Kamis, 07 April 2011

MUSEUM SEBAGAI SUMBER BELAJAR


I. PENDAHULUAN
1.       Museum dapat digunakan sebagai salah satu sumber belajar
2.       Kendala di lapangan, antara lain:
(1)     Tidak semua siswa terutama yang tinggal jauh dari ibu kota provinsi dapat memanfaatkan museum sebagai sumber belajar karena sebagian besar museum terpusat di Pulau Jawa dan terletak di ibu kota propinsi;
(2)     Sebagian besar museum milik pemerintah maupun milik swasta belum berhasil menarik minat siswa untuk memanfaatkannya sebagai sumber belajar;
(3)     Apresiasi dan partisipasi sebagian besar masyarakat dalam memanfaatkan museum sebagai salah satu sumber belajar bukan pilihan utama, dibandingkan dengan sumber belajar lainnya seperti pabrik otomotif dan pabrik pesawat terbang;
(4)     Pembinaan yang dilaksanakan Direktorat Permuseuman diprioritaskan pada museum umum negeri dan museum nasional, karena belum memiliki acuan penilaian untuk menilai museum khusus.

kebijakan untuk menanggulanginya :
1.    Kebijakan yang sifatnya luwes dalam pemanfaatan museum sebagai sumber belajar;
2.     Kebijakan untuk Penyelenggaran dan Pengelolaan museum secara profesional;
3.    Kebijakan untuk Peningkatan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan museum sebagai sumber belajar, dan;
4.    Menyusun buku acuan penilaian untuk menilai museum khusus.
Implikasinya perlu pengembangan berbagai pedoman yang didukung oleh dana, tenaga, sarana, dan prasarana yang memadai.

II. ISYU KEBIJAKAN / PERMASALAHAN
1. Guru dan Siswa
Belum semua guru maupun siswa mempunyai kesempatan memberdayakan museum karena sebagian besar museum terpusat di Pulau Jawa dan di Ibu Kota Propinsi.
2. Pengelolaan Museum
Museum milik pemerintah maupun milik swasta sebagian besar belum berhasil menarik minat siswa untuk memanfaatkannya sebagai sumber belajar karena sebagian besar museum tersebut belum ditangani secara profesional.
3. Apresiasi dan Partisipasi Masyarakat
Apresiasi dan partisipasi sebagian besar masyarakat dalam memanfaatkan museum sebagai salah satu sumber belajar bukan pilihan utama.
4. Pembinaan Museum
Direktorat Permuseuman belum memiliki acuan penilaian untuk menilai museum khusus, sehingga pembinaan yang dilakukan Direktorat Permuseuman lebih ditekankan pada museum umum yang dimiliki oleh Direktorat Permuseuman.

III. REKOMENDASI KEBIJAKAN
1.1. Perlu rumusan kebijakan yang sifatnya luwes dalam pemanfaatan museum sebagai sumber belajar sehingga tidak memberatkan guru dan siswa.
2.1. Perlu aturan Penyelenggaraan dan Pengelolaan museum secara profesional agar dapat menarik minat siswa untuk memanfaatkan museum sebagai sumber belajar.
3.1. Perlu upaya peningkatan apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan museum sebagai sumber belajar.
4.1. Perlu adanya pedoman untuk penyusunan buku acuan penilaian untuk menilai museum khusus sehingga pembinaan yang dilakukan Direktorat Permuseuman dapat mencakup museum yang dimiliki oleh pemerintah maupun museum yang dimiliki swasta/yayasan.
 IV. IMPLIKASI KEBIJAKAN / PROGRAM
1.1.1. Mengembangkan pedoman tentang cara pemanfaatan museum sebagai sumber belajar yang tidak memberatkan guru dan siswa.
1.1.2. Mengembangkan bahan sosialisasi tentang cara pemanfaatan museum sebagai sumber belajar sesuai dengan kondisi keberadaan guru dan siswa.
2.1.1. Mengidentifikasi dengan tepat jumlah tenaga yang diperlukan dan jenis tenaga fungsional maupun tenaga ahli yang dapat menyelenggarakan dan mengelola museum secara profesional.
2.1.2. Mengembangkan pedoman bantuan teknis bagi penyelenggaraan dan pengelolaan museum secara profesional.
2.1.3. Mengembangkan pedoman peningkatan kemampuan teknis tenaga pengelola maupun penyelenggara museum melalui penataran atau pendidikan formal, sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional.
2.1.4. Mengembangkan dan mensosialisasikan model penyelenggaraan dan pengelolaan museum secara profesional.
3.1.1. Mengembangkan pedoman penyebaran informasi dan publikasi permuseuman bagi masyarakat luas yang berisikan tentang arti, tugas, fungsi, tujuan dan perkembangannya, serta perkembangan ilmu dan teknologi yang relevan dengan museum.
4.1.1. Mengembangkan pedoman buku acuan penilaian bagi pembinaan museum khusus bekerja sama dengan instansi baik berasal dari dalam maupun luar negeri.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar