Koperasi siswa mendorong siswa untuk bekerjasama dalam suatu tim. Selain itu, siswa juga dapat menghargai pekerjaan dan hasil karya orang lain sambil melatih keterampilan berorganisasi.
g.     KEBUN PERCOBAAN &  BENGKEL SISWA
Melatih siswa untuk dapat menerapkan teori, konsep, prinsip dan kaidah bidang ilmu yang telah dipelajari ke dalam kegiatan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar